
Setelah menyelesaikan perdebatan kecil mereka, Mattew mengajak istrinya membeli ke kedai es krim yang terkenal di kota tersebut. Biasanya kalau mood wanita sedang buruk akan kembali membaik setelah makan yang manis-manis seperti coklat atau es krim. Kedai es krim yang sedang viral dan mengusung konsep kekinian yang cocok untuk nongkrong para muda-mudi selain itu harga es krim di sana juga pas di kantong dan rasanya juga lezat.
"Mau es krim rasa apa, Sayang?" tanya Mattew kepada istrinya yang berdiri di sampingnya.
"Coklat sama strawberry," jawab Lesta menunjuk dua rasa es krim yang dia maksud.
Mattew langsung meminta pegawai kedai es krim tersebut untuk membuatkan dua porsi es krim dengan dua rasa yang sama.
Setelah mendapatkan dua es krim, pasangan suami istri itu duduk di salah satu meja yang di sudut kedai tersebut. Suasana di sana lumayan ramai pada siang hari. Lagu Bunga Citra Lestari-Cinta Sejati terdengar mengalun indah di dalam kedai es krim tersebut, membuat siapa pun akan semakin betah nongkrong di sana.
🎶🎶🎶
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
__ADS_1
Cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta
"Gimana rasanya?" tanya Mattew pada istrinya yang memasukkan satu sendok es kirm rasa strawberry ke dalam mulut.
"Sudah aku duga pasti kamu sangat menyukainya," ucap Mattew seraya mengusap sudut bibir Lesta yang tersisa sedikit es krim di sana menggunakan ibu jarinya. Kemudian ia menyesap ibu jarinya itu tanpa sungkan.
Lesta tersipu malu saat mendapatkan perlakuan manis dari suaminya. Dia langsung menundukkan kepala, kembali menikmati es krimnya tanpa banyak kata. Sedangkan Mattew malah asyik memandang wajah cantik istrinya dari samping. Dia seolah tidak pernah bosan melihat wajah cantik dan segar itu. Sungguh keberuntungan bagi Mattew karena telah mendapatkan daun muda yang segar.
"Sepertinya aku sudah kena virus bucin," ucap Mattew di dalam hati.
__ADS_1
Saat sedang asyik menatap wajah Lesta. Dia di kejutkan dengan suara wanita yang memanggilnya.
"Mattew!" seru wanita tersebut.
Lesta dan Mattew pun dengan kompak menoleh ke arah sumber suara.
Kedua mata Mattew melotot dan rahangnya mengeras saat melihat wanita yang dikenalinya berjalan ke arahnya.
Sedangkan Lesta menyenggol bahunya sambil mempertanyakan siapa wanita cantik tersebut.
"Hai, lama kita nggak ketemu? Apa kabar?" tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Becca. Wanita tersebut tanpa malu mendudukkan diri di kursi yang tersisa di sana, lalu tersenyum cerah akan tetapi di balik senyumannya itu terdapat emosi yang tertahan.
"Dia siapa? Kamu kenal?" Lesta bertanya kepada suaminya. Dia masih berusaha berpikir positif, jika wanita yang ada di hadapan mereka adalah teman suaminya.
Becca tersenyum sinis pada Lesta. "Oh, apakah ini istrimu Mattew? Kenapa dia tidak tahu siapa aku? Apakah kamu tidak pernah menceritakan tentangku kepadanya?"
"Karena menurutku kau bukan orang penting yang harus di ceritakan kepada istriku yang sangat aku cintai!" jawab Mattew dengan tegas dan penuh penekanan.
__ADS_1
Becca mengepalkan kedua tangannya dengan erat, menahan emosi dan cemburu yang bergejolak di dalam dada. Dia menghela nafas berulang kali, guna mengurai rasa sesak di dalam dada.
"Jangan bilang kalau wanita ini adalah Becca mantan kekasihmu?!" Lesta menatap tajam suaminya.