Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 49 Liburan Bersama Part II


__ADS_3

Malam ini Ken dan Vincent terpaksa tidur di kamar Gian karena para istrinya sedang merajuk.


Ken, Vincent, dan Gian tidur dalam satu ranjang karena kebetulan ranjangnya king size jadi sangat cukup untuk mereka bertiga. Ken dan Vincent tidak bisa tidur, mereka berdua terus saja guling sana dan guling sini membuat Gian membuka matanya kembali.


"Kalian kenapa sih? gak bisa diam? rusuh banget tidur sama kalian," seru Gian.


"Kamu gak bakalan ngerti rasanya tidur tanpa istri, sungguh sangat menyiksa," sahut Ken.


"Apalagi aku yang baru kemarin menikah, si Bruno lagi semangat-semangatnya ini," sambung Vincent.


"Oh iya, nama junior kamu apa, Ian?" tanya Ken.


"Junior apaan? memangnya harus ya punya nama?" sahut Gian.


"Iyalah, namanya juga kesayangan jadi harus punya nama," seru Ken.


Gian tampak berpikir, hingga beberapa lama kemudian dia menemukan nama yang tepat untuk juniornya.


"Aku tahu, namanya sesuai dengan kepribadianku yang selalu minder dan kurang percaya diri," sahut Gian.


"Apaan tuh?" tanya Ken dan Vincent bersamaan.


"Namanya KINDERJOY."


"Hah, KINDERJOY? kaya makanan anak-anak saja," seru Vincent.


"Eits, jangan salah itu ada singkatannya."


"Apa?"


"KINDERJOY, kadang minder tapi selalu bikin enjoy," sahut Gian dengan menaik turunkan alisnya.


"Busyet, ada-ada aja kamu," seru Vincent dengan kekehannya.


Akhirnya malam itu ketiga pria tampan itu memutuskan untuk saling curhat satu sama lain, hingga tanpa terasa ketiganya pun mulai ngantuk dan terlelap menuju alam mimpi mereka.


***


Keesokan harinya...


Para pria sudah menyiapkan kejutan untuk para wanitanya supaya para wanitanya tidak marah lagi dan mau memaafkan mereka.


Setelah sarapan bersama, para pria mengajak wanita-wanitanya jalan-jalan ke pantai, dan benar saja mereka sangat bahagia.

__ADS_1


Shenna, Vlo, dan Jenny berbeda dengan para wanita pada umumnya yang senang diajak shoping dan dibelikan barang-barang mewah, mereka sudah punya semuanya harta yang melimpah dan juga barang-barang branded yang memenuhi lemari mereka.


Bagi mereka, jalan-jalan bersama orang tercinta merupakan hal yang paling membahagiakan.


"Huawaaa...terima kasih sayang sudah ajak ke pantai, sudah lama aku tidak pergi ke pantai," seru Shenna dengan memeluk Ken.


"Ih, kamu menggemaskan sekali sih," seru Vlo dengan mencium pipi Vincent.


"Terima kasih sudah bawa aku ke sini," seru Jenny memeluk Gian.


Para pria sangat bahagia, ternyata semudah itu mereka bisa membuat para wanita bahagia.


Mereka tampak bahagia bermain air di sana, hingga cukup lama mereka bermain dan mereka pun duduk berjejer di atas pasir sembari menatap hamparan laut yang begitu sangat luas.


"Kalian tahu Vlo, Jen, tidak terasa sekarang kita sudah punya pasangan masing-masing padahal rasanya baru kemarin kita sekolah bareng, merintis usaha bareng, dan sekarang kita sudah mempunyai segalanya," seru Shenna dengan senyumannya.


"Iya Shen, kita saling bantu dan bahkan sempat nyari pinjaman ke mana-mana untuk modal usaha," sahut Vlo.


"Dan sekarang, semuanya sudah membuahkan hasil. Kita mempunyai usaha sendiri dan pasangan yang akan selalu menemani kita," sambung Jenny.


Ken, Vincent, dan Gian menatap wanitanya masing-masing, jujur mereka sangat bangga kepada wanita mereka yang begitu sangat mandiri dan hebat.


"Oh iya, ada sesuatu yang mau kita katakan kepada kalian," seru Ken.


"Apa?"


"HI, LADIES! I LOVE YOU!" teriak ketiganya dengan menghadap ke arah lautan.


Ketiganya membalikan tubuhnya, mata Shenna, Vlo, dan Jenny sudah berkaca-kaca. Mereka pun bangkit dari duduknya dan berlari ke arah para pria dan memeluknya.


"I love you, too," seru ketiganya bersamaan.


Hoek..Hoek..Hoek..


Semuanya langsung menatap ke arah Ken. "Kamu kenapa, Ken?" tanya Shenna.


"Aku gak tahu, akhir-akhir ini perutku mual terus," sahut Ken.


Shenna menyentuh kening Ken. "Tapi badan kamu tidak panas."


"Kamu masuk angin kali, Ken," seru Vincent.


"Lebih baik kita kembali ke hotel, nanti biar aku kerok badanmu," seru Gian.

__ADS_1


Akhirnya karena khawatir, mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, mereka berkumpul di kamar Shenna dan Gian memijat dan mengerok punggung Ken.


"Pelan-pelan Ian, sakit," keluar Ken.


"Kayanya kamu gak masuk angin Ken, lebih baik dibawa periksa saja Shen ke dokter," seru Gian.


"Ya sudah, sekarang kita ke dokter," ajak Shenna.


Shenna dan Ken pun memutuskan pergi ke dokter untuk memeriksakan keadaan Ken, mereka pergi berdua menggunakan taksi. Sesampainya di rumah sakit yang berada di Negara Perancis itu, Shenna dan Ken masuk ke ruangan dokter setelah sebelumnya menunggu lumayan lama.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter dengan menggunakan bahasa Inggris.


"Begini dok, suami saya muntah-muntah dan dia juga sering mengalami mual," sahut Shenna.


"Baiklah, silakan Tuan berbaring di atas ranjang, biar saya periksa terlebih dahulu."


Ken pun naik ke atas ranjang pasien, dan dokter mulai memeriksa keadaan Ken.


Dokter itu tampak mengerutkan keningnya, lalu dokter itu menyuruh Shenna untuk naik ke atas ranjang dan memeriksa keadaan Shenna.


"Sudah ku duga," seru dokter.


"Sudah ku duga apa, dok? kenapa dokter memeriksa aku juga? yang sakit itu suamiku bukan aku," seru Shenna bingung.


"Begini Nona, suami Nona tidak sakit apa-apa tapi saat ini anda sedang mengandung. Usia kandungan anda baru saja 3 Minggu dan sepertinya suami anda yang mengalami ngidamnya."


Shenna dan Ken saling pandang satu sama lain, masih belum sadar. Hingga beberapa detik kemudian, Shenna membelalakkan matanya.


"Sa-saya ha-mil, dokter?" tanya Shenna gagap.


"Iya, apakah kalian sedang liburan di sini?"


"Iya."


"Kalau begitu, saya akan memberikan obat penguat kandungan supaya kandungan anda sehat saat dalam melakukan perjalanan menuju pulang nanti."


Setelah diperiksa, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Ken sangat bahagia mendengar kalau Shenna hamil, tidak membutuhkan waktu lama untuk Ken menunggu, sekarang di dalam perut Shenna sudah tumbuh calon buah hatinya.


"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia mendengar kamu hamil. Dan jika saat ini aku hubungi kedua orangtuaku, aku yakin mereka akan langsung pulang," seru Ken.


"Aku tidak menyangka, ternyata aku hamil," sahut Shenna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Sesampainya di hotel, Ken memberitahukan hasil pemeriksaan dokter dan tentu saja Vlo dan Jenny sangat bahagia.

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena mereka tidak mau sampai terjadi kenapa-napa dengan kandungan Shenna.


__ADS_2