HIJRAH KU

HIJRAH KU
Bab.32 Kecemburuan Aryan.


__ADS_3

...🌹Happy Reading🌹...


" Nad,kamu masih marah sama aku?," tanya Aryan menatapi Nada saat Nada sang istri baru selesai sholat subuh.Nada tak segera menjawab pertanyaan suaminya, ia hanya tersenyum seraya berdiri melipat mukenahnya.


" Abang sudah sholat subuh?," tanya Nada mengalihkan pembicaraan seraya membereskan isi lemarinya alih alih agar ia tak bertatap langsung dengan Aryan.


" Aku minta maaf, tapi soal Karin, kamu sudah salah faham, aku dan Karin hanya teman sebagaimana aku temanan sama Dinda,kamu percaya sama aku kan?,"jelas Aryan sembari menghampiri Nada dan segera memeluk Nada dari belakang.


" Aku selalu percaya sama kamu Bang, bahkan jika kamu bohong sekalipun, aku akan tetap percaya, dan masalahnya kenapa kamu seakan merahasiakan Karin dari aku Bang?," tanya Nada membalikkan badannya dan menatap wajah suaminya.


" Untuk itu...hanya karena waktunya kurang tepat aja, nanti aku kenalkan kamu sama dia, agar kamu gak curigaan lagi dan aku gak bermaksud buat merahasiakannya dari kamu." jawab Aryan sembari memeluk sang istri.


" Em, baiklah, Nada mau mandi dulu," ucap Nada cuek sembari melepaskan pelukannya Aryan.


***


🎶Yamanshollaita bikullil anbiya...yaman allafta bikullin rohmatullinnas...ya habibi ya safi'i ya rosululloh...🎶


Aryan tersenyum, geleng geleng kepala mendengar nada dering ponsel Nada.


" Ck, Nada, Nada...," ucap Aryan merasa lucu, ia pun akhirnya menjawab panggilan telepon tersebut.


" Assalamualaikum,"


" Walaikumsalam," jawab Aryan segera.


" Eh bang,"

__ADS_1


" Irsyan?, ngapain lu nelpon Nada?," ketus Aryan kesal setelah tahu adiknya lah yang menelpon sang istri.


" I-itu Bang,jangan salah faham dulu, Ayra memintaku untuk menelepon Nada, ada yang mau Ay katakan ke Nada gitu Bang," jelas Irsyan, namun bukannya percaya, Aryan malah menuding Irsyan punya niat lain.


" Hum, lu pikir gua percaya, sekalipun Ayra yang minta apa gak bisa lu cari alasan lagi, lagian aneh aja, Ayra harusnya akan menghubungi Nada sendiri bukan?,dan gua sudah sering bilang sama lu jangan gangguin Nada lagi!," ucap Aryan meninggikan suaranya.


" Ya allah...Bang, Bang.Gak ada maksud lain Bang,lagian Abang cemburuan amat dah," sela Irsyan dibalik telepon.


" Lu ngajak berantem sama gua Ir?,"


" Gak gitu Bang, elah...,"


" Apapun itu, gua sudah sering bilang sama lu, Nada itu ipar lu!," kesal Aryan.


" Kenapa Bang?," tanya Nada saat baru saja selesai dari kamar mandi.


" Diam Nad!," bentak Aryan yang otomatis membuat Nada terdiam.


" Hapus nomor Irsyan!," suruh Aryan pada Nada sembari melemparkan ponsel Nada ke tempat tidur.Nada terdiam dan hanya menuruti ucapan suaminya saja.


****


" Ir...," panggil Aryan saat ia sudah melihat Irsyan, Irsyan pun segera menghampiri abangnya.


" Eh Bang, benaran cariin Irsyan?," tanya Irsyan.


" Ya, lu pikir gua main main dengan ucapan gua,maksud lu apaan hubungi Nada terus?,kemaren juga gua sempat lihat lu keluar dari area rumah gua,lu mau ngapain hum?, lu masih nganggap gua abang lu kan?," Aryan memberikan semua pertanyaan itu dengan wajah masam.

__ADS_1


" Ya allah Bang,Bang...gak ada maksud lain Bang, kemaren itu juga Ayra yang mau ketemu sama Nada, makanya kami kerumah Abang,lagian bukannya wajar Ayra dan Nada saling mengunjungi?,"ucap Irsyan menjelaskan tapi sepertinya semua itu percuma saja, karena Aryan tidak mempercayainya.


" Gak usah cari perhatian lu Ir, gua gak suka lu masih dekati Nada, berapa kali lagi gua harus ngomong, Nada itu ipar lu Ir," tegas Aryan kesal sembari menunjuk dada Irsyan,kemudian ia pun jendak pergi namun tiba- tiba saja kepalanya sakit dan merasakan dunia begitu gelap seketika yang membuat ia jatuh, Irsyan pun segera menghampiri abangnya itu.


" Bang,kenapa Bang?,"tanya Irsyan panik melihat wajah Aryan yang tuba tiba pucat pasi.Belum sempat Aryan menjawab, Aryan sudah tumbang tak sadarkan diri, Irsyan pun segera menangkap tubuh Aryan sebelum nenar benar jatuh ke lantai." Ya ampun Bang...Myna!, tolong Myna...," panggil Irsyan pada temannya sesama dokter dirumah sakit itu, Myna pun segera datang dan membantu Irsyan untuk memapah Aryan.


Irsyan pun segera memeriksa suhu tubuh Aryan dan segera memasangkan infus.Irsyan juga segera memeriksa keadaan Aryan dan wajahnya tiba-tiba berubah saat ia merasakan ada hal lain yang tengah menimpa abangnya itu."Myn kita ke ruang rekam medik sekarang!," titah Irsyan, Myna pun segera membasntu Irsyan mendorong brangkar Aryan ke ruang rekam medik.


Setelah di ronsen, Irsyan memeriksa hasil rekam medik tersebut dan sontak ia terkejut mengetahui penyakit yang sedang Aryan idap saat ini.


" Kenapa Ir?, sini biar aku lihat dulu hasilnya," ucap Myna meraih hasil rekam medik dari tangan Irsyan yang masih mematung.


" Ya allah...abang kamu kena kanker otak," ucap Myna kemudian menepuk lengan Irsyan." Sabar ya Ir...," lanjutnya, kemudian mereka kembali mendorong brangkar Aryan ke ruang rawat.


" Tolong jagain Bang Aryan bentar ya, aku panggilkan Dokter Irfan dulu, beliau lebih tahu sosl ini," ucap Irsyan yang segera diangguki oleh Myna.


Tak lama setelahnya, Irsyan dan Dokter Irfan datang ke ruangan Aryan, Dokter Irfan pun mengecek keadaan Aryan kembali dan melihat kembali hasil rekam medik.


" Apa abang kamu pecandu narkob4 sebelumnya?," tanya Dikter Irfan masih menerawang hasil rekam medik tersebut.


" Setahu saya bukan Dok,tapi kalau mir4s mungkin iya,dulu dia sering minum.Emang bisa berpengaruh kesana ya Dok?," tanya Irsyan seakan awam tentang hal itu.


" Mungkin bisa jadi, apalagi kalau Abang kamu mungkin sering mengalami insomnia, semua bisa bisa saja terjadi.Tapi intinya ini sebuah cobaan Irsyan, dan sekarang tugas kamu untuk merawat abang kamu sepenuhnya," ucap Dokter Irfan yang diangguki oleh Irsyan.


****


Siang hari yang cerah kini beganti dengan malam yang gelap, Irsyan masih setia menunggui Aryan yang masih tak sadarkan diri.Hingga akhirnya ia terlelap karena kantuk.

__ADS_1


Aryan perlahan membuka matanya dan mengendarkan pandangannya, melihat suasana dengan nuansa putih, ia menyadari jika ia berada di rumah sakit, setelahnya ia melihat Irsyan yang sudah ketiduran disampingnya masih menggemgam erat tangannya.


" Syan...Irsyan," ucap Aryan membangunkan Irsyan dari tidurnya.


__ADS_2