Hidden Marriage With Hot Teacher

Hidden Marriage With Hot Teacher
Panggilan Sayang


__ADS_3

Ujian Nasional telah selesai satu minggu yang lalu, kini saatnya pengumuman hasil ujian sekaligus mengambil raport, Lesta lulus dengan nilai terbaik dan mendapat juara 1 di sekolahan tersebut. Mengetahui hal itu tentu saja Mattew, Melisa dan Ansel sangat bahagia dan bangga kepada Lesta.


Melisa dan Ansel yang datang menjadi wali Lesta menjadi pusat perhatian wali murid lainnya. Bahkan ada yang secara terang-terangan bertanya status mereka sebagai wali murid Lesta.


"Kalian pulang saja dulu, hari ini aku akan membawa Lesta ke suatu tempat," ucap Mattew kepada orang tuanya yang sudah akan pulang sembari membawa raport milik Lesta.


"Jangan macam-macam, Mat." Melisa memberikan peringatan kepada putranya.


"Lesta sudah lulus SMA, Mi, jadi aku bebas mau melakukan apa pun kepadanya!" jawab Mattew dengan gaya narsisnya.


Melisa memutar kedua matanya dengan malas, rasanya kok nggak rela kalau Lesta di apa-apain sama putranya sendiri.


"Gak apa-apa, asal pelan dan lembut saat melakukannya. Papi mendukungmu." Ansel terkekeh seraya menepuk lengan putranya beberapa kal, lalu beranjak dari sana sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat.


"Thanks, Pi." Mattew sedikit berseru kepada Ansel.


*


*


Disisi lain. Lesta saat ini berada di taman sekolah bersama dengan Sam. Beberapa saat yang lalu, Sam mengajak Lesta untuk berbicara empat mata di taman, katanya sih ingin membicarakan hal penting jadi Lesta langsung mengikuti pemuda tersebut.

__ADS_1


"Kamu mau ngomong apa Sam? " tanya Lesta kepada pemuda yang duduk di sampingnya, pasalnya sudah 5 menit lebih dia menunggu namun pria tersebut tidak kunjung bersuara.


Sam menoleh, menatap Lesta dengan lekat dan begitu dalam. Wajah tampan itu tampak berbinar terang, menunjukkan jika saat ini dia sedang jatuh cinta pada gadis yang ada di sampingnya itu. Jantungnya berdebar-debar tidak karuan setiap berdekatan dengan Lesta, perasaan gugup pun mulai mendera ketika dia ingin mengungkapkan sebuah kata cinta kepada gadis cantik yang sudah menjadi idamannya. Tidak pernah dia merasakan seperti ini sebelumnya, hanya Lesta yang membuatnya mati kutu dan tidak berdaya. Biasanya para wanita lah yang mengejarnya namun kali ini berbeda, dia yang mengejar Lesta dan selalu tidak percaya diri jika berdekatan dengan Lesta karena gadis tersebut sangat cerdas, menawan dan sulit untuk ditakhlukkan.


Helaan nafas panjang mulai terdengar dari bibir Lesta, menandakan jika gadis tersebut mulai jengah dan bosan karena Sam tak kunjung bicara. Angin berhembus dari arah utara meniup pohon mangga besar yang ada di sana, hingga membuat ranting-ranting dan dedaunan di pohon tersebut bergesekan menimbulkan suara yang khas.


Beberapa siswa terlihat di sana, ada yang sedang selfie, ada yang sedang bersendau gurau, bahkan ada yang duduk berduaan seperti dirinya dan juga Sam.


"Les, untuk kesekian kalinya aku mengungkapkan perasaanku kepadamu. Aku harap kali ini kamu mau menerima perasaanku." Akhirnya yang bersuara setelah sekian menit berdiam membisu. Dia menatap Lesta yang terlihat tercengung seolah memikirkan perkataannya.


Lesta tidak menyangka jika pemuda yang ada di sampingnya ini akan mengungkapkan perasaannya lagi kepadanya, padahal sudah berulang kali juga dia menolak, namun sepertinya pria tersebut tidak patah arang.


*


*


Karena tidak ikhlas dan tidak rela istrinya yang didekati oleh pria lain maka Mattew memutuskan untuk mendekati Lesta lalu menarik tangan gadis tersebut dengan kuat hingga Lesta harus berdiri dengan paksa sambil meringis sakit karena tarikan tangan Mattew membuat pergelangan tangannya cidera.


"Pak! Sakit!" Lesta meringis sakit, bahkan sampai meneteskan air mata.


Karena Mattew sudah terbakar cemburu, ia tidak memperhatikan istrinya yang kesakitan karena ulahnya sendiri. Tatapan matanya terlihat sangat murka kepada pemuda yang selalu menggoda istri kecilnya.

__ADS_1


Sam berdiri lalu menatap tajam pada Mattew yang selalu mengacau kedekatannya dengan Lesta.


"Kenapa Bapak selalu mengganggu dan mengacaukan kedekatanku dengan Lesta?!" sentak San seraya menunjuk gurunya itu tanpa takut sedikitpun.


"Karena kau tidak berhak mendekati Lesta!" balas Mattew dengan dingin dan terdengar sangat menyeramkan.


"Bapak hanya guru di sini, jadi nggak punya hak melarang ku untuk mendekati Lesta!" sahut Sam emosi, tidak terima dengan sikap Mattew yang seenaknya sendiri.


"Aku dan Lesta mempunyai hubungan yang sangat kuat! Dia adalah milikku, dan kau tidak berhak mengganggunya!" ucap Mattew tegas dan penuh penekanan, sembari merangkul pundak Lesta dengan mesra.


"Bapak pasti sedang mimpi!" Sam tertawa dan tidak percaya dengan ucapan Mattew. Hatinya sangat panas ketika Mattew merangkul pundak Lesta, di tambah lagi Lesta hanya diam saja tidak menolak atau pun menepis tangan gurunya itu.


"Sayang, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak berniat menjelaskannya tentang hubungan kita kepada bocah ingusan ini?!" Mattew menatap tajam istrinya yang sejak tadi diam.


Deg!


Jantung Sam berdetak sangat cepat ketika Mattew memanggil Lesta dengan panggilan 'Sayang'.


Sakit, sakitnya tuh di sini! Sam meraba dadanya yang berdenyut nyeri.


****

__ADS_1


Sabar ya Sam ... Sabar atau sama emak aja sini 😘😆


__ADS_2