Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Dia sudah menikah?


__ADS_3

Mattew menuntun istrinya agar duduk di tepian ranjang. Dia menggenggam tangan istrinya dengan erat, lalu menjelaskan semuanya.


"Aku takut kalau kamu salah paham. Demi Tuhan aku tidak pernah menyentuh wanita itu. Bahkan sebelum kami putus, aku sudah tidak pernah bertemu dengannya selama setengah tahun lebih. Beberapa bulan yang lalu aku membatalkan keinginanku ingin menyusul wanita itu di luar negeri. Dan tidak berselang lama, aku mengetahui fakta bila dia bukan wanita baik-baik, jadi pada saat itu juga aku tersadar kalau selama ini aku telah menjalani hubungan dengan orang yang salah. Dan mulai hari itu, aku memutuskan fokus pada hubungan kita, dan mencoba untuk mencintaimu. Dan hasilnya, sekarang aku jadi bucin akut sama kamu," jelas Mattew pada istrinya panjang kali lebar dan sangat detail.


Lesta membuang nafas kasar, menundukkan kepala seraya menatap kedua tangannya yang digenggam suaminya sangat erat. Setelah mendengarkan penjelasan suaminya yang sangat detail. Lesta pun percaya, karena pada kenyataannya selama 2 bulan ini Mattew tidak pernah pergi ke mana pun selain mengajar ke sekolah, dan juga tidakĀ  pernah melihat suaminya mengangkat telepon atau membalas pesan wanita lain.


"Aku percaya sama kamu," jawab Lesta pada akhirnya.


Mattew tersenyum cerah secerah mentari yang baru terbit, kemudian memeluk istrinya dengan erat, tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih karena Lesta sudah percaya kepadanya.


"Terima kasih, Sayang," ucap Mattew lalu melayangkan ciuman mesra di pipi istrinya.


"Iya, tapi jangan pernah merusak kepercayaan yang sudah aku bangun untukmu," balas Lesta seraya menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya.


"Tegur aku jika suatu saat nanti aku melakukan kesalahan baik secara sengaja atau pun tidak sengaja," ucap Mattew menatap istrinya penuh damba.

__ADS_1


Lesta mengangguk di barengi dengan senyuman manis.


Mattew bernafas lega, karena rumah tangganya yang baru di bangun akhirnya terhindar dari badai angin tornado. Kini dia merutuki Dokter Reqi di dalam hati. Temannya itu sepertinya harus di beri pelajaran.







__ADS_1


Becca menggigit bibirnya, bingung mau menjawab apa, karena dia sendiri saja tidak tahu benih pria mana yang sudah bertunas di dalam rahimnya. Setelah diam beberapa saat dia di kejutkan dengan ucapan Reqi.


"Nggak mungkin Mattew 'kan? Karena dia sudah menikah dan mempunyai istri yang lebih cantik dari kamu." Ucap Reqi sambil tersenyum tipis melihat Becca yang tampak syok.


"Me-menikah? Dia sudah menikah?"


"He-em, memangnya kamu tidak di beritahu Mattew?" tanya Reqi dengan santainya menatap Becca yang masih sangat syok.


Becca menjawab dengan gelengan kepala, karena dia memang tidak tahu tentang pernikahan mantan kekasihnya. Tapi, yang jelas saat ini hatinya sangat sakit ketika mengetahui hal tersebut. Penyesalan juga mulai merasuk ke dalam hatinya. Andai saja dulu dia tidak jual mahal saat Mattew melamarnya, mungkin nasibnya tidak akan seperti ini.


Tapi, yang namanya sebuah penyesalan tidak akan merubah apa pun, karena semuanya sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa di ulang kambali atau di perbaiki.


"Oke, kembali ke topik pembahasan. Jadi, kamu tidak tahu ayah bayi yang kamu kandung?" Reqi mengulangi pertanyaannya.


"Apakah penting aku jawab?" Becca menatap jengkel pada Reqi yang sangat kepo.

__ADS_1


"Mendengar ucapanmu aku sudah menyimpulkan jawabannya. Aku rasa pertemuan kita sampai di sini, karena sebentar lagi adalah jadwal praktekku," ucap Reqi sekaligus pamit kepada wanita tersebut.


Becca mengepalkan kedua tangannya yang ia letakkan di atas pangkuan. Rasanya tidak terima mendengar Mattew menikah dengan wanita lain, di tambah lagi melihat kondisinya yang tengah berbadan dua tanpa suami membuatnya semakin emosi.


__ADS_2