
Jika Mattew sedang menikmati kebahagiaan dan surga dunia. Berbeda dengan Becca yang saat ini hidup dalam kesendirian setelah keluarganya keluar dari rumah mewahnya. Semua uang yang ia hasilkan selama iini ludes karena ia gunakan untuk membayar pinalti kontrak kerja. Tabungannya pun kian menipis, sedangkan dia harus melanjutkan hidup dan membesarkan bayi yang ada di dalam kandungannya. Dia sedang berpikir keras, rencananya dia akan menjual rumah mewahnya dan membeli rumah baru yang sederhana, lalu sisa uang penjualan rumahnya akan ia gunakan untuk membuka usaha seperti salon kecantikan. Untuk saat ini dirinya sedag berusaha mencari lowongan pekerjaan sebagai model, tapi sayang semua agency menolaknya karena scandal yang sedang menimpanya.
Sungguh malang nasibnya.
Wanita cantik itu menghirup nafas dalam-dalam, duduk di ruang makan sambil menikmati makan malamnya dalam kehampaan. Semua pelayan di rumahnya sudah dia berhentikan karena dia sudah tidak sanggup lagi membayar mereka. Untung saja beberapa hari yang lalu dia sudah pasang iklan penjualan rumahnya di salah satu situs di internet. Kini dia tinggal menunggu calon pembelinya.
Di sisi lain. Reqi saat ini sedang duduk berdua dengan ibunya. Ibunya menunjukkan iklan rumah mewah di salah satu situs internet.
"Bagaimana kalau yang ini?" tanya Laila kepada putranya seraya menunjukkan layar ponselnya yang memperlihatkan foto rumah mewah 2 lantai dengan gaya modern.
"Ma, untuk apa sih beli rumah?! Rumah ini juga sudah cukup untuk menampung keluarga kita!" protes Reqi sambil mendorong tangan ibunya yang sedang menyodorkan ponsel ke arahnya.
"Hei! Mama beli rumah baru juga buat kamu, masa depan kamu bersama anak dan istrimu nanti!" jawab Laila sedikit jengkel kepada putra semata wayangnya itu.
"Hadueh!!! Jodoh aja belum kelihatan batang hidungnya, udah ribut nyiapin rumah!" balas Reqi seraya beranjak berdiri.
"Maka dari itu beli rumah dulu, buat pancingan biar jodohmu segera mendekat!" ucap Laila.
__ADS_1
"Males ah!" balas Reqi seraya meninggalkan ibunya yang terus menceramahinya.
"Reqi sayang. Ini mau pilih rumah yang mana?!" seru Laila pada putranya yang sudah tak terlihat.
"Terserah Mama aja deh!" sahut Reqi sedikit berteriak karena dia sudah berada di lantai atas.
"Ada apa? Kenapa ribut-ribut?" tanya seorang pria pria paruh baya yang baru keluar dari kamar.
"Istri Papa tuh!" jawab Reqi terlihat jengkel.
"Istri Papa, Mama kamu juga!" omel pria paruh baya itu sambil geleng-geleng kepala lalu berjalan menuju lantai bawah.
*
*
Sampai di lantai bawah, tepatnya di ruang tengah, pria paruh baya itu langsung duduk di samping istrinya yang sedang asyik melihat foto rumah di ponsel.
__ADS_1
"Mau beli rumah baru buat si anak manja itu?" tanya Ricky pada istrinya.
"He-em, kalau nggak kayak gitu itu anak nggak akan pernah dewasa," jawab Laila.
"Mama sih terlalu memanjakannya, jadinya terbawa sampai besar manjanya nggak hilang-hilang untung saja dia mewarisi kecerdasanku dan dia bisa menjadi seorang dokter hebat," sahut Ricky dengan bangga, tapi tiba-tiba dia tersenyum ngilu saat merasakan cubitan kepiting mendarat di paha kanannya.
"Pisss, Ma. Bercanda kok!" Rikcy mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya, bertanda kalau dia meminta damai.
"Papa lupa kalau istrimu ini juga dokter kandungan!" balas Laila jengkel, menatap sengit suaminya lalu melepaskan cibutannya. Kemudian kembali melanjutkan melihat satu persatu iklan rumah dari ponselnya.
Sedangkan Ricky mengusap pahanya yang terasa panas dan sakit sambil meringis sakit. Istrinya itu tidak pernah berubah selalu saja garang, tapi anehnya hal itu lah yang membuatnya cinta berat sama Laila alisa Lele kesayangannya.
"Aduh, untung cinta," gumam Ricky meringis.
***
Masih ingat kisah cinta dokter Ricky dan Lele nggak sih? Yang belum wajib baca nih, tapi rumahnya ada di sebelah,😁
__ADS_1
Like-nya bestie, jangan lupa ya.😘