
Bahaya!! Bacanya sambil tutup mata. 🤣
Hujan deras mengguyur Kota Jakarta pada malam hari. Suara khas air hujan menjadi melody yang begitu indah untuk pasangan suami istri yang sedang bergumul di atas ranjang.
Mattew dan Lesta sudah polos tanpa sehelai benang. Dua orang itu seolah sudah siap menaklukkan malam yang panjang. Lesta menarik nafas dalam saat suaminya mulai membuka kedua kakinya dengan lebar. Ada sedikit rasa takut dan juga malu yang menerpa dirinya.
"Rileks," bisik Mattew pada istrinya yang terlihat tegang
"Aku takut," jawab Lesta jujur.
Melihat istrinya yang takut. Mattew bernisiatif melakukan pemanasan dulu, mengikuti nalurinya. Salah satu tangannya terulur menyentuh lembah milik istrinya yang berwarna pink kecoklatan.
"Ah ..." Lesta mendessah tertahan saat merasakan geli dan nikmat bercampur menjadi satu di area sensitifnya. Ia meremas sprei yang ada di bawah telapak tangannya dengan kuat saat gerakan tangan suaminya semakin cepat di bawah sana. Entah apa yang di sentuh dan dimainkan suaminya hingga dia bisa merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa, hingga merambat ke relung hatinya yang paling dalam.
Mattew tersenyum saat melihat istrinya menggelinjang dan terus mendesah tidak karuan. Kemudian dia sedikit berjongkok, mendekatkan wajahnya di area sensitif istrinya dan mulai beraksi menggunakan lidahnya. Dia sama sekali tidak jijik saat menikmati lembah istrinya itu.
__ADS_1
"Ah ah ah." Lesta mendesah kuat sambil melirik ke bawah, di mana suaminya menenggelamkan wajah tampannya di area sensitifnya. Gadis itu mengerang dan terus mendesah saat merasakan gelombang kenikmatan yang mulai menggulung tubuhnya. Ia menekan kepala Mattew ke sela pahanya, lalu tanpa sadar mengangkat sedikit bokongnya saat merasakan hantaman gelobang kenikmatan itu mulai mendekat. Dan akhirnya tubuh Lesta mengejan kuat, di barengi dengan suara lenguhan panjang, bertanda kalau dia telah mencapai pelepasan pertamanya.
Mattew tanpa segan menelan semua cairan istrinya, setelah selesai dia menegakkan badannya mengusap bibirnya yang basah, dia tersenyum menatap istrinya yang terlihat lemas tidak berdaya.
"Belum selesai Sayang," bisik Mattew lalu kembali mengungkung tubuh Istrinya. Dia mencum bibir Lesta dengan penuh gairah dan sangat rakus sambil meremas salah satu bukit kembar istrinya dengan gemas.
Lesta yang sudah lemas kini mulai bergairah lagi saat mendapatkan cumbuan dari suaminya. Gadis itu membalas ciuman suaminya tidak kalah rakus.
"Arghh!" Lesta memekik sakit saat merasakan ada benda tumpul berusaha masuk ke area sensitifnya. Rasanya sangat perih, dan rasa sakitnya itu sampai menjalar ke jantung. Lesta tidak tahan dengan rasa sakit yang seolah ingin membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
"Sakit!" Lesta tidak kuat rasanya, dia menahan perut suaminya agar Mattew menghentikan gerakannya sejenak.
"Berikan istirahat sebentar, rasanya sangat sakit. Hu hu hu." Lesta menangis sesegukan membuat Mattew menjadi serba salah. Ingin di lanjut tapi kasihan dengan istrinya, tapi kalau nggak di lanjut tapi tanggung. Ah, Mattew rasanya seperti akan memakan buah simalakama.
"Sayang, aku mohon tahan sedikit sakitnya. Ini sudah masuk separuh," mohon Mattew, memasang wajah melas agar istrinya kasihan kepadanya.
__ADS_1
Melihat wajah suaminya yang melas, akhirnya Lesta menganggukkan kepalanya sekali, bertanda kalau dia mengizinkan suaminya untuk melanjutkan permainan panas itu.
Mattew tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Dia kembali mencaplok bibir istrinya dengan lembut, membuai Lesta untuk mengalihkan rasa sakit. Di bawah sana, si burung elang tersenyum senang karena sebentar lagi dia menyatu dengan bestie-nya. Maka dari itu dengan penuh semangat 45, Mattew menghujamkan burung elangnya dengan sekali hentakkan hingga berhasil menembus ke dalam sarang milik istrinya.
"Arghhh!!!" Bukan Lesta yang berteriak melainkan Mattew, pria tersebut berteriak karena bibirnya di gigit istrinya sampai berdarah.
"Sayang sakit!" pekik Mattew.
"Yang aku rasakan saat ini sakitnya luar biasa! Jadi sekarang kita impas!" balas Lesta meringis sakit dan menahan air matanya yang sudah siap mengalir deras.
"Hu hu hu, sakit sekali." Tangis Lesta akhirnya pecah.
Mattew menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung karena istrinya terus menangis. Malam pertamanya sungguh membagongkan, akan tetapi Mattew berusaha memakluminya karena ini pengalaman pertama mereka.
****
__ADS_1
Sabar ya Mad sabar, tapi enak 'kan? soalnya si elang udah kelelep ke dalam sarangnya.🤣
Emak otor lagi baik sama kamu nih.🤣