
Romi membawa Shenna ke rumah pribadinya.
"Ayo turun, Shenna."
"Aku harus kembali ke kantor Romi."
"Please Shen, aku hanya ingin menjelaskan semuanya sama kamu supaya kamu tidak salah paham lagi dan aku janji, setelah aku jelaskan semuanya, aku akan antarkan kamu ke kantor kamu."
Shenna tampak terdiam, Shenna ingin pergi tapi Shenna juga ingin tahu apa alasan Romi dulu meninggalkannya.
Shenna akhirnya kalah, dia pun keluar dari dalam mobil Romi dan mengikuti langkah Romi masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo masuk."
Perlahan Shenna mulai masuk ke dalam rumah Romi, Shenna membelalakkan matanya saat melihat isi dalam rumah Romi.
"Kenapa? kamu kaget karena aku bisa mempunyai rumah seperti yang kamu inginkan?" tanya Romi.
Dulu Romi dan Shenna sempat bermimpi untuk mempunyai rumah yang tidak terlalu besar tapi terasa nyaman. Shenna sangat menyukai warna hijau dan seluruh rumah Romi, dia cat dengan warna hijau.
"Kamu duduk dulu, aku ambilkan minum untukmu."
Shenna duduk di atas sofa, dengan mata yang masih celingukan ke sana ke mari memperhatikan setiap sudut rumah Romi.
"Minumlah."
Shenna tersentak saat melihat Romi sudah duduk di sampingnya. Romi menggenggam kedua tangan Shenna, lalu Romi menjelaskan apa alasan dia meninggalkan Shenna dulu.
Mata Shenna kembali berkaca-kaca, dulu Kakek Shenna memang keras dan tidak merestui hubungan Shenna dengan Romi tapi sekarang Kakek Shenna sudah meninggal.
"Tapi kenapa kamu tidak menghubungiku?" tanya Shenna.
"Aku tidak punya ponsel Shen, ponsel aku sudah aku jual untuk biaya hidupku."
"Maafkan aku, Romi. Maafkan Kakek aku."
" Dari dulu aku sudah memaafkan Kakek kamu."
__ADS_1
"Kamu memang pria yang sangat baik, Rom."
"Jadi, apa sekarang kamu mau balikan lagi sama aku?"
"Aku sudah menikah, Rom."
Seketika Romi melepaskan genggaman tangan Shenna, dan bangkit dari duduknya. Romi berdiri di depan jendela dengan kedua tangannya dia masukan ke dalam kantong celananya.
"Selama 3 tahun ini, aku berusaha bekerja keras supaya aku bisa memantaskan diri untuk bisa menemuimu lagi bahkan aku sama sekali tidak berhubungan dengan wanita mana pun karena wanita yang aku cintai hanyalah dirimu, Shenna. Tapi kenapa sekarang kamu malah menikah dengan pria lain," kesal Romi.
Shenna bangkit dari duduknya dan menghampiri Romi, lalu berdiri di belakang Romi.
"Aku dijodohkan Rom, aku sama sekali tidak mencintai Ken begitu pun dengan Ken, dia juga sama tidak mencintaiku."
"Terus, kenapa kalian masih bersama kalau tidak saling mencintai? kenapa kalian tidak bercerai saja?" seru Romi dengan membalikan tubuhnya.
"Waktu itu kondisi Papaku lagi tidak baik-baik saja, dan dia ingin sekali melihat aku menikah. Jadi, mau tidak mau aku harus mengikuti semua keinginan mereka."
Romi mendekati Shenna dan mencengkram pundak Shenna.
"Kembalilah padaku Shen, aku janji akan membahagiakanmu karena saat ini aku sudah sangat sanggup untuk membuatmu bahagia dan ceraikan suamimu," seru Romi.
"Tapi Rom, pernikahan aku dan Ken baru saja seumur jagung, kalau aku menggugat cerai Ken bisa-bisa kedua orangtuaku marah."
"Berarti kamu memang tidak mencintaiku, Shen," seru Romi.
Romi kembali melepaskan cengkeramannya dan berdiri membelakangi Shenna. Saat ini Shenna sungguh sedang dilanda dilema yang sangat luar biasa, tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Shenna memang masih sangat mencintai Romi.
Perlahan Shenna menghampiri Romi dan memeluk Romi dari belakang membuat Romi tersentak kaget.
"Sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu, Romi. Aku sangat mencintaimu," seru Shenna.
Romi tersenyum dan membalikan tubuhnya, Romi langsung memeluk Shenna.
"Terima kasih sayang, karena kamu mau memaafkan aku."
Shenna melepaskan pelukannya. "Romi, maukah kamu menunggu beberapa bulan lagi soalnya aku tidak mungkin kalau harus bercerai sekarang setidaknya beri aku waktu untuk membicarakannya dengan Ken supaya Ken juga mau bekerja sama denganku," seru Shenna.
__ADS_1
"Jangankan beberapa bulan sayang, bertahun-tahun pun aku akan setia menunggumu."
Shenna menyunggingkan senyumannya dan Shenna kembali memeluk Romi.
Sementara itu di kantor, Ken terlihat uring-uringan entah apa yang sedang mengganggu moodnya hari ini.
"Sial, kenapa aku jadi uring-uringan seperti ini sih?" gumam Ken.
Bayangan Shenna pergi bersama pria itu terus saja menari-nari di benaknya membuat Ken semakin kesal.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Permisi Bos, ini berkas yang Bos inginkan. Saya sudah mencari tahunya dengan sangat detail," seru Tora.
Ken segera membuka berkas itu dan Ken tampak mengerutkan keningnya.
"Romi Adipura, putra dari Karsa Adipura. Kamu tidak salah informasi, Tora? bukannya Karsa Adipura itu tidak mempunyai anak laki-laki? anak beliau kan perempuan dan itu anak tunggal," seru Ken.
"Menurut informasi yang diterima, Romi itu anak angkatnya Tuan Karsa Adipura," sahut Tora.
Ken mengusap dagunya, dia tampak berpikir.
"Kok, aku merasa ada yang janggal di sini," seru Ken.
"Dan-------"
"Dan apa, Tora?"
"Ternyata Romi Adipura itu mantan pacarnya Nona Shenna."
Ken lagi-lagi memutar otaknya, dia menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.
"Tora, tolong kamu cari tahu lagi informasi sebanyak-banyaknya mengenai Romi maupun Shenna di masa lalu, aku benar-benar penasaran soalnya entah kenapa, aku merasa ada sesuatu yang aneh," seru Ken.
"Baik Bos, kalau begitu saya permisi dulu."
__ADS_1
Tora pun pamit dan keluar dari ruangan Ken, sedangkan Ken menatap berkas itu dengan pikiran yang melayang ke mana-mana.