Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Bubar ... Bubar


__ADS_3

Mattew sangat senang dan bahagia setelah mendengar penjelasan dari Bi Darmi kalau yang di maksud 'isi' adalah istrinya sedang hamil. Rasa mual dan pusing yang dia derita langsung lenyap seketika ketika mendengar kabar bahagia itu.


"Keinginan ibu hamil itu namanya nyidam. Dan Nyidam kalau tidak di turuti nanti anaknya jadi ileran." Penjelesan Bi Darmi tertanam di otak Mattew. Karena tidak ingin anaknya nanti ileran, pria tersebut segera mencari lemon untuk istri tercinta ke supermarket terdekat.


Mattew tersenyum sumringah ketika pulang ke rumah membawa satu kilo buah lemon untuk Lesta. Dengan penuh semangat dirinya menuju dapur dan menyuruh Bi Darmi untuk memeras beberapa lemon untuk istrinya.


"Lebih baik jangan di peras dulu Tuan. Takutnya Nona Lesta ingin memeras lemonnya sendiri, biasanya keinginan ibu hamil itu suka aneh-aneh," jelas Bi Darmi pada Mattew.


"Oh, begitu ya." Kepala Mattew menganggukkan berulang kali, kemudian dia membawa buah lemon itu ke kamar, ingin menunjukkan pada istrinya.


Sampai di kamar, Mattew melihat Lesta sedang duduk santai di sofa sambil memaikan ponsel. Mattew berjalan mendekati istrinya, kemudian menunjukkan buah lemon yang ia bawa tepat di hadapan istrinya.


"Taraaa, buah lemon keinginanmu. Aku membelinya sendiri loh ke supermarket," ucap Mattew dengan penuh bangga dan tersenyum lebar.


"Wah! Serius beli sendiri ke supermarket?" tanya Lesta sambil menerima lemon tersebut dengan hati senang.


"Iya, aku membelinya sendiri. Suamimu ini hebat 'kan." Mattew menepuk dadanya, bangga pada dirinya sendiri karena sudah menjadi suami yang siaga untuk istrinya yang nyidam. Akan tetapi rasa bangga di dalam dada dan senyuman yang terukir bibirnya langsung lenyap ketika mendengar pertanyaan istrinya yang membuat hidungnya kembang-kempis tak karuan.

__ADS_1


"Mana buktinya kalau beli sendiri?" tanya Lesta seraya menengadahkan salah satu tangannya pada Mattew.


"Apa? Bukti?"


"Iya, bukti video misalnya," jawab Lesta menatap suaminya penuh selidik.


"Ha ha ha, Sayang, kamu ini ada-ada saja. Aku membelinya langsung ke supermarket, masa kamu nggak percaya sih!" Mattew menjawab ucapan istrinya dibarengi dengan tawa kesal, karena istrinya meragukannya.


"Ya, bisa jadi 'kan kamu nyuruh satpam atau salah satu pelayan di rumah ini untuk membeli lemon ini ke supermarket," sahut Lesta sambil meletakkan lemon ditangannya ke atas meja, kemudian melipat kedua tangannya di depan dada,  seraya menatap jengkel suaminya.


"Sayang." Mattew menghela nafas panjang ketika melihat istrinya lagi-lagi merajuk padanya. Demi kesejahteraan rumah tangganya agar ranjangnya tetap bergoyang, akhirnya Mattew memilih mengalah dan menuruti permintaan istrinya.


"Nggak perlu kalau kamu nggak ikhlas! Padahal selama ini aku nggak pernah minta apa-apa sama kamu, tapi kenapa kamu begitu berat menuruti permintaanku yang sangat sederhana itu. Aku hanya ingin lemon yang kamu beli sendiri di supermarket ... hiks ... hiks ..." ucap Lesta panjang kali lebar, dan diakhiri dengan isak tangis yang terdengar sangat sedih.


Mattew mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian dia mendudukkan diri di sofa lalu membawa istrinya ke dalam pelukan hangatnya.


"Sayang, aku ikhlas menuruti semua keinginanmu, kalau kamu nggak percaya, ikut aku ke supermarket, biar kamu melihat suamimu yang sangat tampan, gagah dan kaya raya ini membelikanmu lemon secara langsung," ucap Mattew membujuk istrinya dengan mesra tapi berujung menunjukkan segala kenarsisannya.

__ADS_1


Lesta tertawa sebal ketika mendengar kenarsisan suaminya. Dia memukul dada bidang suaminya pelan kemudian mengurai pelukan suaminya dan menatap wajah tampan Mattew dengan lekat.


"Kenapa kamu sekarang sangat baik kepadaku? Padahal dulu kamu sangat menyebalkan, bahkan hampir menceraikan aku demi wanita lain," ucap Lesta dengan nada sedikit kesal.


"Jangan membahasnya lagi. Sekarang aku benar-benar mencintaimu," jawab Mattew sambil menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya, menatap lekat wajah cantik Lesta, kemudian memajukan wajahnya dan melabuhkan ciuman manis di permukaan bibir Lesta yang sudah menjadi candunya.


"Sayang, beli lemonnya di tunda saja," bisik Lesta di sela ciuman mereka.


"Kenapa?" tanya Mattew heran.


"Aku ingin ..." Lesta menjawab dengan malu, kemudian menyentuh si elang yang masih bobok ganteng di dalam sarangnya.


"Ya sudah kalau begitu ... aku nggak bisa nolak." Mattew dengan cepat merebahkan Lesta di atas sofa kemudian melanjutkan ciuman mereka yang sempat terjeda, lalu ...


Tok ... Tok ...


****

__ADS_1


Bubar ... bubar ... 🤣🤣


__ADS_2