Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Aksi Lesta mengusir Becca


__ADS_3

Becca mengelus perutnya ketika dia melintasi kedai es krim pada siang hari itu. Air liurnya langsung memenuhi rongga mulutnya ketika membayangkan es krim coklat lumer di dalam mulutnya.


“Kamu ingin es krim, Baby?” tanya Becca sambil menatap perutnya yang rata, seolah sedang berbicara dengan janinnya.


“Baiklah, kamu akan segera mendapatkannya,” ucap Becca, lalu segera memarkirkan mobilnya di depan kedai es krim. Dengan penuh semangat dia keluar dari mobilnya lalu berjalan memasuki kedai es krim tersebut. Akan tetapi semangatnya langsung ambyar ketika dia tidak sengaja melihat sosok pria yang pernah mengisi relung hatinya.


“Mattew!” secara refleks dia memanggil pria tersebut, lalu menghampirinya. Dan ternyata pria tersebut tidak sendirian. Ada sebuah rasa cemburu di dalam dadanya ketika melihat Mattew bersama dengan seorang gadis cantik.


*


*


“Jangan bilang kalau dia ini adalah Becca mantan kekasihmu?!” Lesta menatap tajam suaminya.


“Iya, dia Becca,” jawab Mattew mengakuinya.


Lesta menghembuskan nafas kasar, berusaha menahan emosi dan cemburu yang bergejolak di dalam dada. Meski dia tahu kalau suaminya dan wanita yang ada di hadapannya ini sudah tidak mempunyai hubungan lagi, tapi tetap saja rasa cemburu itu ada, di tambah lagi Becca jauh lebih cantik dan sexy darinya. Namun, Lesta berusaha bersikap dewasa untuk menanggapi semua masalah yang ada di hadapannya ini.


Wajah Lesta yang kesal kini berubah ceria, bahkan gadis itu tersenyum lebar sambil menatap suaminya.


Mattew menjadi merinding dan perasaannya menjadi tidak enak saat melihat senyuman istrinya itu.


“Sayang, kamu nggak marah ‘kan?” tanya Mattew pada istrinya.


“Marah? Untuk apa aku marah,” jawab Lesta santai sambil tersenyum tipis pada suaminya, lalu beralih menatap wanita yang ada di hadapannya, dan masih mempertahankan senyumannya.


“Maaf, pasti kamu terkejut dengan kehadiranku,” ucap Becca membalas senyuman Lesta dengan sinis.


“Awalnya sih aku sangat terkejut, tapi sekarang sudah tidak,” jawab Lesta.

__ADS_1


“Oh ya?” Becca seolah tidak percaya, padahal sudah jelas kalau gadis yang ada di hadapannya ini terlihat jengkel kepadanya.


“Apakah kamu berharap kalau aku akan marah dan cemburu kepadamu? Ya ampun, jika kamu berpikiran seperti itu sungguh picik sekali. Lagi pula SUAMIKU sudah move on darimu!” ucap Lesta, sengaja menekankan kata ‘suamiku’ agar wanita tersebut sadar diri.


“Ya ampun, ha ha ha.” Becca malah tertawa mendengar ucapan Lesta. “Mattew, ternyata gadis kecil ini istrimu? Kenapa seleramu berubah 180 derajat?!” Becca mengejek Mattew, tapi tatapan sinisnya tertuju pada Lesta.


Mattew ingin membalas ucapan Becca akan tetapi tangannya langsung di genggam oleh istrinya, seolah menyuruhnya diam dan tidak ikut campur perdebatan itu.


Lesta meletakkan kedua sikunya di atas meja, kemudian dia mencondongkan setengah badannya ke arah depan, seraya menatap Becca dengan tajam.


“Usiaku memang masih muda, dan aku masih perawan saat pertama kali Mattew menyentuhku. Lalu bagaimana dengan dirimu?” tanya Lesta dengan suara pelan.


Pertanyaan Lesta begitu menohok di hati Becca, hingga membuat wanita tersebut langsung memalingkan wajahnya kesal, karena dia kalah telak dengan gadis kecil yang ada di hadapannya ini.


“Yang aku dengar kamu lagi hamil ya? Lalu di mana suamimu?” lanjut Lesta sembari menegakkan badannya. Puas rasanya membuat wanita itu tidak berkutik.


Mattew tersenyum setelah kepergian Becca. Dia mengacungkan dua jempolnya pada istrinya.


“Istriku memang sangat hebat!” puji Mattew.


“Hah, gara-gara dia moodku kembali berantakan karena es krimku mencair!” dumel Lesta sambil meletakkan wadah es krimnya dengan kasar.


“Kamu akan mendapatkannya yang baru, Sayang.” Mattew secepat kilat langsung berlari memesankan es krim yang baru untuk istrinya.


****


Becca memukul stir mobilnya berulang kali meluapkan kekesalannya.


“Kurang ajar!” umpatnya, dadanya naik turun tidak beraturan saat emosi masih mengendalikannya.

__ADS_1


“Kenapa sih takdir begitu jahat sama aku!!” umpatnya lagi sambil menangis sedih, kemudian beralih menyesali segala perbuatannya. Andai saja dia tidak neko-neko, semua tidak akan seperti ini. Dia harus hamil di luar nikah tanpa tahu siapa ayah janin yang ada di dalam perutnya itu.


Tapi, semua yang sudah terjadi, tidak dapat di putar kembali. Dia kini harus menjalani takdirnya dengan ikhlas.


Setelah puas menumpahkan emosinya, Becca langsung menancap gas mobilnya, melajukannya menuju rumah dengan kecepatan penuh.


*


*


“Terima kasih karena kamu nggak mudah terpancing emosi,” ucap Mattew pada istrinya,


“Sebenarnya aku juga sangat kesal dan cemburu. Tapi, kalau aku bersikap kekanakan semua masalah tidak akan bisa di selesaikan dengan baik. Apakah tadi aktingku sangat bagus? Nggak sia-sia ‘kan aku nonton drakor,” ucap Lesta sambil menepuk dada dengan bangga.


“Apa hubungannya dengan drakor?” tanya Mattew heran.


“Karena ada beberapa drakor yang menunjukkan adegan istri sah melabrak pelakor dengan gaya yang sangat elegan dan sangat keren, jadi aku mencontohnya, he he he,” Lesta menjawab sambil tertawa geli.


“Ya ampun.” Mattew tertawa terbahak saat mendengar jawaban istrinya, kemudian dia mencubit pipi istrinya dengan gemas. “Kamu hebat! Sepertinya kamu pantas mendapatkan penghargaan akting terbaik di tahun ini,” puji Mattew lalu mencium pipi istrinya dengan mesra.


“Sayang, malu kalau ada yang melihat.” Lesta menutup pipinya yang baru saja di kecup oleh suaminya.


“Untuk apa malu, di sini juga tidak ada yang memperhatikan kita.” Mattew kembali mengecup pipi istrinya secara bertubi-tubi.


Mattew benar-benar bucin kepada istri kecilnya ini. Rasanya dia ingin terus nemplok pada Lesta.


***


Kayak cicak aja, Mat, nemplok di dinding, ha ha ha ha

__ADS_1


__ADS_2