Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 26 Sedikit Perhatian


__ADS_3

Seperti biasa, Shenna, Ken, dan Naufal sedang sarapan bersama. Naufal begitu sangat perhatian kepada kakak iparnya itu membuat Ken sedikit kesal kepada adiknya.


"Bang, nanti malam Naufal pinjam mobil ya."


"Mau ke mana?"


"Biasalah mau ngajak jalan-jalan cewek."


"Tidak, kamu pakai saja motor kamu."


"Ayolah Bang, masa Naufal ngajak jalan-jalan cewek harus pakai motor sih, kan kasihan kedinginan kena angin malam. Bagaimana kalau dia masuk angin? memangnya Abang mau tanggung jawab apa?" seru Naufal.


"Idih, ngapain tanggung jawab?" ketus Ken.


"Dek, nanti malam kamu pakai mobil Kakak saja," seru Shenna.


"Hah, serius Kakak ipar? Kakak ipar mau minjemin Naufal mobil?"


"Iya, pakai saja. Abang kamu itu tidak tahu bagaimana membahagiakan wanita, orang dia gak pernah pacaran," ledek Shenna.


"Apa kamu bilang? pokoknya aku tidak mengizinkan kamu meminjamkan mobil kepada Naufal!" tegas Ken.


"Memangnya kenapa? ini kan, mobil aku yang Naufal pakai bukan mobilmu," ketus Shenna.


"Pokoknya aku bilang tidak ya, tidak!" bentak Ken.


Ken pun bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Shenna dan Naufal.


"Si kuda Nil kenapa sih? pagi-pagi sudah marah-marah, apa dia sedang datang bulan?" gerutu Shenna.


"Bang Ken memang seperti itu Kakak ipar, selalu melarang Naufal untuk membawa mobil padahal Naufal kan, sudah besar bisa jaga diri sendiri."


"Sudah jangan dipikirkan, nanti malam kamu pakai mobil Kakak saja dan ini kuncinya."


Shenna menyerahkan kunci mobilnya kepada Naufal.


"Loh, kok Kakak Ipar memberikan kuncinya sekarang? terus Kakak ipar mau naik apa ke kantor?"


"Kakak naik taksi online saja, lagipula nanti Kakak akan pulang malam soalnya Kakak ada acara sama Vlo dan Jenny."

__ADS_1


"Oh begitu ya, terima kasih Kakak iparku yang cantik hanya Kakak ipar yang mengerti akan perasaanku."


Shenna hanya menyunggingkan senyumannya, setelah selesai sarapan Shenna pun langsung berangkat ke kantor dengan menggunakan taksi online.


Sementara itu di dalam mobilnya, Ken melihat cctv yang dia sambungkan ke ponsel pintar miliknya. Diam-diam, Ken memang suka memantau keadaan rumahnya karena bagaimana pun Naufal adalah adik satu-satunya, walaupun mereka tidak akur tapi Ken sangat menyayangi Naufal.


"Lah, si rubah ngapain naik taksi online? benar-benar ya tuh si Rubah, lama-kelamaan si Naufal bakalan besar kepala karena sudah ada yang selalu membelanya sekarang," gumam Ken.


***


Sementara itu di restoran, seperti biasa pagi-pagi Jenny datang dan Gian sudah terduduk di depan restoran dengan tatapan seperti sedang melamun.


Melihat mobil Jenny datang, Gian pun segera berdiri dan dia hanya menganggukkan kepalanya saat Jenny keluar dari dalam mobilnya.


"Dia kenapa selalu sampai lebih awal sih? padahal waktu masuk masih satu jam lagi," batin Jenny.


Restoran Jenny buka pukul 8 pagi, dan Jenny suka datang lebih awal untuk membuka restorannya dan mengecek bahan-bahan supaya tidak kebablasan.


Jenny pun segera membuka restorannya dan Gian pun ikut masuk.


"Gian, kenapa kamu selalu datang lebih awal? ini baru jam 7, dan restoran ini baru buka jam 8, jadi jam kerja kamu masih satu jam lagi," seru Jenny.


"Tapi kamu itu Chef di sini, bersih-bersih restoran bukan bagian dari pekerjaan kamu."


Gian terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa lagi.


"Ya sudah, mulai sekarang selain sebagai Chef, kamu akan merangkap menjadi asisten aku jadi, sekarang kamu bisa bantu aku mengecek bahan-bahan di dapur," seru Jenny.


"Baik Bu, terima kasih."


Jenny pun segera pergi ke dapur, begitu pun dengan Gian setelah berganti baju dengan seragam Chefnya, Gian pun membantu Jenny mengecek bahan-bahan makanan.


Jenny fokus mengecek kulkas besarnya, dan Gian berdiri di belakang Jenny ikut memperhatikan tapi Jenny tidak tahu kalau Gian sedang berada di belakang sehingga di saat Jenny membalikan tubuhnya, dia menubruk dada bidang Gian dan hampir saja terjatuh kalau Gian tidak menahannya.


Untuk sesaat keduanya saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya Gian tersadar dan membenarkan posisinya. Keduanya langsung salah tingkah.


"Apa Ibu sudah sarapan?" tanya Gian dingin.


"Belum."

__ADS_1


"Sebentar, saya buatkan nasi goreng untuk Ibu."


Gian pun langsung membuatkan nasi goreng untuk Jenny, Jenny duduk dan memperhatikan Gian memasak. Jenny sedikit menyunggingkan senyumannya, entah kenapa jantung Jenny selalu berdebar kalau dekat dengan Gian.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Gian pun selesai membuat nasi goreng seafood untuk Jenny.


"Silakan Bu, dicicipi hasil masakanku."


Gian pun kembali bekerja, Jenny melihat kalau nasi gorengnya terlalu banyak dan Jenny pun mengambil piring satu lagi dan membagi dua nasi goreng itu.


"Gian, ayo sarapan bareng."


"Ah, tidak usah Bu, saya sudah sarapan di rumah."


"Jangan bohong, aku tahu kamu belum sarapan. Sudah jangan banyak membantah atau aku pecat kamu sekarang juga," ancam Jenny.


Gian kaget, dengan terpaksa Gian pun duduk di hadapan Jenny dan mulai melahap nasi goreng buatannya sendiri.


Memang sebenarnya Gian sama sekali belum sarapan, setiap hari dia hanya menyiapkan sarapan untuk Neneknya sedangkan dia, tidak pernah sarapan sama sekali. Gian lebih mementingkan Neneknya dibandingkan dirinya sendiri, tidak apa-apa dia kelaparan asalkan jangan Neneknya yang kelaparan.


Lagi-lagi Jenny menyunggingkan senyumannya, entah kenapa Jenny benar-benar tertarik dengan pria tampan nan sederhana di hadapannya ini padahal banyak sekali pria yang mendekati Jenny tapi tidak ada yang membuatnya penasaran seperti Gian.


*


*


*


Sekali lagi, buat pemenang segera menghubungi Author dan kirim nomor kalian supaya Author bisa mengisi pulsa kalian🥰🥰






__ADS_1


__ADS_2