Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 50 END


__ADS_3

Semua keluarga sangat bahagia mendengar Shenna hamil, bahkan apa yang dikatakan Ken benar, orangtuanya langsung pulang saat Ken memberitahukan kalau sebentar lagi mereka akan menjadi Kakek dan Nenek.


Shenna bagaikan Ratu, tidak boleh melakukan apa-apa bahkan bekerja pun tidak boleh.


Malam ini Shenna memutuskan untuk video call kepada asisten pribadinya Sherly untuk memberitahukan masalah pekerjaan esok hari.


"Astaga, Nona Shenna ngapain video call segala," seru Sherly.


"Ada apa sayang?" tanya Tora.


"Ini, Nona Shenna video call aku."


"Angkat sajalah, mungkin ada perlu."


Sherly tidak sadar kalau saat ini dia sedang tidur bersama Tora suaminya, dan Sherly mengangkat sambungan video call itu.


"Ada apa, Nona?"


"Apa kamu sudah tidur, Sher?"


"Baru mau sih, Nona."


"Begini, besok ada rapat tolong kamu pimpin rapat soalnya aku sama sekali tidak bisa keluar rumah."


"Baik, Nona."


Tiba-tiba pandangan Shenna tertuju kepada pria yang sudah berbaring di samping Sherly, lalu pria itu membalikan tubuhnya membuat Shenna terkejut.


"Tora, bukannya itu Tora ya, asistennya Ken?" tanya Shenna.

__ADS_1


Ken yang sedang mengotak-ngatik laptop di samping Shenna, langsung melihat ke arah ponsel Shenna.


"Iya sayang, itu si Tora," seru Ken.


Tora yang mendengar suara Bosnya langsung terbangun, dan mereka tampak terkejut.


Ken merebut ponsel Shenna. "Ada hubungan apa kalian?" tanya Ken.


Tora menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia cengengesan.


"Aku dan Sherly sebenarnya suami istri Bos," sahut Tora dengan cengirannya.


"Apa?"


Ken dan Shenna terkejut mendengar jawaban dari Tora.


"Kenapa kamu tidak bilang?" kesal Ken.


"Dasar."


Setelah berbincang-bincang, Ken pun memutuskan sambungan video call mereka.


"Pantas saja Sherly gercep banget tahu kalau ada apa-apa dengan perusahaan kamu, ternyata mereka suami istri," seru Shenna.


"Pintar sekali mereka menyembunyikan identitas mereka, tapi aku salut sama mereka, mereka adalah pasangan suami istri yang sangat hebat," sahut Ken.


"Iya."


***

__ADS_1


1 bulan kemudian.....


Tidak terasa, hari ini adalah hari pernikahan Gian dan juga Jenny. Semua orang sangat bahagia karena Gian dan Jenny sudah tidak punya orangtua jadi Shenna dan Vlo berdo'a, semoga Gian dan Jenny akan selalu bersama saling melengkapi satu sama lain.


Setelah sebelumnya prosesi ijab kabul, malam ini mereka mengadakan resepsi pernikahan. Banyak tamu undangan yang datang, hingga tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka berdua.


"Jenny, aku tidak menyangka kamu akan menikah dengan pria miskin seperti dia," hina Ragil.


"Tidak apa-apa, meskipun dia miskin setidaknya dia bukan pria yang bisanya hanya bernaung di bawah ketiak orangtua, seperti kamu," sahut Jenny dengan merangkul lengan Gian.


Ragil mengepalkan tangannya, dan dia menatap Gian.


"Kamu tahu, Jenny adalah bekas aku. Memangnya kamu mau menikah dengan wanita yang sudah sering aku peluk, aku cium, bahkan aku sudah puas merasakan manisnya bibir Jenny. Apa kamu tidak menyesal menjadi pria yang mendapatkan wanita bekas aku?" sindir Ragil.


Jenny terlihat sangat marah, dia hendak menampar Ragil tapi Gian menahannya.


"Aku tidak peduli Jenny bekas pelukan siapa, dan aku juga tidak peduli setulus apa cinta Jenny kepadamu di masa lalu, bahkan aku tidak peduli seberapa lama Jenny merangkai kenangan di masa lalu bersama mu, karena yang terpenting saat ini Jenny sudah menjadi milikku dan aku tidak akan membiarkan pria mana pun menyentuh Jenny lagi, apalagi itu adalah masa lalunya yang seharusnya sudah lama dibuang jauh-jauh," seru Gian dengan senyumannya.


Ragil bungkam, dia semakin geram dengan ucapan Gian. Dia memang sama sekali tidak diundang, tapi tujuan dia datang hanyalah untuk menghancurkan Jenny dan berharap Gian akan terpengaruh dengan kata-katanya.


"Sorry bro, pintu keluar di sebelah sana, silakan keluar karena kalau dalam waktu 5 menit kamu tidak keluar, jangan salahkan aku jika kamu akan aku kirim ke rumah sakit," seru Vincent.


Ragil tidak ada pilihan lain, akhirnya dia pun memilih keluar meninggalkan tempat pesta.


Setelah kepergian Ragil, pesta pun berlanjut dengan sangat meriah.


Akhirnya ketiga wanita cantik itu menemukan kebahagiaannya dan yang terpenting, si Cogan, si Bruno, dan si Kinderjoy sudah menemukan bestie mereka masing-masing.


- END -

__ADS_1


Akhirnya sudah selesai juga, terima kasih bagi pembaca yang masih setia dengan karya-karya recehku🙏🙏


__ADS_2