
Suara dessahan terdengar memenuhi sudut kamar bernuansa putih itu. Pasangan suami istri sedang bermain jungkat-jungkit di atas ranjang, tapi kali ini sedikit berbeda, karena pasangan halal tersebut menggunakan gaya elang nangkring di atas tembok.
Entah seperti apa gayanya, kalian bayangkan saja sendiri ya. 🤣
"Ah, enak banget." Mattew meracau di sela kenikmatannya sambil menciumi bibir istrinya lalu beralih menyesap pucuk dada itu secara bergantian. Si elang terus bergerak naik turun ke atas bukit terjal dengan penuh semangat, bahkan si elang tidak memedulikan kalau dirinya sudah mulai lelah dan pusing.
"Bro, capek bro." Mungkin kalau elang bisa berbicara akan mengatakan hal seperti itu sambil mengibarkan bendera putih, bertanda kalau dia menyerah. Tapi, sayangnya hal tersebut tidak akan pernah terjadi, karena elang di ciptakan menjadi suatu benda yang lembek tapi keras dan tidak boleh membantah perintah majikannya.😂
"Ah ah." Lesta mengerang dan terus mendessah nikmat saat merasakan hujaman demi hujaman yang di berikan oleh suaminya di area sensitifnya. Kedua matanya sampai berkaca-kaca saat merasakan sebuah kenikmatan yang begitu besar mulai menghantam jiwa dan raganya.
"Sayang ... aku mau pipis." Lesta merengek saat dia merasakan akan ada sesuatu yang mendesak keluar dari area sensitifnya.
"Sama aku juga. Kita pipis enak bareng yuk!" ajak Mattew sambil terus bergerak maju mundur dengan sangat cepat.
PLOK
PLOK
Suara percintaan mereka semakin keras terdengar, pasangan suami istri itu mengerang bersamaan saat gelombang kenikmatan menghantam tubuh keduanya. Mattew menghujamkan seluruh senjatanya sampai ke titik yang paling dalam saat dia menyemburkan pasukan kecebongnya ke dalam rahim sang istri.
Lesta memejamkan mata, nafasnya naik turun tidak beraturan. Tubuhnya lemas tak berdaya, apalagi kedua kakinya rasanya sudah tidak sanggup dia gerakan karena tenaganya sudah terkuras habis.
Bagaimana tidak lemas, kalau pagi, siang dan malam suaminya itu selalu mengerjainya tanpa rasa bosan atau pun lelah.
__ADS_1
"Sayang, aku lelah," rengek Lesta sambil mendorong dada bidang suaminya agar segera turun dari atas tubuhnya/
"Mau minum?" tanya Mattew, dan diangguki oleh Lesta.
Mattew langsung mencabut penyatuaannya, lalu membersihkan sisa percintaannya dengan tisu. Setelah selesai, dia langsung berjalan menuju kulkas mini yang ada di dalam kamarnya, mengambil sebotol air dingin untuk sang istri tercinta.
"Makasih." Lesta mendudukkan diri sambil menerima sebotol air tersebut yang sudah di buka penutupnya, dia langsung meninum air tersebut.
"Hah, lega." Lesta tersenyum ketika tenggorokannya yang tadinya kering keronta kini terasa segar kembali setelah meminum setengah botol.
Mattew mengambil botol yang di pegang Lesta, lalu meminum sisa air tersebut tanpa rasa sungkan.
"Sayang, itu 'kan sisaku," protes Lesta.
"Kamu nggak jijik?" tanya Lesta.
"Jijik? Tentu saja tidak, bahkan aku pernah melakukan hal yang lebih gila dari ini," jawab Mattew sambil tersenyum mesum.
"Maksud kamu?!" Lesta menatap suaminya penuh selidik.
Mattew kembali mendudukkan diri di samping istrinya, kemudiaan salah satu tangannya terulur untuk menyentuh bagian inti istrinya yang ditumbuhi rerumputan hitam tapi tipis.
"Ini," ucap Mattew sambil mengelus gundukan sabun GIV itu dengan gemas.
__ADS_1
Otak Lesta langsung tersambung, dia segera menepis tangan suaminya saat mengingat kelakuan Mattew ketika mencumbu dirinya dari ujung kuku sampai ujung kepalanya. Wajah Lesta yang putih bersih kini terlihat merona seperti kepiting goreng yang siap di santap.
"Ciee ... merah mukanya," goda Mattew sambil tertawa geli.
"Apaan sih!" Lesta langsung merebahkan diri, dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang naked itu.
"Sayang, lagi yuk!" Mattew menyelinap masuk ke dalam selimut, memeluk istrinya dengan erat.
"Nggak mau! Aku capek!" tolak Lesta.
"Dikit aja kok. Habisnya kamu bikin nagih sih," bujuk Mattew.
"Nggak pokoknya nggak!"
"Sayang, please."
"Ih! Ini kenapa si elang pakai bangun lagi? Kayaknya dia harus dipakein helm dobel deh, biar nggak nakal!" celetuk Lesta saat merasakan benda keras dan bergerak di dekat perutnya.
"Dia nakalnya cuma sama pawangnya doang," balas Mattew, tidak kalah absurd.
****
Elang istirahat elang, nanti kamu mabuk darat loh🤣
__ADS_1