Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Keributan kecil


__ADS_3

Hampir seluruh kampus di Jakarta telah membuka pendaftaran mahasiswa baru yang ingin menimba ilmu. Para calon mahasiswa berlomba-lomba untuk mendaftar ke universitas idaman mereka. Termasuk Lesta yang saat ini sedang berada di salah satu kampus ternama pilihan suaminya. Lesta yang  ingin mengambil formulir pendaftaran mahasiswa baru tapi di larang suaminya. Lesta hanya bisa menurut, padahal dia sangat ingin merasakan sensasinya.


"Untuk apa formulir, kamu 'kan sudah daftar online dan lewat jalur dalam, sudah pasti akan di terima oleh kampus ini," ucap Mattew seraya menggandeng tangan istrinya menuju ruangan rektor.


Lesta semakin cemberut mendengar ucapan suaminya. Padahal dia ingin masuk ke universitas tersebut dengan jalur prestasi.


"Eh, untuk apa kita masuk ke ruangan rektor?" bisik Lesta pada suaminya.


"Kamu akan tahu nanti," balas Mattew berbisik.


Mattew mengetuk pintu berwarna coklat itu beberapa kali, tidak berselang lama terdengar sahutan dari dalam. Mattew dan Lesta masuk ke dalam ruangan tersebut sambil bergandeng tangan.


"Selamat siang, Pak," sapa Mattew kepada pria paruh baya yang mempunyai jabatan tertinggi di universitas tersebut.


"Selamat siang juga, Pak Mattew, lama tidak bertemu," sapa balik rektor tersebut, kemudian mereka bertiga saling berjabat tangan.

__ADS_1


Mattew memperkenalkan Lesta kepada rektor tersebut. "Ini istri saya yang akan kuliah di sini. Anda sudah tahu 'kan maksud saya?" Mattew tidak basa-basi, bahkan terkesan tidak sopan kepada rektor yang usianya lebih tua darinya.


Lesta mencubit lengan suaminya agar lebih sopan lagi dalam berbicara. Akan tetapi Mattew tetaplah Mattew jika berada di luar rumah akan terlihat sangat angkuh dan menyebalkan.


"Baik, Pak. Anda tenang saja," jawaban rektor tersebut membuat Lesta mengerutkan alisnya. Karena kedua pria berbeda usia itu seolah sedang berbicara menggunakan  bahasa isyarat. Lesta mendengus kesal, karena suaminya sepertinya merahasiakan sesuatu kepadanya.


*


*


Mattew hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya yang marah kepadanya. Ya, dia memang sedang menyembunyikan sesuatu, sebenarnya dia telah menjadi donatur kampus tersebut sejak beberapa hari yang lalu.


"Hanya senyum saja tanggapanmu! Oke, kalau begitu, si elang nanti malam tidak boleh masuk ke dalam sarangnya!" tegas Lesta jengkel pada suaminya. Kemudian dia segera berjalan cepat meninggalkan Mattew yang tampak terkejut dengan ancamannya.


"Sayang!!" seru Mattew segera mengejar istrinya.

__ADS_1


"Ah, sial! Dia sekarang tahu kelemahanku!" keluh Mattew sambil terus mengejar istrinya yang tak menghiraukannya.


Sampai di parkiran kampus. Mattew segera membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya.


"Sayang, jangan marah dong," bujuk Mattew ketika dirinya sudah duduk di balik stir mobil.


"Aku nggak akan marah kalau kamu mengatakan yang sebenarnya," jawab Lesta tanpa menoleh pada suaminya.


Demi masa depan si elang dan demi kehangatan ranjangnya, Mattew akhirnya berkata jujur kepada Lesta kalau dia sebenarnya telah menjadi donatur kampus demi istrinya agar bisa merasa nyaman di sana. Mattew tidak ingin kejadian bullying yang menimpa Lesta saat masih SMA terjadi lagi, maka dari itu dia menggunakan kekuasaannya dengan cara menjadi donatur kampus tersebut, agar tidak ada yang berani macam-macam dengan istri tercintanya.


"Ya ampun, kamu nggak perlu bersikap berlebihan kayak gini!" Lesta seraya memijat pangkal hidungnya.


"Aku melakukannya demi kamu, karena aku cinta dan sayang sama kamu, My Lestari!"


****

__ADS_1


Update di jam kunti yak, masih ada yang melek nggak ya, hi hi hi


__ADS_2