
Pagi telah menyapa.
Pasangan suami istri yang tadi malam habis belah melon sampai puas itu masih bergulung di bawah selimut tanpa sehelai benang. Keduanya saling memeluk dan berbagi kehangatan. Tidak berselang lama terdengar suara desisan dari bibir Lesta.
"Shhh ... aduh ..." Lesta mengaduh saat merasakan sela pahanya sangat sakit, dan kedua kakinya terasa sangat lemas dan bergetar. Bagaimana tidak lemas dan bergetar kalau tadi malam Mattew minta tambah dua kali. Ingin menolak keinginan suaminya, tapi takut dosa.
Suara Lesta bagaikan alarm untuk Mattew. Pria tersebut langsung membuka mata dan menatap istrinya yang berada dipelukannya sedang merintih sakit.
"Sayang, kenapa?" tanya Mattew, sedikit mengurai pelukannya. Menatap istrinya penuh cemas.
"Sakit," jawab Lesta dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Maaf." Mattew merasa bersalah dan tidak tega melihat istrinya kesakitan, kemudian ia memeluk istrinya dengan erat dan penuh kehangatan, tidak lupa melayangkan kecupan manis di bibir dan kedua pipi Lesta.
Rasa sakit yang mendera berangsur hilang saat mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya. Lesta tersenyum dan hatinya menghangat saat suaminya bersikap sangat manis dan lembut. Tidak menyangka kalau suaminya bisa bersikap seperti ini. Padahal dulu mereka selalu bertengkar bagaikan kucing dan tikus bila berdekatan. Tapi, sekarang berbanding terbalik, mereka berdua bagaikan prangko yang menempel di atas kertas.
__ADS_1
"Pak, lapar," rengek Lesta dengan manja sembari menangkup pipi Mattew dengan mesra.
"Jangan memanggilku 'Pak' lagi! Memangnya aku ini bapak mu apa!" kesal Mattew.
"He he he, terus panggil apa dong?" tanya Lesta tersenyum meringis.
"Panggil Sayang, seperti aku memanggilmu," jawab Mattew seraya mengeratkan pelukannya.
"Baiklah, tapi tolong lepaskan aku, Sayang. Ini kenapa rasanya mengganjal?" Lesta mendorong dada bidang suaminya saat merasakan ada sesuatu yang bergerak di dekat pahanya. Dia menundukkan kepala, menatap sesuatu yang membuatnya penasaran itu, kedua matanya membola sempurna saat melihat sesuatu itu adalah burung elang suaminya yang tadi malam sudah membuatnya mendessah dan merasakan nikmat surga dunia.
"Tapi kamu suka 'kan?" goda Mattew lalu kembali memeluk tubuh istrinya dengan erat.
BLUSH
Kedua pipi Lesta merona seperti buah tomat yang siap di petik dari pohonnya, ketika mendengar ucapan suaminya. Tidak menyangkal, dia sangat menyukai percintaan panas mereka tadi malam.
__ADS_1
Melihat pipi istrinya yang merona, Matttew menjadi gemas dan langsung menggigit salah satu pipi itu dengan gemas.
"Aww!!" pekik Lesta lalu mendorong wajah suaminya. Ia mengusap pipinya yang baru saja di gigit oleh Mattew, ekspresinya mengerucut sebal dan kedua mata itu menyipit, menatap sengit pada suaminya.
"Habisnya kamu sangat-sangat menggemaskan," ucap Mattew sambil mendudukkan diri, lalu turun dari tempat tidur, tanpa berpakaian lebih dulu, ia langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi yang letaknya ada di dekat dapur.
"Ayo mandi. Aku akan memandikanmu. Hari ini kamu akan menjadi ratu, dan aku akan menjadi pelayanmu," ucap Mattew ketika mereka sudah sampai di kamar mandi.
Pelayan Hot Jeletot maksudnya. wk wk wk.
"Janji hanya memandikan saja, tidak lebih!" Lesta memberikan peringatan kepada suaminya.
"Nggak janji!" jawab Mattew, menatap mesum pada tubuh istrinya yang polos tanpa sehelai benang.
Dan selanjutnya pintu kamar mandi di tutup rapat. Emak auto balik dan nggak jadi nulis adegan selanjutnya karena nggak boleh ngintip.🤣
__ADS_1