Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Sebesar biji kacang hijau


__ADS_3

Tatapan semua orang yang ada di dalam ruangan dokter tertuju pada layar USG yang tertempel di dinding. Laila menggerakkan alat USG ke kiri dan ke kanan di atas permukaan perut Lesta dengan gerakan pelan dan sedikit menekan.


Situasi tegang karena antusiasme dari semua orang di dalam ruangan tersebut karena tidak sabar menunggu penjelasan dari dokter Laila yang sedang memeriksa Lesta.


"Wah, selamat ya untuk kalian semua, karena Lesta posistif hamil. Untuk usia kehamilannya sudah memasuki minggu ke enam, lihat calon baby-nya sudah kelihatan seperti biji kacang hijau," jelas Laila sambil tersenyum karena turut bahagia.


Mattew dan Lesta saling pandang, dan saling melempar senyum kebahagiaan mendengar kabar bahagia sekaligus mengharukan itu. Sementara itu, Melisa dan Ansel berpelukan ala teletubies sambil terus mengucapkan rasa syukur karena sebentar lagi akan mempunyai cucu lagi.


"Terima kasih, Dokter," ucap Lesta ketika sesi USG telah selesai, perawat yang ada di sana membantunya membersihkan sisa gel dingin di permukaan perutnya, kemudian ia turun dari atas tempat tidur pasien di bantu suaminya.


"Pelan-pelan, kamu tidak boleh banyak gerak," ucap Mattew yang tiba-tiba menjadi overprotektif setelah mengetahui istrinya sedang mengandung benihnya.


"Jangan berlebihan, sayang. Aku bisa jalan sendiri." Lesta mengerucutkan bibirnya ketika suaminya menggendongnya dan mendudukkannya di kursi yang tersedia di ruangan tersebut, tepatnya berhadapan dengan dokter Laila.


"Sttt, jangan banyak protes!" balas Mattew, seolah tidak mengizinkan istrinya bergerak.


Lesta memutar kedua matanya dengan malas, karena suaminya sangat berlebihan.


"Benar kata Mattew, kamu nggak boleh banyak gerak karena sedang mengandung, dan semua ini demi kebaikan kamu dan calon baby yang ada di dalam kandungan kamu," sahut Melisa yang mendukung putranya.


"Iya, Mi," jawab Lesta pasrah jika ibu mertuanya sudah berbicara.


"Kalian ini berlebihan sekali," sahut Laila geleng-geleng kepala, seraya menuliskan resep vitamin untuk Lesta, setelah selesai dia menyerahkan resep tersebut pada Mattew.


"Makasih, Aunty," ucap Mattew saat menerima resep vitamin tersebut dengan hati yang berbunga-bunga.

__ADS_1


"Jaga dengan baik kandungan istrimu, dan jadi suami yang siaga yang selalu ada untuk Lesta," pesan Laila untuk Mattew.


"Siap, Aunty, makasih sudah mengingatkan." Mattew tersenyum seraya beralih menatap istrinya yang masih cemberut.


"Kamu dengar sendiri 'kan kalau aku harus selalu menjagamu dan siaga untukmu, jadi mulai saat ini kamu harus berada di bawah pengawasanku selama 24 jam," ucap Mattew pada istrinya yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan  itu.


"Apakah kamu tidak berkerja?" tanya Lesta menatap suaminya penuh selidik.


"Aku bisa cuti selama 9 bulan full untuk menemani istri tercintaku. Lagi pula meski pun aku tidak bekerja, aku tidak akan bangkrut karena uangku banyak dan investasiku ada di mana-mana," jawab Mattew sambil menepuk dada beberapa kali, bangga dengan dirinya sendiri.


"Hais! Dasar belagu!" sahut Ansel sambil menonyor kepala putranya dari belakang. "Kalau kamu nggak kerja, istrimu mau makan apa nanti?!" omel Ansel pada Mattew yang terlalu berlebihan.


"Sudah aku jelaskan tadi, kalau aku ini kaya raya!" jawab Mattew dengan nada jengkel sambil mengelus kepalanya yang baru saja di tonyor ayahnya, lumayan sakit sih.


Dokter Laila melihat berdebatan keluarga kecil yang ada di hadapannya itu pun tertawa pelan. Kemudian dia menatap Melisa dan mengajak temannya itu berbicara 4 mata, membahas Becca.






__ADS_1



"Kalian berdua bisa pulang lebih dulu. Papi dan Mami bisa pulang naik taksi," ucap Ansel seraya menyerahkan kunci mobil pada putranya sata mereka bertiga berada di luar ruangan dokter Laila.


"Kami saja yang pulang naik taksi." Mattew tidak menerima kunci mobil yang disodorkan kepadanya.


"Jangan ngeyel! Ambil kunci mobil ini!" Ansel memberikan kunci mobil tersebut dengan paksa pada purtranya, kemudian ia kembali masuk ke dalam ruangan tersebut untuk menemani istrinya yang sedang berbicara serius dengan Laila.


"Kayaknya mereka serius banget, jadi penasaran mereka itu membicarakan apa," ucap Mattew ingin masuk ke dalam ruangan tersebut, tapi di cegah oleh istrinya.


"Jangan, sayang, nggak boleh nguping nanti mata kamu bintitan loh." Lesta langsung menarik salah satu tangan suaminya menjauh dari sana. Mattew menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencerna ucapan istrinya.


"Bukannya kalau mata bintitan itu karena mengintip ya?" gumam Mattew, otaknya mendadak nge-lag. Namun langkah kakinya terus mengikuti istrinya menuju parkiran rumah sakit tersebut.


*


*


"Ini tentang Becca," ucap Laila seraya menunjukkan banyaknya foto USG dan rontgen milik Becca.


"Apa ini?" Melisa dan Ansel bersamaan, seraya mengambil salah satu hasil USG yang tergeletak dia atas meja.


"Itu hasil pemeriksaan Becca," jelas Laila seraya menghela nafas panjang.


"Lalu hubungannya dengan kami apa?" Melisa menatap Laila sangat intens, menuntut sebuah penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2