
Seorang wanita cantik menangis di hadapan keluarganya. Wanita tersebut bersimpuh di hadapan orang tuanya, karena telah membuat kesalahan besar.
"Dasar sampah!" umpat sang ibu tirinya penuh kekecewaan yang begitu dalam. Hatinya sakit luar biasa saat mengetahui anaknya yang selama ini di banggakan dan selalu di sanjung telah mencoreng nama baik keluarga.
"Mama, maafkan aku," lirih wanita tersebut yang tak lain adalah Rebecca.
Wanita tersebut telah pulang ke Indonesia beberapa hari yang lalu. Karirnya yang di bangun selama bertahun-tahun telah hancur dalam sekejap. Dan kini dia telah mengakui kehamilannya di hadapan keluarga besarnya.
"Maaf kamu bilang! Pergi dari sini!" usir ibu tirinya dengan penuh emosi seraya menunjuk pintu rumahnya.
Semua keluarga besarnya yang selama ini dia bantu secara ekonomi tidak ada yang membelanya. Hati wanita tersebut bertambah sangat sakit, keluarganya tidak ada yang merangkulnya di saat dia di terpa masalah. Rebecca mengepalkan kedua tangannya dengan erat, tentu saja dia tidak terima dengan semua ini.
__ADS_1
"Aku akan pergi dari sini, tapi kembalikan semua uang yang selama ini aku berikan kepada kalian semua!" sentak Rebecca kepada keluarga besarnya.
"Jangan keterlaluan Becca!" seru Kakak pertamanya tidak terima.
Rebecca tiga bersaudara, dan dia anak bungsu yang selama ini sudah menyokong keluarganya. Di saat usinya 20 tahun, ayahnya menikah lagi setelah sekian lama menduda, ayahnya menikah dengan seorang wanita berhati iblis tapi berwajah bak seorang bidadari tak bersayap.
"Kenapa tidak terima? Di saat aku sukses kalian seperti seorang pengemis yang setiap hari merongrong minta duit. Tapi, di saat aku susah, kalian malah mencampakkan aku begitu saja?! Aku tidak terima, kembalikan semua uang yang sudah aku berikan kepada kalian! Jika tidak, aku akan membawa masalah ini ke pengadilan!" tegas Rebecca.
Semua orang yang ada di sana langsung diam dan tidak berkutik, saat mendengar ancaman Rebecca.
"Tega?" Rebecca tersenyum miris mendengarnya. "Kalian yang sudah tega kepadaku! Apakah kalian tidak berpikir, demi mencukupi kebutuhan kalian yang mewah dan glamour aku harus bekerja siang dan malam, bahkan aku harus bekerja sampingan menjadi seorang pelacur! Tapi, tidak ada satu pun dari kalian yang mengerti dengan kondisi dan perasaanku! Jadi sekarang nilai sendiri, siapa di sini yang tega dan tidak mempunyai hati?!" tanya Rebecca meluapkan segala emosinya yang begitu menyesakkan dada.
__ADS_1
Lagi-lagi semua orang di sana terdiam, tidak ada satu pun di sana yang berani menjawab atau pun mengangkat kepala.
"Sekarang, aku minta secara baik-baik, kembalikan semua uang yang sudah aku berikan kepada kalian! Atau yang lebih mudah, kalian pergi dari sini!!!" sentak Rebecca, seraya menatap satu persatu orang yang berkumpul di ruang keluarga itu. Termasuk kedua orang tuanya yang selama ini sudah menjadikan dirinya mesin pencetak uang.
"Nggak bisa gitu dong. Karena uang yang selama ini kamu berikan sudah habis!" jawab Kakak keduanya dengan nada pelan tapi terdengar sangat menjengkelkan.
"Ya sudah, kalau begitu kalian pergi dari sini! Keluar dari rumahku!!!" teriak Rebecca seperti orang yang kesetanan.
Kedua kakak Rebecca menatap ibu tiri mereka dengan penuh emosi. "Ini gara-gara Mama!"
"Loh, kok Mama?" wanita paruh baya itu tentu tidak mau di salahkan.
__ADS_1
"Karena Mama sudah mengusir Becca lebih dulu!" sahut suaminya dengan nada kesal.
"Aku hitung sampai tiga, kalau kalian tidak segera keluar dari rumah ini aku akan memanggil pihak satpam untuk mengusir kalian!!!" ancam Rebbeca sangat emosi.