
Keesokan harinya....
Shenna mulai membuka matanya, Shenna memegang keningnya yang masih tertempel handuk kecil.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Ken membawakan nampan yang berisi bubur dan juga air putih.
"Ini makan dulu buburnya," seru Ken.
Shenna bangun dari tidurnya. "Aku tidak lapar, aku mau mandi dulu."
Dengan langkah gontai Shenna bangun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Ken hanya bisa menghembuskan napasnya.
Beberapa saat kemudian, Shenna keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah berganti pakaian.
"Kamu mau ke mana?" tanya Ken.
"Aku mau kerja."
Ken menarik lengan Shenna dan memperhatikan wajah Shenna yang masih terlihat lemah itu.
"Kamu itu masih sakit, kenapa yang ada di otak kamu hanya kerja, kerja, dan kerja, sedangkan kondisi kesehatan kamu tidak kamu pikirkan," kesal Ken.
Shenna melepaskan tangan Ken. "Hari ini aku mau bertemu dengan para klienku, dan ingin meminta maaf atas apa yang sudah terjadi," sahut Shenna.
"Memangnya kamu pikir, mereka akan semudah itu menerima permintaan maaf darimu? sudah, lebih baik sekarang kamu istirahat biar semuanya aku yang urus."
"Itu perusahaan aku Ken, jadi aku sendiri yang akan mengurusnya," keukeuh Shenna.
"Aku ini suamimu, bisa tidak kamu tidak membantah apa dikatakan suamimu ini!" bentak Ken.
Shenna tersentak dengan bentakan Ken, sedangkan Ken terlihat sangat emosi.
"Aku bilang kamu diam di rumah jangan ke mana-mana!" sentak Ken.
Ken segera menyambar jasnya dan pergi meninggalkan Shenna dengan membanting pintu kamar. Shenna duduk di ujung ranjang, baru kali ini Shenna melihat wajah Ken begitu sangat emosi seperti itu.
Shenna melirik ke arah nampan yang tadi dibawakan oleh Ken, perlahan Shenna memakan bubur itu. Tidak terasa airmata Shenna menetes dengan sendirinya, Shenna makan bubur dengan isakan-isakan kecil.
Sungguh dia tidak percaya kalau perusahaan yang sudah dia bangun dari nol, sudah dipastikan akan bangkrut.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama, Ken pun sampai di kantornya. Tora segera mengikuti langkah Bosnya itu dengan membawa sebuah berkas di tangannya.
"Bagaimana, apa kamu sudah menemukan perusahaan mana yang ingin menghancurkan perusahaan Shenna?" tanya Ken.
"Sudah Tuan, tapi itu sedikit janggal," sahut Tora.
"Maksudnya?"
"Tuan, lihatlah di berkas itu."
Ken segera membuka berkas yang diberikan oleh Tora.
"Kemarin saya sudah melobi salah satu pemegang saham di perusahaan Nona Shenna, saya mendapat informasi kalau perusahaan yang menjanjikan keuntungan sampai dua kali lipat adalah perusahaan xxx, tapi setelah saya lacak dan cari tahu mengenai perusahaan itu, ternyata itu perusahaan pasif. Perusahaan itu adalah sebuah perusahaan milik Tuan Karsa Adipura yang berada di Singapura tapi sayangnya perusahaan itu sudah tidak aktif lagi bahkan saat ini sudah beralih kepemilikan," seru Tora.
Ken terdiam. "Berarti orang ini sengaja mengiming-imingi keuntungan dua kali lipat supaya pemegang saham di perusahaan Shenna tergiur tanpa mereka sadari, mereka sudah ditipu," seru Ken.
"Iya Tuan, dan saya juga yakin kalau yang sudah melakukan semua ini adalah anak angkat Tuan Karsa yaitu Romi Adipura yang tidak lain, mantan pacar Nona Shenna."
Ken mengepalkan kedua tangannya. "Sudah ku duga, dia itu belum berpengalaman dalam bidang bisnis tapi mau main-main denganku," gumam Ken dengan seringainya.
"Terus, sekarang apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Tora.
"Baik, Tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu."
Ken kembali melihat berkas yang diberikan oleh Tora. "Brengsek kamu Romi, ternyata kamu punya niat jahat dibalik semua ini," geram Ken.
Ken mengotak-ngatik ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Shenna supaya Shenna datang ke perusahaannya untuk mendengarkan semuanya.
Shenna yang sedang melamun, tampak mengerutkan keningnya saat mendapat pesan dari Ken.
"Katanya aku harus istirahat, tapi sekarang dia justru menyuruh aku untuk datang ke perusahaannya, dasar pria aneh," gerutu Shenna.
Shenna pun mengambil tas dan kunci mobilnya dan segera melaju menuju perusahaan Ken.
Sesampainya di perusahaan Ken, Tora sudah menunggu kedatangan Shenna.
"Mari Nona, ikut saya."
Tora membawa Shenna ke ruangan rapat. "Silakan masuk, Nona."
__ADS_1
Betapa terkejutnya Shenna saat melihat ruangan rapat itu sudah penuh dengan para pemegang saham di perusahaannya.
"Ada apa ini, Ken?" tanya Shenna bingung.
"Duduklah dan dengarlah baik-baik," sahut Ken.
Ken pun bangkit dari duduknya dan berdiri di depan. Ken mulai memberitahukan apa yang sudah Tora temukan membuat Shenna dan para pemegang saham membelalakkan matanya tidak percaya.
"Jadi, kita sudah ditipu?" seru salah satu pengusaha.
"Kurang ajar, kami sampai memutuskan kerjasama dengan perusahaan Bu Shenna demi perusahaan pasif yang sebenarnya memang tidak ada," sambung pengusaha lain.
"Bagaimana, apa Bapak-bapak sekalian masih mau bekerjasama dengan perusahaan pasif itu atau kembali bekerjasama dengan perusahaan milik Shenna?" seru Ken.
Seketika ruangan rapat menjadi riuh karena mereka tertipu dengan iming-iming keuntungan yang diberikan.
"Sepertinya kami akan kembali bekerjasama dengan perusahaan Bu Shenna, maafkan kami Bu karena kami sudah percaya begitu saja dengan janji-janji mereka."
Semua pengusaha itu meminta maaf kepada Shenna, tapi berbeda dengan Shenna yang masih terdiam mencerna kata-kata Ken.
Ken mengakhiri rapat itu dan semua pemegang saham memutuskan untuk kembali ke perusahaan Shenna. Ruangan rapat sudah sepi hanya tinggal Shenna dan Ken saja, perlahan Ken menghampiri Shenna.
"Sekarang kamu sudah tahu kan, apa tujuan dia mendekati kamu? dia ingin menghancurkan perusahaan kamu, Shenna," seru Ken.
Shenna menatap Ken. "Tidak, aku tidak percaya kalau Romi akan melakukan semua ini kepadaku, dia sangat mencintaiku," sahut Shenna.
"Kamu sudah terlalu dibutakan oleh cinta Shenna, sehingga kamu tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya pura-pura."
Shenna berdiri dan menatap tajam ke arah Ken. "Dari dulu Romi sangat mencintaiku, jadi aku tidak percaya kalau dia yang melakukan semua ini!" sentak Shenna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Dulu dan sekarang itu berbeda Shenna, kita tidak tahu hati orang."
Shenna membalikan tubuhnya dan hendak keluar dari ruangan rapat itu tapi Ken menahannya.
"Mau ke mana, kamu?"
"Lepaskan, aku ingin bertemu dengan Romi dan menanyakan perihal semua ini. Tapi kalau bukan Romi pelakunya, aku pastikan sekarang juga aku akan menggugat cerai kamu!" bentak Shenna.
Shenna segera berlari meninggalkan Ken, airmata Shenna menetes dengan sendirinya tapi Shenna dengan cepat menghapusnya. Kali ini dia ingin cepat-cepat bertemu dengan Romi dan menanyakan tentang kebenaran semuanya.
__ADS_1