Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Lagi Isi?


__ADS_3

"Aduh!!!" teriak Mattew sambil mencengkram bantal yang dia dekap. "Sayang, pelan-pelan, kenapa kamu kasar sekali!" protes Mattew pada istrinya.


"Dasar lemah! Masa kayak gini saja sakit!" cibir Lesta sambil mengerik punggung suaminya dengan koin seribuan dan minyak telon.


"Bukannya lemah, tapi aku baru pertama kalinya dikerikin," jawab Mattew sekalian ngeles agar tidak terlihat lemah di mata sang istri.


"Sakitnya cuma sebentar, habis ini juga enakkan badannya," ucap Lesta sambil terus menggosokkan koin yang dia pegang ke punggung mulus suaminya yang sudah terlihat memerah. "Tuh 'kan punggung kamu merah banget, Sayang. Fixs banget kalau kamu masuk angin." Lesta dengan penuh semangat 45 mengerik punggung suaminya degan kuat.


"ADOOHHHH!!!!" teriak Mattew kemudian menggigit bantal yang dia dekap dengan kuat saat merasakan sakit dobel di area punggungnya.


"Apaan sih! Udah kayak si Mamad mau melahirkan saja!" omel Lesta lantaran jengkel dengan suaminya yang terus berteriak.


"Mamad? Siapa itu Mamad?" Mattew melirik istrinya yang duduk di belakangnya sambil meringis kesakitan.


"Meongnya tetangga sebelah," jawab Lesta.


"Tetangga yang mana? Sialan banget tuh orang kasih nama hewan peliharaan dengan nama Mamad!" dumel Mattew tidak terima. Tidak tahukah tetangganya itu jika nama 'Mamad' adalah pemberian Lesta untuk dirinya.


Harusnya Mattew mematenkan nama itu supaya mempunyai hak cipta biar tidak di plagiat oleh siapa pun.


"Kenapa kamu marah?" tanya Lesta, seraya memiringkan setengah badannya, menatap wajah tampan suaminya dari samping.


"Nggak apa-apa!" Mattew menjawab ketus.

__ADS_1


"Kok ketus sama aku? Kamu marah sama aku?!" Lesta meletakkan koin di atas permukaan tempat tidur, kemudian turun dari sana dengan perasaan jengkel luar biasa.


"Sayang, aku nggak marah kok," jawab Mattew panik, lalu menarik tangan istrinya yang ingin menghindarinya.


"Bohong!" Lesta melepaskan tangan suaminya yang mencekal pergelangan tangannya, kemudian keluar dari kamar tanpa memedulikan teriakan Mattew.


"Kan ... kan ... salah lagi!" Mattew menyambar kaosnya yang tergeletak di atas tempat tidur, kemudian memakainya sambil berjalan keluar kamar mengejar istrinya.


*


*


Lesta kini berada di dapur, dia membuka pintu kulkas dan mencari sesuatu di dalam sana. Tak berselang lama Bi Darmi datang menyapanya.


"Bi, manggil aku kayak biasanya saja!" protes Lesta karena dia lebih nyaman di panggil dengan sebutan nama. Bi Darmi mengangguk sambil terkekeh pelan, bertanda kalau dia menuruti permintaan menantu majikannya.


"Bi, pengen buah lemon, ada nggak?" tanya Lesta sembari menutup kulkas.


"Nggak ada, Lesta. Emang mau buat apa?"


"Tiba-tiba pengen aja minum perasan air lemon," jawab Lesta sambil memanyunkan bibirnya.


"Aduh! Baru membayangkannya aja udah bikin air liur Bibi penuh." Bi Darmi memejamkan salah satu matanya, dan wajahnya mengerut, kemudian bergidik seolah sedang meminum air perasan lemon yang sangat asam itu.

__ADS_1


"Bi," rengek Lesta sambil meraih tangan Bi Darmi dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri seperti anak kecil yang minta permen.


Mattew berjalan tergesa mencari keberadaan istrinya, dan ternyata istrinya itu sedang berada di dapur bersama Bi Darmi.


"Sayang, kamu kenapa merengek kayak gitu sama Bi Darmi?" tanya Mattew mendekati istrinya yang terlihat merajuk seperti anak kecil.


"Nona Lesta mau air perasan lemon, Tuan." Bi Darmi yang  menjawab.


"Hah? Jangan di turuti, Bi. Nanti perutnya bisa sakit!" titah Mattew pada kepala pelayan di rumahnya itu.


"Mamad!" kesal Lesta seraya menatap jengkel pada suaminya sambil berkacak pinggang.


"Iya, sayang. Kamu mau apa pun akan aku turuti tapi tidak dengan air perasan lemon yang asam itu, apalagi kamu punya magh," jelas Mattew pada istrinya. Tapi, sayangnya Lesta tidak mau mendengarkannya, dan memilih merajuk ke level yang lebih tinggi.


"Ya ampun." Keluh Mattew sambil mengusap wajahnya dengan salah satu tanganya, ketika Lesta keluar dari area dapur.


"Sabar Tuan, mungkin Nona Lesta lagi isi," sahut Bi Darmi.


"Isi?" Otak cerdas Mattew berpikir keras untuk memahami perkataan Bi Darmi.


***


Isi kedondong, Mad.😂

__ADS_1


__ADS_2