
Vincent hendak pergi tapi Lusi lagi-lagi menahan Vincent.
"Kamu salah orang, jadi jangan ganggu aku," seru Vincent.
Lusi pun berdiri di hadapan Vincent dan menghalangi langkah Vincent, tiba-tiba Vlo menuruni anak tangga dan mengerutkan keningnya saat melihat Lusi sedang menghalangi Vincent.
"Maaf Nona Lusi, kenapa anda menahan sopirku?" seru Vlo.
Lusi pun menoleh dan Vincent langsung berlari bersembunyi di belakang tubuh Vlo.
"Nona Vlo, dia calon suamiku bukan sopir anda," sahut Lusi.
"Apa, calon suami?" seru Vlo bingung.
"Iya, namanya Vincent kan? dia calon suamiku Nona, kita di jodohkan oleh kedua orangtua kita."
Vlo menatap ke arah Vincent dan Vincent langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak Nona, wanita itu gila. Aku bukan calon suaminya lagipula, mana mungkin wanita itu mau sama sopir seperti aku," gugup Vincent.
"Nona Lusi, mungkin Nona salah orang. Lagipula, nama Vincent itu banyak mungkin hanya mirip saja," seru Vlo membela Vincent membuat Vincent menyunggingkan senyumannya.
Lusi tampak bingung, tapi wajahnya sangat mirip dengan Vincent yang dijodohkan dengannya.
"Ah iya, mungkin mirip."
Lusi pun memutuskan untuk melanjutkan niatnya untuk merawat diri soalnya nanti malam, dia akan mengadakan pertemuan dengan Vincent dan kedua orangtuanya.
"Kamu itu kenapa sih, setiap ada wanita yang deketin kamu selalu saja bersembunyi di belakang tubuhku, kamu takut sama wanita?" tanya Vlo.
"Iya, aku takut kecuali sama Nona."
"Kenapa sama aku gak takut?"
"Hanya pria bodoh yang takut sama wanita cantik seperti Nona."
"Gombal."
Vlo pun menghampiri resepsionis dan mengobrol dengan para karyawannya, sedangkan Vincent tampak menyunggingkan senyumannya.
"Kalau wanita seperti kamu, maunya aku ajak nikah aja. Sudah kebayang, bagaimana tubuh kamu indahnya luar biasa," batin Vincent dengan mengkhayal yang tidak-tidak.
__ADS_1
Vincent melihat ke arah Bruno, dan ternyata Bruno sudah mulai bangun.
"Alhamdulillah, ternyata si Bruno gak kenapa-napa. Kamu memang hebat Bruno, baru ngebayangin aja sudah bangun apalagi kalau beneran, pasti kamu langsung menerkam mangsa kamu," batin Vincent.
Vincent pun melanjutkan sarapannya dengan memperhatikan Vlo yang sedang berdiskusi dengan para karyawannya. Pintu klinik kembali terbuka, Nina pun menyambutnya dengan ramah. Saking fokusnya memperhatikan Vlo, Vincent tidak sadar kalau tamu itu duduk di samping Vincent dan mulai mengelus paha Vincent.
"Vlo, jangan ngelus-ngelus nanti si Bruno bangun," seru Vincent dengan terus memperhatikan Vlo.
Otak Vincent memang dipenuhi Vlo, sehingga kadang-kadang kewarasannya hilang. Vincent mulai sadar, dia melotot saat melihat Vlo masih berbincang-bincang dengan karyawannya.
"Lah, terus ini tangan siapa?" gumam Vincent.
Perlahan Vincent menoleh, wanita seksi yang berada di samping Vincent tersenyum nakal kepada Vincent membuat Vincent kaget sampai terjungkal dari atas kursi.
"Allahuakbar."
Vincent kembali berlari dan bersembunyi di tubuh Vlo.
"Kamu apa-apaan sih?" sentak Vlo.
"Nona, tolong ada ondel-ondel gerayangi paha aku."
"Ondel-ondel?"
"Mas, kok Mas lari sih? sini, aku bisa membuat Mas puas loh," seru wanita itu dengan genitnya.
"Ogah, amit-amit aku ngeri lihatnya," sahut Vincent.
Vlo sampai menahan tawanya melihat tingkah Vincent yang kelihatan ketakutan itu.
"Ih kok Mas takut sih sama aku? semua orang mengatakan kalau aku itu seksi bahkan mereka bilang, kalau tubuh aku itu spek bidadari loh."
Vlo hampir tersedak lidah sendiri saat wanita itu mengatakan hal yang diluar nalar.
"Bahkan Nona Vlo saja bodynya kalah jauh sama aku," seru wanita itu dengan mengibaskan rambut panjangnya.
Vlo melipat kedua tangannya di dada dan menatap wanita itu dengan senyuman sinisnya.
"Modal pamer paha dan dada disebut spek bidadari?" seru Vlo.
"Iya, semua pria bilang seperti itu sama aku," sahutnya dengan bangga.
__ADS_1
Vlo mendekati wanita itu dan membisiskan sesuatu kepadanya.
"Makanya jadi wanita itu jangan bodoh, hingga akhirnya kamu dibodohi sama mereka. Paha dan dada kamu diumbar-umbar dengan murahnya, dan kamu bilang tubuh kamu spek bidadari, aku mau tanya sama kamu, memangnya sejak kapan bidadari jual diri?" bisik Vlo.
Wanita itu melotot, bahkan wajahnya terlihat sudah sangat memerah.
"Tapi gak apa-apa, yang penting aku masih terlihat cantik," seru wanita itu.
"Nona, aku kasih tahu ya, jangan wajah saja yang terlihat cantik tapi hati juga harus cantik dong karena umur manusia itu tidak ada yang tahu. Bagaimana kalau habis pulang dari sini Nona tiba-tiba meninggal, ingat loh, yang ditanya Malaikat itu bukan wajah yang cantik karena Malaikat gak bakalan baper lihat wajah Nona," ledek Vlo.
Seketika tawa Vincent pecah, bahkan semua karyawan Vlo pun ikut tertawa membuat wanita itu kesal dan marah. Wanita itu langsung pergi dari klinik Vlo dan tidak jadi melakukan perawatan.
Sedangkan Vincent, dia tidak sadar merangkul pundak Vlo sembari terus tertawa. Vlo melihat pundaknya, lalu menatap Vincent dengan tatapan tajamnya.
"Nona memang hebat," seru Vincent.
"Lepaskan tanganmu!" seru Vlo dingin.
"Ah iya, maaf Nona."
Vlo pun melangkahkan kakinya menuju ruangannya, sementara itu Vincent hanya bisa menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal sembari cengengesan.
*
*
*
Halo guys, selamat untuk 5 pemenang komentar terbaik dan mendapatkan pulsa masing-masing 20k🥰🥰
Sekali lagi selamat untuk para pemenang, bagi yang namanya ada di atas segera hubungi aku untuk mengirimkan nomor kalian.
__ADS_1
Bisa masuk GC aku, PC aku, atau DM juga boleh ke IG aku @Poppy.susanti.7927