
Deru nafas menderu-deru terdengar bersahutan ketika pasangan suami istri itu telah selesai melakukan penyatuan panas, menyisakan peluh yang membasahi tubuh keduanya, membuktikan bahwa percintaan mereka yang baru saja terjadi sangat dahsyat walau mereka hanya menggunakan satu gaya saja yaitu missionary position.
Mattew menarik tubuh polos istrinya masuk ke dalam pelukannya. Dia mengecup kening Lesta dengan dalam dan penuh cinta, kemudian mengusap punggung polos istrinya yang di penuhi dengan peluh sisa percintaan mereka.
"Capek?" tanya Mattew.
"He-em," jawab Lesta seraya menelusupkan wajahnya ke dada bidang suaminya. Rasa lelah dan lemas membuatnya mengantuk.
"Tapi, enak 'kan?" tanya Mattew sekaligus menggoda istri kecilnya.
"Apaan sih." Lesta malu mengakuinya.
Mattew terkekeh saat mendengar jawaban istrinya yang malu mengakui kehebatannya. Kemudian obrolan mereka berganti topik.
"Kamu sudah memutuskan akan kuliah di mana?" tanya Mattew masih memeluk istrinya penuh kehangatan.
"Belum, tapi tadi sore Mami memberikan rekomendasi 4 universitas di Jakarta, tapi aku masih bingung," jawab Lesta seraya mengusap dada bidang suaminya yang putih, halus, dan mulus tanpa cela.
"Mau aku bantu memilihkan?" tanya Mattew sambil melonggarkan pelukannya saat merasakan istrinya tak kunjung berhenti mengusap dadanya.
__ADS_1
"Boleh, aku ikut pilihan Pak Guru saja. Karena pilihan Pak Guru pasti yang berbaik," jawab Lesta sambil mendongak dan tersenyum menatap suaminya, tapi tangannya tak kunjung berhenti mengusap dada bidang itu hingga membuat Mattew menggeram, bukan karena kesal akan tetapi karena ada sesuatu yang mulai terbangun lagi.
"Sayang, jangan terus mengusapnya atau kamu nantinya akan menyesal!" Mattew memperingatkan istrinya seraya menjauhkan tangan Lesta dari dada bidangnya.
"Menyesal apanya? Aku 'kan hanya mengusap dadamu saja," jawab Lesta tak mau mendengarkan peringatan suaminya.
"Si elang bangun lagi, kamu harus tanggung jawab." Mattew melirik ke bawah di mana kepala elang terlihat menganggukkan kepala botaknya berulang kali.
Mendengar ucapan suaminya. Lesta langsung menghentikan aksinya, dan secepat kilat turun dari ranjang, lalu melarikan diri ke kamar mandi.
"Sayang!!!" seru Mattew karena di tinggal istrinya saat sedang ingin nambah lagi. Mattew garuk-garuk kepala sambil mendudukkan diri lalu menatap ke arah bawah sana, di mana si elang masih saja meronta nggak sabar pengen ketemu bestie-nya lagi.
Jika elang bisa bicara, maka dia akan berkata. "Sialan lu, pakai jadiin gue kambing hitam! Padahal gue berdiri tegak lagi juga atas perintah otak lu yang mesum!!" 😅
Sedangkan Lesta yang berada di dalam kamar mandi mengelus dada sambil mengucap syukur karena bisa lolos dari gempuran ronde ke dua.
Huh!
Lesta membuang nafas panjang, lalu mengambil jubah mandinya yang tersusun rapi di rak sudut atas kamar mandi. Dia segera memakainya untuk menutupi tubuh polosnya. Tidak berselang lama terdengar ketukan dari luar kamar mandi di barengi dengan suara Mattew yang memanggilnya.
__ADS_1
"Sayang, keluar dong. Elang sudah bobok ganteng, nggak akan minta jatah lagi!" seru Mattew.
"Nggak mau!" balas Lesta takut.
"Sayang ... nanti kamu masuk angin kalau di dalam kamar mandi terus. Apa mau aku panggilan Mami?" ucap Mattew membuat Lesta membulatkan kedua matanya. Bisa panjang urusannya kalau ibu mertuanya tahu masalah ini.
Akhirnya Lesta memutuskan membuka pintu kamar mandi sedikit, mengintip ke arah keluar, menatap suaminya yang sudah memakai boxer.
"Tuh lihat, elang udah bobok ganteng." Mattew tanpa malu langsung menurunkan boxer-nya di hadapan istrinya.
Lesta yang terkejut langsung menjerit sambil menutup kedua matanya dengan salah satu tangannya.
"Kenapa kamu kaget? Kamu 'kan udah nggak perawan," celetuk Mattew, membuat Lesta langsung menurunkan tangannya, dan menatap suaminya dengan jengkel.
"Ih! Menyebalkan! Aku nggak perawan lagi juga karena kamu!" balas Lesta bersungut-sungut.
****
Sabar elang, kalau sabar nanti sarangnya makin indah dan glowing 🤣
__ADS_1