Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Selene Fernandes


__ADS_3

Reqi sangat syok, tubuhnya mendadak lemas seolah tidak mempunyai tulang, tatapannya begitu pedih ketika melihat wajah pucat Becca yang sudah tidak bernyawa. Kedua mata pria itu memerah, menandakan kalau saat ini dia sedang menangis dalam diam. Hatinya begitu sesak saat melihat kenyataan ini, meskipun dia sangat membenci Becca tapi dia turut sedih atas meninggalnya wanita tersebut. Dokter menjelaskan kalau Becca meninggal bersamaan dengan lahirnya bayinya ke dunia.


Reqi kembali menutup wajah Becca dengan kain hijau tersebut, dia mengusap wajahnya dengan perasaan sedih sambil menatap dua orang perawat yang akan membawa jasad Becca ke kamar Jenazah.


"Pak, yang sabar. Kami turut berduka cita atas meninggalnya istri Anda, semoga mending istri Anda di tempatkan di surga, amin," ucap salah satu perawat yang menggendong bayi mungil. Dia mengira kalau Reqi adalah suami Becca.


Reqi diam saja tidak menjawab ucapan perawat tersebut karena dirinya masih sangat syok.


"Ini putri Anda, sangat cantik seperti ibunya," ucap perawat tersebut menyerahkan bayi lucu itu kepada Reqi.


Air mata Reqi menggenang, dia terpaku melihat bayi mungil yang tak berdosa harus kehilangan ibunya untuk selamanya. Nalurinya sebagai seorang manusia tergerak, kedua tangannya terulur untuk menerima bayi mungil yang masih merah itu.


Bayi mungil yang belum merasakan dekapan ibunya itu menggeliat kecil sambil tersenyum polos kemudian menjulurkan lidahnya seraya mencecapkan bibirnya beberapa kali bertanda kalau sedang haus.


Air mata Reqi tidak terbedung lagi, dia terisak lirih lalu mendekap bayi itu dengan sangat erat dan penuh kasih sayang. "Aku akan menjagamu seperti anakku sendiri, aku berjanji," batin Reqi dengan tulus.


"Kamu sangat cantik dan indah seperti bulan yang hadir setelah matahari tenggelam, bagaimana kalau aku memberikanmu nama Selene Fernandes," ucap Reqi pada bayi mungil itu dengan lembut.

__ADS_1


Perawat yang masih berdiri di sana, beranjak mundur dan pamit undur diri karena masih ada banyak pekerjaan yang menantinya, tapi setelah dirinya membalik badan, kedua matanya meneteskan air mata dengan deras, dia merasa sedih dan terharu saat melihat interaksi Reqi dan bayi mungil itu. "Ya Tuhan, hari ini adalah hari yang begitu berat untukku dan semuanya. Semua kejadian ini memberikan banyak pelajaran untuk kami semua yang masih hidup di dunia ini," gumamnya sambil terus berjalan.








"Reqi!" seru Laila segera menghampiri putranya dengan langkah tergesa.


"Bayi Becca sudah lahir? Lalu di mana Becca?" tanya Laila dengan nada bahagia.

__ADS_1


"Ma, Becca sudah nggak ada," lirih Reqi dengan penuh kesedihan.


"Reqi maksud kamu apa? Jangan bercanda!!" Laila tentu saja tidak percaya mendengar jawaban putranya yang menurutnya sangat tidak masuk akal, kedua matanya membola menandakan kalau dia marah pada Reqi.


"Ma, aku serius. Becca sudah tidak ada, dia meninggalkan bayinya untuk selamanya," jawab Reqi sangat serius.


Melihat wajah putranya yang serius, Laila terdiam tubuhnya mendadak lunglai tapi dia segera mendudukkan diri di kursi saat tubuhnya mulai libung.


"Bagaimana bisa?" tanya Laila dengan lirih, kedua bola matanya bergerak ke kiri dan ke kanan dengan tidak beraturan, perasaan campur aduk sekarang memenuhi hatinya. Tenggorokkannya terasa tercekat seolah dijejal oleh sesuatu membuatnya kesulitan untuk bernafas. Seharusnya Becca masih selamat, karena selama ini Becca selalu mengonsumsi obat yang dia berikan, obat pengecil tumor yang dia dapatkan dari luar negeri beberapa bulan yang lalu dan harganya sangat mahal. Dia tidak memberitahukan tentang obat itu kepada Becca, tapi dia langsung memberikan obat tersebut layaknya memberikan obat kepasien seperti pada umumnya.


Ataukah jangan-jangan Becca sengaja tidak meminum semua obat yang dia berikan? tanya Laila dalam hati.


****


Bisa jadi 'kan Becca sengaja nggak minum obatnya selama ini, mungkin karena dia sudah lelah dengan kehidupannya yang merasa sepi dan selalu tertekan dengan kondisinya.


Ya allah, sad banget😭

__ADS_1


__ADS_2