Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 32 Kembalinya Para Mantan ( Shenna )


__ADS_3

Siang ini Shenna ada janji akan bertemu dengan rekan bisnisnya di sebuah restoran.


"Sherly, kok kamu tidak tahu nama pemilik perusahaan itu?" seru Shenna.


"Saya benar-benar tidak tahu Nona, soalnya orang itu tidak pernah mempublikasikan dirinya. Hanya saja menurut informasi yang saya dapatkan, beliau tidak pernah bertemu dengan rekan bisnisnya dan baru sekarang dia mau bertemu langsung dengan Nona," sahut Sherly.


"Serius kamu?"


"Serius Nona, saya juga sampai kaget soalnya biasanya yang bertemu itu asistennya saja."


Shenna tampak terdiam, entah kenapa perasaannya merasa tidak enak. Tidak membutuhkan waktu lama, Sherly pun menepikan mobilnya di sebuah restoran mewah.


"Silakan, Nona!"


Sherly membukakan pintu mobil untuk Shenna, Shenna berdiri mematung sungguh saat ini perasaan dia sangat tidak enak.


"Ayo Nona, beliau sudah menunggu dari tadi," seru Sherly.


"Ah iya."


Shenna dan Sherly pun masuk ke dalam restoran itu, dan ternyata rekan bisnis Shenna sudah menunggu di sebuah privat room.


"Kenapa kita harus bertemu di privat room sih?" kesal Shenna.


"Maaf Nona, saya kurang tahu soalnya ini permintaan beliau."


Shenna semakin penasaran dengan orang itu, tapi tidak bisa dipungkiri kalau jantung Shenna saat ini sedang tidak baik-baik saja bahkan jantung Shenna berdegup tak karuan.


"Astaga, ada apa ini?" batin Shenna.

__ADS_1


Perlahan Sherly membukakan pintu untuk Shenna.


"Silakan masuk, Nona."


Shenna berjalan dengan sangat pelan, seorang pria sedang duduk dengan posisi membelakangi Shenna. Asisten pria itu tampak membungkukkan tubuhnya saat melihat Shenna masuk ke dalam ruangan privat itu.


"Selamat siang Nona, Bos saya sudah menunggu," seru Asisten pria itu.


Perlahan Shenna melangkahkan kakinya, dan pria itu mulai bangkit dari duduknya. Pria itu membalikan tubuhnya, Shenna sangat terkejut bahkan Shenna memundurkan langkahnya saking terkejutnya.


"Romi," gumam Shenna.


"Apakabar, Shenna?"


Shenna tidak bisa berkata apa-apa lagi, sungguh dia sangat syok saat ini. Romi adalah mantan Shenna tapi lebih tepatnya mereka belum putus karena saat itu ada sesuatu hal yang mengharuskan mereka berpisah.


Mata Shenna mulai berkaca-kaca, terlihat sekali kalau saat ini Shenna masih mencintai Romi dan sangat merindukan Romi. Romi dengan cepat menghampiri Shenna dan langsung memeluk Shenna membuat Shenna kaget bahkan Sherly pun tak kalah kagetnya.


"Aku sangat merindukanmu, Shenna. Maafkan aku karena aku sudah meninggalkanmu tanpa pamit terlebih dahulu," seru Romi.


Airmata Shenna menetes dengan sendirinya, Shenna bagaikan manusia bodoh yang hanya bisa diam mematung tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ya Allah, bagaimana kalau Tuan Ken melihat semua ini?" batin Sherly khawatir.


Shenna dan Romi berpisah bukan karena orang ketiga, bukan juga karena sudah tidak saling cinta, tapi dulu Kakek Shenna tidak merestui hubungan Shenna dan Romi karena Romi adalah orang miskin dan tidak pantas untuk menjadi pendamping Shenna.


Hingga akhirnya Romi terpaksa harus pergi tanpa pamit kepada Shenna, karena Kakek Shenna mengancam akan membuat kedua orangtua Romi menderita sehingga Romi mau tidak mau harus pergi meninggalkan Shenna, wanita yang sangat dia cintai itu.


Selama 3 tahun, Romi pergi dan bekerja keras supaya Romi bisa kembali dan memantaskan diri untuk menikahi Shenna. Dan kerja keras Romi ternyata membuahkan hasil, Romi menolong seseorang yang membutuhkan donor darah dan ternyata orang itu seorang pengusaha kaya raya.

__ADS_1


Romi diangkat menjadi anak, dan diberi sebuah perusahaan yang saat ini sedang dia pegang itu.


Shenna tersadar dan langsung melepaskan pelukan Romi. Romi kaget melihat Shenna menangis, Romi hendak menghampiri Shenna dan ingin menghapus airmata Shenna tapi Shenna menepis tangan Romi dan memilih berlari meninggalkan ruangan itu.


"Shenna tunggu!" teriak Romi.


Romi mengejar Shenna, begitu pun dengan Sherly dan Asisten Romi yang ikut menyusul. Shenna terus berlari dengan deraian airmata, hatinya begitu sangat sakit.


Romi berhasil menarik tangan Shenna. "Shenna tunggu, jangan seperti ini aku mohon. Aku akan jelaskan semuanya sama kamu, jadi kamu jangan menangis lagi," seru Romi dengan menghapus airmata Shenna.


"Sudahlah Rom, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Lepaskan aku, aku mau pergi," seru Shenna dengan berusaha melepaskan tangannya.


"Tidak, pokoknya aku ingin kamu tahu apa alasan aku meninggalkanmu karena aku masih sangat mencintaimu, Shenna."


"Tapi Rom, aku-----"


Ucapan Shenna terhenti karena Romi dengan cepat menarik tangan Shenna dan membawa Shenna pergi dari restoran itu.


Sherly tidak bisa berbuat apa-apa kecuali melihat Bosnya dibawa oleh orang yang sama sekali Sherly tidak kenal.


Dari kejauhan, Ken menatap tajam ke arah Shenna yang dibawa oleh pria yang tidak dia kenal. Ken mengepalkan tangannya, bahkan rahangnya mengeras tidak tahu kenapa Ken merasa emosi melihat Shenna pergi dengan pria lain.


"Siapa pria itu?" batin Ken dengan geramnya.


Sedangkan Tora tampak tercengang melihat Shenna, kemudian menoleh ke arah Bosnya dan terlihat sekali Bosnya sangat marah.


"Waduh, bakal ada perang dunia ketiga ini," batin Tora.


Ken dan Tora kebetulan sekali siang itu sedang melakukan pertemuan juga dengan kliennya, dari awal masuk restoran Ken memang sudah melihat Shenna dan Ken terlihat biasa saja karena Ken tahu kalau Shenna pasti ingin bertemu dengan kliennya juga.

__ADS_1


Tapi Ken terkejut saat melihat Shenna bertemu dengan seseorang dan Ken melihat kalau istrinya itu ada hubungan spesial dengan pria itu.


__ADS_2