Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 37 Kekhawatiran Ken


__ADS_3

1 Minggu kemudian....


Tidak terasa besok adalah hari pertunangan Vincent dan Vincent sama sekali belum menemukan bukti mengenai keburukan Lusi.


"Zul, bagaimana ini? aku tidak mau tunangan sama Lusi, yang aku inginkan hanya Vlo," keluh Vincent.


"Bos, malam ini rencananya Nona Lusi akan pergi ke sebuah Bar untuk merayakan malam perpisahan dengan sahabat-sahabatnya, bagaimana kalau kita ikuti dia, kali aja kita bisa menemukan bukti di sana," seru Zul.


"Serius kamu Zul? kamu tahu dari mana?" tanya Vincent.


"Serius, Bos. Aku kepoin sosial medianya."


"Bagus, oke malam ini kita selidiki dia dan mudah-mudahan malam ini aku bisa mendapatkan bukti, kalau si Lusi memang bukan wanita baik-baik," seru Vincent dengan senyumannya.


Sementara itu di lain tempat, Shenna dan Romi semakin hari semakin lengket bahkan Shenna sudah tidak peduli lagi dengan banyak omongan dari sana-sini membuat Ken semakin geram.


Bahkan hubungan Shenna dan Ken semakin jauh saja, di rumah pun mereka tidak pernah saling sapa. Dan yang membuat Ken marah, Shenna selalu pulang malam.


"Sayang, bagaimana apa kamu sudah bicara sama orangtua kamu masalah hubungan kita?" seru Romi.


"Belum, aku masih takut Rom, soalnya kondisi Papa tidak sebaik dulu," sahut Shenna.


Saat ini Shenna dan Romi sedang makan siang bersama. Tiba-tiba ponsel Shenna berbunyi, dan tertera nama Sherly di sana.


"Sebentar ya Rom, aku angkat telepon dulu."


"Oke, sayang."


Shenna mengangkat teleponnya dan betapa terkejutnya Shenna saat mendengar berita yang disampaikan oleh Sherly, Shenna segera menutupnya dan menghampiri Romi.


"Rom, sepertinya aku harus kembali ke kantor soalnya ada masalah dengan perusahaanku," seru Shenna panik.


"Ada apa?"


"Maaf Rom, aku tidak bisa mengatakannya jadi lebih baik sekarang kamu antarkan aku kembali ke kantor."


"Oke."


Selama dalam perjalanan, Shenna terlihat diam saja sungguh saat ini Shenna merasa sangat khawatir dengan masalah yang menimpa perusahaannya.


Romi menggenggam tangan Shenna. "Jika kamu butuh bantuanku, jangan sungkan-sungkan hubungi aku saja," seru Romi.


"Iya, terima kasih Rom."


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Romi pun sampai di depan kantor Shenna.


"Apa aku ikut masuk?"


"Tidak, tidak usah Rom, biar aku selesaikan dulu masalahnya nanti kalau ada apa-apa, baru aku hubungi kamu."


"Baiklah."

__ADS_1


Shenna pun segera masuk ke dalam perusahaannya dan langsung menuju ruangannya.


"Ada apa, Sher? kenapa semua pemegang saham tiba-tiba mencabut kerjasamanya dengan perusahaanku?" tanya Shenna panik.


"Saya juga tidak tahu Nona, tiba-tiba saja barusan mereka membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan ini."


"Bagaimana ini? kita masih punya beberapa proyek besar yang belum selesai, semua pemegang saham memutuskan kerjasamanya, terus bagaimana dengan proyek-proyek itu?" seru Shenna panik.


"Mereka bilang, mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan lain yang lebih menguntungkan bagi mereka, bahkan katanya perusahaan itu menjanjikan keuntungan dua kali lipat."


"Perusahaan apa?" tanya Shenna.


"Saya juga kurang tahu Nona, soalnya mereka tidak mau memberitahukannya kepada saya."


Shenna menyandarkan tubuhnya dan memijat keningnya yang tiba-tiba berdenyut.


"Bagaimana ini? pasti proyek-proyek yang sudah kita tangani akan meminta ganti rugi kalau kita tidak melanjutkannya," seru Shenna frustasi.


Sementara itu di kantor Ken....


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Maaf Bos, gawat ada berita tidak menyenangkan," seru Tora.


"Ada apa, Tor?"


"Masalah apa?"


"Semua pemegang saham memutuskan kerjasama mereka secara sepihak dengan perusahaan Nona Shenna."


"Apa? kok bisa?" tanya Ken kaget.


"Menurut informasi, para pemegang saham memilih bekerjasama dengan perusahaan lain dan perusahaan itu menjanjikan akan memberikan keuntungan dua kali lipat."


"Bukannya saat ini perusahaan Shenna, sedang menangani beberapa proyek besar?"


"Iya Bos, dan kalau semua pemegang saham memutuskan kerjasama, otomatis proyek itu akan terbengkalai dan sudah dipastikan juga mereka akan meminta ganti rugi," sahut Tora.


"Kamu sudah tahu kan, apa yang harus kamu lakukan?" seru Ken.


"Baik Bos, saya akan segera melakukannya."


Tora pun meninggalkan ruangan Ken, sedangkan Ken tampak berpikir.


"Perusahaan siapa yang sudah berani main-main seperti ini?" gumam Ken.


***


Malam pun tiba...

__ADS_1


Seperti rencananya, malam ini Vincent sudah meminta izin kepada Vlo kalau dia akan pulang ke rumahnya dan Vlo mengizinkannya.


"Kamu yakin kalau Mak lampir itu akan merayakannya di bar ini?" tanya Vincent.


"Menurut yang saya lihat, memang ini barnya, Bos."


Saat ini Vincent dan Zul sedang memantau di dalam mobil menunggu kedatangan Lusi yang katanya akan pesta di bar itu, dan tidak membutuhkan waktu lama, beberapa mobil pun mulai datang.


"Nah, itu mobilnya Nona Lusi, Bos," seru Zul.


"Oke, kita biarkan mereka masuk terlebih dahulu setelah itu baru kita menyusul masuk."


"Baik, Bos."


Setelah rombongan Lusi masuk ke dalam Bar itu, Vincent dan Zul pun mulai keluar dari dalam mobilnya. Mereka berdua memakai baju serba hitam ditambah topi yang melekat di kepala masing-masing.


Lampu kerlap-kerlip dan remang-remang membantu Vincent dalam memuluskan penyelidikannya. Vincent dan Zul duduk dipojokan yang lumayan gelap, sehingga mereka bisa dengan jelas memantau Lusi.


"Pokoknya malam ini, aku yang teraktir kalian semua. Kalian bebas pesan apa pun, karena sebentar lagi aku akan menjadi istri dari seorang pengusaha mobil mewah!" teriak Lusi dengan bangganya.


Teman-teman Lusi bersorak bahagia, sedangkan Vincent yang mendengar itu tampak tersenyum sinis.


"Percaya diri sekali kamu Mak lampir, sampai kapan pun aku tidak akan menikahimu dan aku pastikan, kalau besok aku akan batalkan pertunangan bodoh itu," batin Vincent dengan meneguk minuman yang dia pesan.


1 jam berlalu, cukup lama Vincent memantau tapi belum ada sesuatu yang mencurigakan bahkan Vincent sudah beberapa kali menguap saking bosannya.


"Astaga, kenapa tidak ada yang mencurigakan sih?" batin Vincent.


"Bos, apa Bos mau pulang saja? urusan Nona Lusi biar saya saja yang urus," seru Zul.


"Aku bosan Zul, kamu lanjutkan saja ya, kalau ada apa-apa segera hubungi aku."


"Siap, Bos."


Baru saja Vincent bangkit dari duduknya, tiba-tiba Vincent melihat sesuatu yang mengejutkan.


"Halo, sayang."


"Ih, kok kamu lama banget sih datangnya? aku sudah nunggu dari tadi loh," seru Lusi memeluk mesra pria itu.


Vincent menajamkan penglihatannya, sehingga sesaat kemudian, Vincent tampak membelalakkan matanya.


"Bukannya itu si keledai bodoh ya? bagus, menyelam sambil minum air kalau begini caranya," gumam Vincent dengan senyumannya.


Pria yang sedang bermesraan dengan Lusi ternyata Boni, mantan Vlo yang tidak tahu diri memaksa Vlo untuk balikan lagi.


"Rekam semuanya, Zul. Jangan sampai ada yang terlewatkan," seru Vincent.


"Baik, Bos."


Vincent yang awalnya ingin pulang, kembali duduk dengan senyuman yang mengembang. Keberuntungan memang sedang menghampiri Vincent, jadi Vincent tidak akan jadi bertunangan dengan Lusi.

__ADS_1


__ADS_2