Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Surga adalah tempat terindah untukmu, Becca


__ADS_3

Reqi sangat terkejut melihat kondisi Becca yang tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai, wajahnya pucat, badannya terasa dingin, di tambah lagi wanita hamil tersebut mengalami pendarahan. Reqi segera bertindak cepat, membawa wanita tersebut ke rumah sakit terdekat dengan bantuan pak RT dan beberapa warga lainnya.


Sampai di rumah sakit, Becca langsung mendapatkan pertolongan medis. Karena Becca sudah mengalami pendarahan cukup banyak, dan kondisinya semakin menurun, Tim Dokter mengambil tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungan Becca.


Reqi menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan cemas, meski pun dia sangat membeci Becca namun dia sangat kasihan pada wanita tersebut. Reqi mengambil ponselnya, hampir saja dia lupa menghubungi ibunya.


“Apa?! Kenapa baru menghubungi Mama?!” ucap Laila dari ujung telepon sana dengan nada sangat terkejut.


“Sorry, Ma. Aku sangat panik. Mama lebih baik segera ke sini, aku akan sharelok alamat rumah sakitnya.” Setelah mengatakan kalimat tersebut, Reqi langsung memutuskan sambungan telepon tersebut, kemudian sharelok alamat rumah sakit melalui WhatsApp.


Sementara itu di seberang sana, Laila berusaha untuk mengontrol diri agar tidak panik karena saat ini dirinya masih berada di jam praktek.


“Sus, masih ada berapa pasien lagi?” tanya Laila pada asistennya.

__ADS_1


“Masih ada 1 pasien lagi, Dok,” jawab perawat tersebut.


“Oke.” Laila mengangguk seraya menghela nafas panjang, dia akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, baru setelah itu menuju rumah sakit di mana Becca berada, karena sebagai dokter di tuntut profesional dalam menjalankan tugas dalam kondisi apa pun.


*


*


Tim Dokter yang sedang menangani Becca di ruang operasi sangat panik dan cemas ketika melihat garis lurus layar EKG, menandakan jika jantung Becca telah berhenti berdetak, tidak ada kehidupan lagi di sana. Semua Tim medis meneteskan air mata, saat melihat dengan mata kepala mereka sendiri, seorang ibu bertaruh nyawa demi memberikan kehidupan baru untuk bayi yang di kandungnya.


Bayi perempuan sangat cantik dengan berat 2,5 kg gram telah lahir bersamaan dengan ibunya menghembuskan nafas terakhir. Bayi tersebut menangis keras sambil mengecapkan bibirnya berulang kali, bertanda dia sangat haus dan ingin merasakan air susu ibunya.


“Surga adalah tempat terindah untukmu, Mbak. Kamu adalah ibu yang sangat hebat. Putrimu sangat cantik seperti dirimu, semoga kamu tenang di alam sana,” ucap seorang perawat dengan berlinang air mata, kemudian membacakan doa untuk Becca, barulah setelah itu dia menutup jasad Becca dengan kain berwarna hijau.

__ADS_1


Suasana haru dan penuh duka memenuhi ruang operasi tersebut, di tambah lagi suara tangis bayi yang begitu keras seolah sedang mencari ibunya membuat hati para tim medis semakin tersayat.


*


*


Reqi berjalan mondar-mandir tidak tenang, perasaannya tidak enak, seolah akan terjadi sesuatu yang besar, di tambah lagi ibunya belum kunjung datang, membuat hatinya semakin tidak menentu.


“Mama kenapa belum sampai juga?!” Reqi berkata sambil menatap jam mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


“Huftt!” Reqi menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian mendudukkan diri di kursi tunggu sambil menatap pintu ruang operasi yang masih tertutup. Tapi, beberapa detik kemudian, pintu tersebut terbuka dengan lebar, beberapa perawat mendorong brangkar pasien dengan wajah tertunduk pilu.


DEG!

__ADS_1


Jantung Reqi berdetak sangat cepat, tatapannya begitu nanar ketika melihat seseorang yang terbaring di atas brangkar dengan kondisi seluruh badan di tutup dengan kain berwarna hijau.


__ADS_2