
Keesokan harinya...
Semuanya sudah berkumpul di Bandara, mereka memutuskan untuk menggunakan jet pribadi milik Ken. Mereka berencana akan liburan selama satu Minggu ke Benua Erofa.
Terlihat wajah Vincent cemberut membuat semua orang bingung.
"Kamu kenapa cemberut kaya gitu? pengantin baru harus happy dong," seru Shenna.
"Aku kesal sama Vlo, sudah tahu tadi malam aku dan Bruno sudah siap tarung, eh dia malah tidur, kan kesal aku jadinya," sahut Vincent dengan kesalnya.
Vlo mencubit lengan Vincent gemas, bisa-bisanya dia berkata seperti itu di depan para sahabatnya. Sedangkan yang lainnya menertawakan Vincent dan Vlo.
Semuanya mulai memasuki jet pribadi Ken yang sangat mewah itu, bahkan Gian yang baru pertama kali naik pesawat tampak melongo.
"Tutup mulutnya, nanti lidah aku masuk," goda Jenny.
"Astagfirullah, kalau kedengaran yang lainnya bagaimana?" seru Gian dengan menutup mulut Jenny.
Jenny terkekeh, mereka pun duduk di tempat masing-masing dan jet pribadi Ken mulai mengudara menuju Benua Erofa.
Selama dalam perjalanan, mereka terlihat sangat bahagia bahkan mereka bercanda bersama.
Hingga akhirnya setelah perjalanan panjang, mereka pun sampai di Benua biru itu. Mereka langsung memesan kamar, hanya Gian dan Jenny yang kamarnya terpisah karena mereka belum menikah.
Shenna merebahkan tubuhnya, sungguh perjalanan jauh membuat tubuhnya lelah bahkan tidak tahu kenapa akhir-akhir ini dia cepat sekali mengantuk dan malas ngapa-ngapain.
"Sayang, kita cari makan yuk!" ajak Ken.
"Astaga Ken, aku malas kamu pesan saja layanan hotel," sahut Shenna dengan memejamkan matanya.
"Ayolah sayang, aku ingin makan steak di restoran gitu," rengek Ken.
"Tapi aku sedang malas Ken, aku ingin tidur."
"Oh, ingin tidur ya," seru Ken dengan gemasnya.
Ken langsung menggelitik pinggang Shenna membuat Shenna tertawa.
"Apaan sih Ken, hentikan geli tahu."
"Pokoknya aku gak bakalan menghentikannya sebelum kamu mau mengikuti semua keinginanku."
"Oke-oke ampun."
Ken tersenyum dan menghentikan aksinya, sedangkan Shenna tampak ngos-ngosan merasa capek akibat ulah Ken.
"Kamu memang suami yang menyebalkan, Ken. Awas saja kalau pulang makan, kamu minta bersarang, aku gak mau," ancam Shenna.
"Aku janji, soalnya si Cogan sudah aku suruh tidur."
Shenna mendelikan matanya, akhirnya dengan terpaksa Shenna pun mengikuti apa yang menjadi keinginan suaminya itu.
__ADS_1
Sementara itu di kamar Vlo, Vincent sudah siap-siap karena dia sudah tidak tahan ingin memanjakan si Bruno.
"Sayang, kok lama sih? buruan keluar!" teriak Vincent.
"Iya, sebentar."
Tidak lama kemudian, Vlo pun keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya Vlo saat melihat Vincent yang sudah rebahan di atas tempat tidur dengan tanpa memakai apa pun membuat Vlo melotot.
Apalagi melihat sesuatu yang sudah berdiri tegak tapi bukan Menara Eiffel ataupun Menara kembar Petronas.
"Kamu apa-apaan sih, Vincent?" sentak Vlo.
"Sini sayang, kamu lihat si Bruno sudah suah siap tempur seperti ini," seru Vincent dengan senyumannya.
"Astaga, kamu memang tidak tahu malu."
Vincent kesal dengan Vlo yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, akhirnya Vincent bangun dan mengangkat tubuh Vlo kemudian merebahkannya di atas tempat tidur.
"Tunggu, Vincent."
"Ada apa lagi?"
"Aku masih belum siap ini."
Vincent sangat gemas sekali, Vincent sudah tidak mau mendengar ocehan Vlo. Kali ini Vincent membuat telinganya tuli.
"Aaaaa...."
"Ada apa, sayang?" tanya Vincent kaget.
"Apaan sih, masuk juga belum," sahut Vincent.
Vincent dengan cepat melakukan kewajibannya sebagai suami istri, si Bruno sungguh sangat ganas di atas ranjang sampai-sampai tubuh Vlo menggelinjang ke sana kemari.
Vincent tidak salah menamakan juniornya dengan nama Bruno, karena bisa membuat Vlo sampai tidak bisa diam.
Berbeda dengan kedua sahabatnya, Jenny memilih untuk istirahat begitu pun dengan Gian.
***
Keesokan harinya....
Mereka memutuskan untuk jalan-jalan dan shopping, berbelanja apa pun yang para wanita inginkan.
Kebetulan saat ini di Eropa sedang musim panas, dan ketiga wanita cantik itu memutuskan untuk memakai mini dress tanpa lengan membuat para pria cemberut.
Bagaimana tidak cemberut, para wanitanya menjadi pusat perhatian para bule di sana, bahkan tatapan para bule itu seakan ingin menerkam Shenna, Vlo, dan juga Jenny.
"Kalian lihat tidak, mereka dari tadi cemberut?" bisik Shenna.
"Heem, mereka tidak suka melihat pakaian kita," sahut Vlo.
__ADS_1
"Bodo amat, pokoknya hari ini kita buat para pria itu cemburu. Kita panas-panasin mereka, semarah apa kalau ada bule yang mendekati kita," seru Jenny.
Ketiganya berjalan di depan dengan berfoto bersama sembari tertawa riang.
"Lihatlah, bahkan mereka hanya berfoto bertiga dan kita diabaikan," kesal Vincent.
"Sungguh keterlaluan mereka," sahut Ken.
Di saat mereka berjalan melewati sungai yang indah, ketiga wanita cantik itu sangat bahagia.
"Ladies, itu ada bule tampan, bagaimana kalau kita pura-pura minta foto sama mereka," seru Shenna.
"Setuju."
Ketiganya segera berlari menghampiri 3 bule yang sedang duduk di kursi yang ada di pinggiran sungai, ketiga wanita cantik itu dengan cepat menghampiri mereka dan meminta foto bersama.
"Loh-loh, mereka ngapain itu?" sentak Gian.
"Wah, sudah mulai kecentilan mereka," geram Vincent.
"Sepertinya mereka harus diberi hukuman ini," sambung Ken.
Ketiga pria tampan itu dengan geramnya menghampiri para wanita mereka dan dengan cepat menjewer telinga pasangannya masing-masing.
"Aduh sakit, Ken," keluh Shenna.
"Sakit Vincent, apaan sih kamu main jewer-jewer segala!" sentak Vlo.
"Gian, my honey bunny sweety lepaskan sakit sayang, nanti bagaimana kalau telingaku copot," seru Jenny.
"Kalian ya, benar-benar kecentilan berani sekali menggoda bule di depan kita," geram Ken dengan emosinya.
"Hai, ini ada apa? kalian jangan kasar kepada wanita," seru salah satu bule dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Jangan ikut campur, mereka ini adalah wanita-wanita kami jadi kalian tidak akan bisa mendapatkan mereka!" bentak Vincent dengan menggunakan bahasa Inggris juga.
Ketiga pria bule itu saling pandang satu sama lain.
"Maaf, kami tidak suka wanita jadi kami tidak akan merebut wanita kalian," seru bule yang satunya lagi dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Hah...."
Ken, Vincent, dan Gian sampai melongo mendengar jawaban si bule itu dan kemudian melepaskan jeweran mereka.
"Nanti malam, kamu jangan tidur denganku!" bentak Shenna.
"Kamu juga, tidur saja di luar!" bentak Vlo.
"Dan kamu, jangan pegang-pegang aku!" sentak Jenny.
Ketiga wanita itu langsung pergi meninggalkan para pria.
__ADS_1
"Hai sayang, jangan begitu!" teriak ketiganya bersamaan.
Ken, Vincent, dan Gian segera menyusul para wanitanya yang saat ini sedang ngambek. Entah dengan cara apa mereka membujuk dan meminta maaf kepada para wanitanya itu.