HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab 10.Hijrahnya wanita m*lam.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Mulai sejak malam itu, Nada menjadi orang yang rajin beribadah.Ia tidak pernah meninggalkan sholatnya lagi bahkan terniat ingin memakai hijab.


" Aku ingin berhijab Ray..."


" Alhamdulillah...terimakasih Ya Allah...akhirnya." ujarnya terharu seraya memeluk erat sahabatnya.


Rayni pun mengajarinya cara berhijab yang sar'i, bahkan Rayni siap menemaninya berbelanja pakean pakean tertutup untuk memulai hijrahnya sahabatnya itu.


" Ya Allah Nad...kamu cantik bangat...iih..iri aku, kok dari dulu lah kamu pake hijab, cantik luar dalam kalo kek gini." puji Rayni bersemangat seraya merapihkan tataan hijab Nada.


" Ishh kamu tuh ya, kalo muji gak tanggung tanggung." ujarnya sembari tersenyum.


***


" Mau sampai kapan mama begini...? Insha Allah ma, Nada pasti baik baik saja kok." ujarnya menyemangati sang ibu yang termenung memikirkan sang adik yang sampai saat ini, mereka tidak tau dimana keberadaannya.


" Makasih Arkha...tapi nak, mama khawatir sama adek kamu."


" Arkha mengerti ma, tapi Arkha juga lagi berusaha, kita cari Nada sama sama yah ma.Mama jangan sedih lagi." ujarnya sembari tersenyum dan akhirnya sang mama membalas senyuman itu.


***


" Astaqfirulloh...apa aku nabrak orang yah...?" tanyanya menatap keluar mobilnya kemudian ia pun keluar.


" Maaf...apa kamu baik baik aja...?" tanyanya menatap orang yang dia tabrak.


" Gak papah, keserempet dikit " jawabnya sembari menatap gadis yang menabraknya itu.


" Ayra..."


" Ya Allah...bang Aryan, serius abang gak papah...?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari gadis itu, ia hanya mengangguk dan tersenyum.


" Em...pertemuannya gak bangat dah, lu apa kabar...?" tanyanya saat mereka sudah berada di cafe.Jadi setelah adegan tadi mereka memutuskan untuk kesebuah cafe didaerah itu.


" Hehe...bang Aryan masih sama kek dulu yah...? Suka bercanda.Alhamdulillah kok bang, Ayra sehat sehat aja." jawabnya.


" Terimakasih..." ujarnya ramah saat waiters cafe itu membawakan pesanan mereka.


" Em...andai waktu bisa dipitar kembali ya..."


" Istiqfar bang, waktu itu Allah yang sudah mengaturnya." ujarnya sembari tersenyum dan dibalas gelak tawa dari Aryan.


" Hihi...kalo lagi ngomong sama ustadzah ya gini, di reaction mulu." ujarnya sembari menyeruput jus nya.

__ADS_1


" Ustadzah apa toh bang...? Ayra mah mahasiswi biasa.Ngomong ngomong bang Aryan udah nikah...? Ii...jahat benar dah, gak ngundang ngundang." ujarnya setelah melihat jari Aryan yang sudah melingkar sebuah cincin.


" Hemk...itu...em.Iya.tapi gua terpaksa nikahi dia"


" Kenapa toh...? gak usah modus lah bang,terpaksa terpaksa...nyatanya bang Aryan itu emang mau." ujarnya.Kemudian menyuapkan makanan.


" Hem...apa gua segitunya yah dimata lu...?"


Ayra hanya mengendikkan bahunya cuek.Sementara Aryan pun mulai diam tak berkutik setelah mendapat perlakuan cuek dari gadis yang pernah mengisi hatinya itu.


***


" Huh..." hembusan nafas berat nan panjang dari Aryan membuat Nada menolehnya.


" Ada apa Ar...?" tanyanya serius.


" Masa gua ketemu mantan tadi.Dan sumpah tuh cewek bikin kesal gua deh...dia pikir dia siapa coba...?" celetuk nya bertingkah seperti pria nyebelin pada umumnya tanpa sadar ucapannya menyakiti hati sang istri.


" Oh...bawa sabar ya Ar..." ujarnya sembari tersenyum.


" Lu mau kemana...?" tanyanya pada saat Nada hendak keluar dari kamar itu.


" Mau buatkan makanan bentar." ujarnya seraya menoleh.


***


" Apa aku salah ngomong tadi yah...?" tanyanya setelah menyadari ucapannya yang mungkin menyakiti hati sang istri.Ia pun mencari istrinya ke bawah dan benar saja Nada bukan lagi membuat makanan seperti yang ia katakan sebelumnya.Namun gadis itu tengah duduk meratap.


" Nad...gua minta maaf.Soal tadi."


" Gak papah kok." ujarnya melebarkan senyumnya.Kemudian berdalih mencuci tangannya demi menghindari Aryan.


Karena Aryan lelaki yang peka, ia tau dan mengerti jika gadis itu sedang tidak baik baik saja.


Grep


Ia pun memeluk tubuh mungil gadis itu dari belakang." Maafin aku ya Nad...lain kali gak akan terulang lagi." lirihnya.


***


3 bulan kemudian


" Aku mau tanya satu hal, kamu normal kan Ar...?" tanyanya yang mendapatkan tatapan tajam dari pemilik nama.


" Kok pertanyaan mu agak lain kedengarannya yah...?"


" Bu bukan maksudku yang aneh aneh...cuman aneh aja,tapi udahlah..." ujarnya kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut tebalnya.

__ADS_1


" Nada..."


" Em..."


" Aku ngerti kok maksudnya,tapi..."


" Apa...?" tanyanya yang masih enggan menatap Aryan.


" Lihat sini dulu dong," ujarnya meraih tangan sang istri.Nada pun menatapnya antusias.


" Kamu sayang gak sih sama aku...?"


"Pertanyaan apa ini...? ya iyalah sayang, kalau enggak, mana mungkin aku cemburu saat kamu bilang ada gadis lain."bathin Nada menggerutu.


" Em...iya.Kamu...?" tanyanya penuh hati hati, takut jika Aryan tidak memiliki rasa yang sama.


" Elah...pake ditanya.Ya iyalah...orang yang gua lihat tiap hari cuma lu doang." ujarnya sembari tergelak lalu mencium pipi istrinya yang lagi lagi membuat gadis itu melayang tinggi.


" Ngomong ngomong ya Nad...kamu cantikan pake jilbab daripada buka jilbab." ujarnya seraya merapihkan anak rambut sang istri.


" Makasih...kamu udah jauh lebih baik demi aku" lanjutnya kemudian membawa gadis itu kedekapannya.


" Harusnya aku yang makasih...karena kamu udah buat wanita m*lam ini sadar betapa banyaknya hal yang harus disyukuri di dunia ini." ujarnya sembari tersenyum dan menatap wajah suaminya.


" Hehe...bisa aja, berarti ni judulnya hijrahnya wanita m* lam gituh...?" tanyanya seraya tergelak.


" Ii..Aryan." seraya memukul pelan dada suaminya.


" Hehe...bercanda, aku tetap sayang kok, mau kamu wanita apapun kata orang, yang penting kamu wanita halalku." ujarnya mengeratkan dekapannya.


" Makasih Aryan..."


" Jangan panggil nama lagi kenapa...? yang sopan dikit sama suami." ujarnya seraya mencubit hidung istrinya.


" Pengennya dipanggil apa...?"


" Panggil sayang...haha...bukan tipe kita, iyakan.Panggil bagaimana kamu suka dan nyamannya aja."


" Hem...Aryan Aryan...kamu tuh yah..."


Sejoli itu pun akhirnya menghabiskan waktu dengan bercerita tentang cita cita pernikahan mereka nantinya.


Hingga mereka tak sadar di detik mereka tertidur dalam keadaan yang masih berdekapan.


Selanjutnya mulai konflik yah.


Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕


__ADS_2