
...🌹Happy Reading 🌹...
Aryan tengah mengajak baby Faiz mengoceh malam ini,di ruang keluarga.
" Oo..oo..ck kamu tuh yah, makin pintar aja mengoceh nya," geramnya menjawil hidung mungil bayinya.
" Ii...geram bangat, boleh cubit gak sih? Din anak lu gua cubit yah." ujarnya, gemas pada Faiz yang sedang dalam buaiannya.
Adinda segera mendudukkan diri di samping Aryan setelah mendengar panggilan Aryan tadi.
" Anak lu?, hem...benar sih dia anak gua, anak yang gak pernah di harapkan kehadirannya, hem ayah kandungnya saja tidak mengakuinya, apalagi lu yang bukan siapa siapa, yang tidak ada hubungan darah sama sekali", ujarnya, menatap Aryan.
" Lu kenapa dah, sensian amat, gua biasa kali bercanda kek gini." jawab Aryan datar setelah menoleh pada Dinda sekilas.
" Kan memang benar adanya, Faiz bukan anak lu, dia cuma anak har..."
" Dinda! Stop!" bentaknya seraya menutup kedua telinga baby Faiz yang masih dalam buaiannya.
" Udah deh, orang tadi gua cuma bercanda kok, kenapa lu malah ngomong yang enggak enggak sih...sekalipun lu mau nyalahin, salahin diri lu sendiri, jangan salahin Faiz dia gak tahu apa apa.Yang salah itu lu bukan Faiz gak ada yang namanya anak haram Din, tapi lu nya yang sudah salah dalam bergaul."ujarnya, seraya berdiri membawa Faiz dari situ namun, Dinda menarik tangannya dan menghentikan langkahnya.
" Nada harus tahu soal ini," ujarnya lagi menatap Aryan.
" Jangan bawa bawa Nada Din, biarkan dia bahagia."
" Tapi Nada harus tahu soal ini Ar, gua capek Ar...gua capek lihat lu kek gini, gara gara gua lu yang harus memendam perasaan lu sama Nada." ujarnya kini berurai air mata. Aryan menghela nafas panjang kemudian ia duduk disamping Dinda dan menyandarkan kepala Dinda di bahunya.
" Jujur...sebagai wanita, gua suka sama lu, gua sayang sama lu, gua cinta sama lu Ar, tapi gua sadar cinta itu gak bisa di paksain, gua tahu kalo lu cuma cinta sama Nada.Jadi plis...biarin Nada tahu tentang pernikahan palsu kita. Nada berhak tahu soal ini Ar"
Lagi lagi, Aryan menghela nafas panjang kemudian ia mengelus rambut Dinda.
__ADS_1
" Lu ada masalah apa hem, sensitif bangat hari ini?" tanyanya menatap Dinda.
Dinda membetulkan posisi duduknya dan menatap Aryan dalam.
" Kamu cinta sama Nada kan? dan gua tahu memendam perasaan itu sama sekali gak enak Ar, biarkan semua orang mengira kita suami istri tapi jangan Nada, kita harus beritahu dia soal fakta ini.
Pasti berat buat Nada Ar, dia sakit hati tahu kamu nikah sama gua, karena kalian itu saling mencintai. Sementara gua, gua akan pergi dari sini, gua akan bawa Faiz ke Istambul dan gua meminta pertanggung jawaban Andre.Tapi lu sama Nada harus baikan."
" Gak semudah itu Din, gimana dengan mama kamu? mama aku? hem...mereka sudah cukup senang dengan pernikahan ini dan mereka senang dengan ada nya Faiz.Sandiwara ini akan tetap berlanjut Din." jawabnya menepuk punggung tangan Dinda.
" Aku bisa bertahan sampai sekarang, dan aku minta kamu hanya cukup diam.Jangan pernah memberitahukan ini pada siapa pun apalagi Nada." ujarnya, kemudian berdiri hendak melangkah pergi dari situ namun lagi lagi Dinda menarik tangannya.
" Sampai kapan Ar? sampai kapan? lu sadar gak? yang lu lakuin ini menyakiti Nada.Sebagai sahabat lu memang yang terbaik tapi sebagai cowok lu payah Ar, lu pikir dengan membiarkan sandiwara ini berlanjut akan membuat Nada bahagia? iya?gak Ar, enggak sama sekali.Dia gak akan bahagia sama Alfin gak akan...hati dia itu untuk kamu Ar, sama dengan kamu yang hanta mencintai Nada.
Pokoknya Nada harus tahu Ar, Nada harus tahu lu hanya nyelamatin gua dari omongan orang.Dan gua minta jangan halangi gua!," ujarnya, kini berdiri hendak melangkah pergi namun kali ini Aryan yang menarik tangannya dan mendudukkan Dinda di sofa.
" Lu gila ya Din, gak segampang itu Din.Rahasia ini akan tetap akan berlanjut! jangan berani mengusik kebahagiaan Nada."
Hening...
Aryan terdiam mendengar ucapan Dinda.Selanjutnya Dinda meraih baby Faiz dari gendongan Aryan.
" Gua ingin lu bahagia Ar,gua gak mau lihat lu terus seperti ini gara gara gua dan Faiz,keputusan gua udah bulat ,gua akan pergi ke Istambul dan gua akan tinggal disana ,gua akan bahagia sama Faiz nantinya.Dan plis lu baea Nada kembali kesini." ujarnya, seraya berdiri.
" Enggak. Lu dan Faiz gak akan kemana mana, kalian akan tetap disini, gua gak akan biarin Andre atau siapa pun menyakiti kalian.Gak akan." ujarnya, menatap Dinda dalam.
" Hem.Lu memang sahabat gua yang rela berkorban apapun untuk gua, tapi lu harus bahagia Ar sama Nada.Karena disini hanya memang ada Nada."
" Udah malam Dinda,jangan ada niat mau pergi dari sini.Udah ke kamar yok, besok aku pikirkan kembali." ujarnya ,meraih tangan Dinda dan membawanya ke kamar.
__ADS_1
***
Dinda berulang kali menghela nafasnya panjang setelah selesai menidurkan Faiz.
" Sini" ujarnya, menepuk pahanya ,Dinda yang mengerti segera membaringkan kepalanya di paha Aryan.Aryan pun memainkan anak rambutnya.
" Kalau lu gini terus sama gua, gua bisa baper tahu," ujarnya ,menatap wajah Aryan.
" Gua gak masalah dengan itu, yang jadi masalah, gua kepikiran kalau lu sampe balik sama Andre,bisa bisa lu jadi bulan bulanan dia.Ck...dari banyak nya cowok di dunia ini, kenapa lu malah terjerat hubungan sama Si Kampret satu itu?" tanyanya masih memainkan anak rambut Dinda.
" Huh...kek dia gak kampret aja, gua gak mau tahu ya Ar,lu kudu balikan sama Nada,titik gak pake koma.Bagi gua ,lu memang suami idaman,tapi bagi Nada lu itu suami kurang asem,tega teganya lu nyuruh Alfin buat nikahi dia,gua yakin kalau Nada tahu soal itu,Nada pasti makin sakit hati sama lu Ar."
" Gua kan udah bilang ,gua sama Nada itu udah gak mungkin bersama lagi,biarkan Nada..." ucapannya terpotong saat Dinda menaruh telunjuknya di bibir Aryan.Aryan segera menyingkirkan jari itu.
" Ck...gak sopan lu, awas awas.." ujarnya ,menyuruh Dinda bangkit dari pangkuan nya.
Ia terus mengelap bibirnya dengan tangannya.
" Ish...kek tangan gua najis aja." rungut Dinda gak terima.
" Lu mulai lagi sensian, gua geprek lu Din.." ujarnya ,mengepalkan tinjunya di depan wajah Dinda.
" Oh gitu,oke biar gua tahu lu siapa,tapi Aryan gua serius. Lu harus balikan sama Nada!"
" Tau ah,mau tidur gua," lanjutnya kemudian membaringkan badannya di kasur empuknya.
" Ish...Aryan! pindah gak lu." kesal Dinda mengeplak lengan Aryan.
Bersambung
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian yah 💕