Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Pedofil


__ADS_3

"Sakit? Lesta sakit, Mi?" Mattew panik setelah mendengar omelan ibunya yang mengatakan kalau istrinya sakit. Wah! Padahal dia baru saja akan memberikan hukuman kepada istri kecilnya itu, tapi sepertinya semua harus ia tunda saat melihat Lesta tergolek lemas di atas tempat tidur.


"Masih pakai tanya lagi! Memamgnya kamu ke mana saja saat di sekolah, istri sakit saja sampai nggak tahu!" omel Melisa lagi dan tiada henti, membuat telinga Mattew terasa pengang dan panas.


"Mami bisa diam nggak sih? Kalau Mami terus ngomel kayak gini yang ada malah mengganggu Lesta yang sedang  istirahat." Mattew menggunakan nama Lesta agar ibunya itu berhenti mengomel, dan benar saja tidak berselang lama Melisa langsung terdiam dan duduk cantik di tepian tempat tidur, tepatnya di dekat kaki Lesta.


Wah! Sepertinya saat ini posisi Lesta sudah menjadi menantu kesayangan ibunya. Pikir Mattew senang.


Tidak berselang lama, Bi Darmi datang membawa teh hangat dan diikuti oleh dokter keluarga yang akan memeriksa Lesta.


"Siapa dia?" tanya dokter pria yang baru memasuki kamar dan menatap gadis SMA yang terkulai lemas di atas ranjang Mattew.


"Cepat periksa, nggak usah banyak tanyeak!" balas Mattew dengan nada jengkel kepada pria berjas putih yang usianya sepantaran dengannya.


"Biasa saja keles, nggak usah sewot!" balas dokter tampan itu sambil mendengus lalu mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa pasiennya. "Keluhannya apa?" tanyanya sambil melirik Mattew sebelum menempelkan stetoskop tersebut ke area dada Lesta.

__ADS_1


"Nyeri haid, dokter Reqi." Bukan Mattew yang menjawab tapi Melisa.


"Waduh, apa biasanya seperti ini?" Dokter tampan tersebut ingin memeriksa perut Lesta, akan tetapi tangannya langsung di tepis oleh Mattew.


"Heh, mau apa kamu?!" omel Mattew pada dokter sekaligus temannya itu.


"Tentu mau memeriksa adek manis ini!" balas Reqi sewot, memutar kedua matanya dengan malas, heran dengan sikap Mattew yang sangat posesif pada gadis SMA itu.


"Tapi kenapa harus memegang perutnya?!" protes Mattew.


Darmi dan Melisa tepuk jidat melihat tingkah Mattew yang posesif kepada Lesta. Sedangkan Lesta yang mendengar suara berisik itu hanya bisa terpejam karena badannya sangat lemas dan kepalanya sangat pusing.


"Eh! Jangan dengarkan anak kupret itu, kamu nggak boleh pergi sebelum memeriksa menantuku." Melisa menahan dokter muda itu agar tidak merajuk dan berujung tidak jadi memeriksa Lesta.


"Hah? Menantu?" Reqi sangat terkejut saat mendengar ucapan Melisa yang mengatakan kalau gadis SMA ini adalah menantunya.

__ADS_1


"Iya, dia istriku!" sahut Mattew sambil melipat kedua tangannya di dada.


"What! Dasar pedofil!" celetuk Reqi karena saking terkejutnya.


PLAK!


"Kampret!" umpat Mattew sambil memukul kepala Reqi.


"Sialan!" Reqi mengusap kepalanya dengan cepat, pukulan Mattew lumayan menyakitkan.


"Heh! Kalian malah bercanda!! Reqi, ayo cepat periksa menantuku! Dan Mattew diam saja, biarkan dokter Reqi bekerja!" amuk Melisa kepada dua pria tersebut.


"Iya, Mi." Mattew memundurkan langkahnya, memberikan akses pada Reqi yang ingin memeriksa Lesta.


"Awas ya kalau kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan, masih segel tuh!" ancaman Mattew membuat semua orang yang ada di sana menahan tawa, lantaran ancaman Mattew terdengar sangat polos.

__ADS_1


***


Ngakak sama tingkah bang Mamad 😂😂


__ADS_2