Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Sabar


__ADS_3

Lesta dan Mattew kembali ke rumah utama. Pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia, tangan mereka saling menggenggam erat saat berjalan memasuki rumah mewah tersebut. Kedatangan mereka di sambut oleh Melisa.


"Kalian dari mana aja sih?!" Melisa menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan omelan.


"Kami nginap di rumah Lesta, Mi," jawab Mattew seraya melepaskan genggaman tangan istrinya, beralih merangkum pundak ibunya agar tidak lagi mengomel.


"Kalau menginap harusnya ngasih kabar! Biar orang tua itu nggak cemas!" balas Melisa menyingkirkan tangan putranya yang yang bertengger di pundaknya.


"Maafkan kami, Mi, kemarin malam kami lupa mengabari, he he he," ucap Lesta diiringi tawa ringan diujung kalimatnya.


"Ya sudah ah. Tapi, kamu nggak apa-apa 'kan? Kamu masih utuh 'kan?" Melisa mendekati menantunya lalu membolak-balikkan badan Lesta ke kiri dan ke kanan, menelisik penampilan menantunya dari atas sampai ke bawah.


"Mami kira aku ini kucing garong apa!" sungut Mattew membalas pertanyaan ibunya yang absurd.


"Heh! Lesta itu masih di bawah  umur! Usianya baru 18 tahun, jadi wajar aja kalau Mami cemas, apalagi  semalaman dia menginap sama gurunya yang mesum!" balas Melisa. Dia masih mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat Lesta menjerit ketakutan karena melihat elangnya Mattew.


"Aku 'kan suaminya, dan dia sudah menjadi hak milikku. Mau mesum atau tidak kayaknya bukan urusan Mami," balas Mattew seraya mencebikkan bibir, lalu manarik tangan Lesta, mengajaknya menuju kamar mereka yang letaknya ada di lantai atas.

__ADS_1


"Hei, kamu mau mengajak Lesta ke mana?" seru Melisa kepada putranya yang sudah menaiki anak tangga.


"Mau bikinin cucu buat Mami!" balas Mattew sedikit berseru lalu tersenyum meledek ke arah ibunya.


"Dasar anak luknut!" umpat Melisa kesal, tapi sedetik kemudian dia tersenyum lebar karena tiba-tiba membayangkan punya cucu yang banyak. Apalagi anak pertamanya yang bernama Zahra saat ini sedang mengandung, pasti sangat menyenangkan kalau Lesta juga segera mengandung. Melisa membayangkannya jadi senyum-senyum sendiri.


*


*


Malam hari telah menyapa. Jam praktek Reqi sudah habis. Sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit ternama di pusat kota, membuatnya sangat sibuk, apalagi dia di tempatkan di bagian UGD. Menjadi dokter umum adalah cita-citanya sejak kecil, di tambah seluruh keluarganya juga ahli dalam bidang kesehatan, membuat Reqi semakin terdorong untuk menjadi seorang dokter.


"Bro!" sapa Reqi seraya mendudukkan diri di samping Mattew yang sedang menikmati moca latte.


"Datang juga lu!" sahut Mattew kesal.


"Wait! Kenapa kamu kayak marah sama aku?" Reqi mengerutkan kening, masih tidak paham dengan sikap temannya yang terlihat kesal kepadanya.

__ADS_1


"Kamu tanyeak ... kamu bertanyeak-tanyeak!" jawab Mattew bertambah jengkel, menatap sengit temannya.


"Gara-gara kamu, ranjangku yang sudah mulai hangat dan bergoyang hampir rubuh karena di terpa angin tornado!" lanjut Mattew menggunakan bahasa  istilahnya yang sama sekali tidak di mengerti oleh Reqi.


"Kalau ngomong yang jelas dong! Ribet banget," protes Reqi sambil mendengus sebal.


"Arghh!!!!" Mattew menggeram kesal, kemudian dia menjelaskan semuanya kepada Reqi, kalau Lesta hampir mengamuk karena mendengar informasi tentang Becca yang diberikan Reqi tadi malam.


"He he he, sorry, Bro. Aku 'kan nggak tahu kalau kamu lagi sama si doi. Tapi, yang penting ranjang kamu nggak jadi rubuh 'kan?" jawab Reqi sekaligus bertanya dengan santainya.


"Nggak!" balas Mattew sewot.


"Syukurlah," sahut Reqi sambil tersenyum tanpa dosa.


Melihat hal itu, Mattew hanya bisa mengelus dada, dan berkata 'sabar'.


***

__ADS_1


Sabar ya Mat. Kelakuan Dokter Reqi sebelas dua belas kayak bapaknya. Absurd dan selalu bikin jengkel.🤣


Vote-nya mana nih bestie, udah hari selasa hayo keluarin semua. Hari ini mau up 3 bab.🏋


__ADS_2