Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 22 Si Cogan Bereaksi


__ADS_3

Di lain sisi, Shenna dan Ken pulang ke rumah secara bersamaan. Ken keluar dari dalam mobilnya, begitu pun dengan Shenna. Ken mendelikan matanya ke arah Shenna, hingga Ken pun masuk ke dalam rumahnya dan Shenna ikut masuk juga ke dalam rumah.


"Ya ampun, Kakak ipar sudah pulang, sini Naufal bawakan tasnya."


Naufal membawa tas Shenna, lalu menarik kursi supaya Shenna bisa duduk.


"Ayo Kakak ipar makan dulu, biar kuat nanti malam berkelahi sama Bang Ken," seru Naufal.


Shenna pun langsung duduk, sedangkan Ken terlihat masih berdiri dengan menatap tajam ke arah dua manusia yang berada di hadapannya.


"Naufal, aku ini Abangmu, kenapa yang kamu tawarin makan cuma dia, sedangkan Abang sendiri tidak kamu tawari," kesal Ken.


"Yaelah Bang, Abang itu sudah tua ngapain harus ditawarin segala, kalau mau makan tinggal makan saja," sahut Naufal dengan cueknya.


Shenna tampak tersenyum penuh kemenangan, berbeda dengan Ken yang merasa sangat kesal. Akhirnya Ken pun duduk bergabung bersama Naufal dan juga Shenna.


"Kakak ipar mau makan sama apa? daging ayam atau ikan?"


"Sama daging ayam saja, Dek."


Naufal pun dengan cekatan mengambilkan daging untuk Shenna.


"Apa Kakak ipar mau capcay?"


"Boleh, tapi jangan terlalu banyak."


Naufal kembali mengambilkannya untuk Shenna, mereka berdua sama-sama mengacuhkan Ken membuat Ken merasa sangat kesal.


"Fal, ambilkan Abang tempe goreng," seru Ken.


"Astaga ambil saja sendiri, Abang kan punya tangan."


Ken semakin kesal dengan kelakuan adiknya itu, Ken ingin sekali memukul kepala Naufal yang berani mengacuhkannya tapi saat ini Ken benar-benar sangat lapar jadi Ken memutuskan untuk menahan amarahnya dulu.


Tidak lama kemudian, Shenna selesai makan dan dia pun bangkit dari duduknya.


"Loh, Kakak ipar mau ke mana? makannya kok sedikit?"


"Sudah kenyang Dek, lagipula Kakak tidak makan banyak-banyak kalau menjelang malam soalnya takut gendut."


"Gak apa-apa kok Kak, walaupun Kakak ipar gendut tapi Kakak ipar tetap cantik."


Ken sampai tersedak mendengar gombalan adiknya itu, sedangkan Shenna hanya menyunggingkan senyumannya dan langsung menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar Ken.


Pletaakk...


Ken memukul kepala Naufal dengan sendok...


"Aw, kok Abang mukul aku sih?"

__ADS_1


"Dasar kadal buntung, berani-beraninya kamu mengacuhkan Abangmu dan lebih memperhatikan si Rubah itu," kesal Ken.


"Cie..cie..cie..bilang aja Abang cemburu," goda Naufal.


"Apa kamu bilang? sekali lagi kamu ngomong seperti itu, Abang sumpal mulut mu pakai sambel ini."


"Allahuakbar, kejam banget dikau Bang."


"Kamu yang kejam sama Abangmu ini, coba aku tanya sama kamu, siapa yang biayain kuliah kamu?"


"Abang."


"Siapa yang selalu beri pinjam mobil kalau mau ngedate sama cabe-cabean kamu?"


"Abang Ken."


"Terus kenapa tadi kamu malah melayani si Rubah dibandingkan dengan Abangmu ini?"


"Bang, Kakak ipar kan baru datang di rumah ini kali aja dia masih malu, masa iya dia mau ngambil makan sendiri pasti malulah dia makanya aku tawarin dia."


"Alasan."


Ken pun mulai bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Naufal. Ken pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan bersamaan dengan Shenna yang keluar dari kamar mandi dengan berteriak-teriak.


"Apaan sih, kebiasaan teriak-teriak mulu," seru Ken.


Shenna langsung berlari dan nemplok ke tubuh Ken padahal Shenna masih menggunakan handuk. Shenna mengeratkan pegangannya ke leher Ken, sedangkan kakinya melilit ke pinggang Ken.


"Enggak, di dalam kamar mandi ada cicak pokoknya gak mau tahu, kamu harus usir cicak itu," sahut Shenna dengan masih nemplok di Ken.


"Astaga, bagaimana mau ngusir kalau kamu nemplok kaya gini, kan susah jalannya."


"Aku gak mau turun, takut."


Shenna benar-benar tidak bisa diam di gendongan Ken, sehingga kedua gunung kembarnya terus saja bergesekan dengan tubuh Ken membuat Ken harus menelan salivanya dengan susah payah.


"Turun Rubah, berat tahu."


"Enggak."


Akhirnya dengan terpaksa Ken pun melangkahkan kakinya walaupun terasa susah karena Shenna masih saja nemplok di tubuhnya.


Ken masuk ke dalam kamar mandi dan ternyata cicaknya sudah tidak ada.


"Mana, cicaknya? itu cuma alasan kamu kan, Rubah? supaya kamu bisa nemplok-nemplok ke aku."


Shenna melirik ke dinding di kamar mandi dan ternyata cicaknya memang sudah tidak ada, akhirnya Shenna pun turun dari tubuh Ken membuat Ken merasa lega.


"Nah, itu cicaknya datang lagi," goda Ken.

__ADS_1


Shenna kembali nemplok di tubuh Ken, membuat Ken tertawa terbahak-bahak.


"Kok, kamu malah ketawa? kamu bohong ya?" sentak Shenna.


"Baru gitu aja langsung takut," ledek Ken.


Shenna pun kembali turun dan memukul dada Ken dengan kedua tangannya.


"Dasar kuda Nil jahat, kamu manfaatin keadaan rupanya," kesal Shenna dengan terus memukul dada Ken.


"Aw, sakit. Iya ampun-ampun."


Shenna masih kesal sama Ken, sehingga Shenna terus saja memukul Ken. Hingga Ken pun menahan kedua tangan Shenna supaya Shenna menghentikan pukulannya.


"Hentikan, sakit Rubah."


"Lepaskan tanganku."


Shenna terus saja berontak hingga sesuatu yang mengagetkan terjadi, handuk yang melilit di tubuh Shenna melorot ke bawah membuat Shenna dan Ken melotot bersamaan.


Ken sampai beberapa kali menelan salivanya melihat keindahan di depan matanya.


"Tutup mata kamu Ken, atau kamu akan tahu akibatnya!" teriak Shenna panik.


Tapi Ken malah melotot tanpa berkedip...


"Lepaskan tanganku, Ken. Dasar kuda Nil sialan, lepaskan tanganku!" teriak Shenna.


Ken tersadar, dan dia pun melepaskan tangan Shenna. Shenna segera mengambil handuknya dan kembali melilitkannya ke tubuhnya, sedangkan Ken hanya bisa terdiam mematung. Ken sangat syok dengan apa yang dia lihat barusan.


Shenna benar-benar kesal kepada Ken, akhirnya dia pun menendang pa*tat Ken sehingga tubuh Ken terdorong ke dalam kamar mandi. Shenna dengan kasarnya menutup pintu kamar mandi.


"Dasar kuda Nil, sialaaaaannnn!" teriak Shenna sembari menghentak-hentakan kakinya saking emosinya.


Sementara itu di kamar mandi, Ken menundukkan kepalanya dan melihat ke arah selan*kan*annya dan terlihat sesuatu menonjol dibalik celananya.


"Astaga, selama 30 tahun baru kali ini si Cogan bereaksi," gumam Ken.


*


*


*


Yuk yang mau ikutan event votenya, edisi 1-28 Februari...


Juara 1 : 75k


Juara 2 : 50k

__ADS_1


Juara 3 : 35k


Kalian juga bisa memberikan komen terbaik kalian karena akan ada pulsa untuk 5 orang komen terbaik dan masing-masing mendapatkan pulsa 20k....


__ADS_2