
...🌹Happy Reading 🌹...
"Eh...kok si itu kagak pernah keliatan lagi yah...?"
" Issh...mbak gak tau, dia kan udah diusir dari rumahnya."
" Dih...kalau aku mah amit amit punya anak gadis kek gitu, buat malu...bikin aib keluarga."
Secara tidak sengaja Asya yang tengah membuang sampah, mendengar ghibahan para ibu ibu tetangganya itu.
Ia pun menghampiri gerombolan ibu ibu tersebut dengan wajah memerah panas.
" Eh...buk,kalian ngomongin putri saya yah...? gak usah urusin anak saya buk, urus aja anak ibuk sendiri..." kesalnya meninggikan suaranya.
" Tapi kan benar buk...Nada itu terlalu liar buk..." ujar seseorang yang semakin membuat Asya naik pitam.
" Apa anak ibuk udah berada dijalurnya...? asal ibuk tau...saya mendidik anak saya dengan baik..."
Ilham yang baru akan mencari istrinya, mendengar keributan itu dan segera menghampirinya.
" Ada apa ini ribut ribut...?"
" Gak papah kok pak Ilham, ya sudah kami permisi...misi buk Asya..." ujar seorang ibu dan kemudian berlenggang dari sana yang diikuti para ibu lainnya.
" Ada apa sih dek...?" tanyanya menatap istrinya.
" Mereka ngomongin Nada, kak Ilham puas sekarang...kalau kakak gak usir Nada, mungkin kejadiannya gak akan kek gini kak." ujarnya kesal sembari meninggalkan Ilham suaminya ditempat itu.
" Ya allah...dimanapun anakku berada, selamatkan lah ia ya Allah...beri dia jalan kemudahan untuk kembali ke jalan -Mu..." lirihnya sedih melantunkan do'a untuk putrinya.
Ilham yang melihat itu segera memeluk sang istri." Maafin kakak ya Sya...harusnya kak bisa menjadi ayah buat Nada dan Ayra.Tapi sepertinya kakak gagal mendidik Nada." ujarnya kemudian melepaskan pelukannya.
" Kakak janji Sya, kakak akan cari Nada dan bawa dia pulang kesini.Kamu jangan nangis lagi yah..." ujarnya menyeka air mata sang istri.
***
" Ir..."
"Ar..ir.. ar..ir, gua abang lu lagi..?"
" Hehe...tapikan lu calon adik ipar gua yah...iya kali gua panggil abang." canda Arkha tergelak..
" Lu gak pernah liat suntik terbang yah..."
" Ampuun...bang, bercanda."
" Hem...apaan lu manggil gua...?"
" Abang ada tau kabar dari Nada gak...?" tanyanya serius menatap lawan bicaranya itu.
" Maksudnya...?"
__ADS_1
" Nada menghilang bang, aku juga kehilangan kontaknya.Biasanya separah apa pun masalah dia sama lu, atau hanya berbeda pendapat sama papa dia akan curhat ke gua.Tapi...ini gak.dia menghilang gitu aja gak ada kabar..."
Irsan terdiam memikirkan apa yang telah terjadi dengan mantan kekasihnya itu.
" Bang...dengarin Arkha ngomong gak sih...?" tanyanya membuyarkan lamunan Irsan.
" Gua gak tau adik lu dimana.Jujur...Nada udah mutusin gua..." ujarnya sembari beranjak pergi.Sementara Arkha mematung tak percaya.
" Serius....?" tanyanya kemudian setelah dapat mengimbangi langkah Irsan.
" Iya.buat apa juga gua bohong." ujarnya sembari pergi.
***
" Maaf Aryan, gua boleh masuk gak...?"
" Elah...pake nanya lagi, masuk aja kali."
" Em...Ar...pernikahan kita..." lirihnya
Karena tak ada lanjutan dari ucapan gadis itu, Aryan yang sedang merapikan baju bajunya pun menolehnya.
" Kenapa...? pernikahan kita...? hem.."
" Aku gak mungkin nikah tanpa restu dari orang tua aku kan" sedihnya menunduk.
" Iya aku tau, tapi...kita juga gak mungkin kesana kan,udah tenang aja toh pernikahan kita juga hanya sebatas kontrak." ujarnya melanjutkan kerjaannya.
" Cih...kenapa Aryan gak ngerti sih, mau pernikahan kontrak sekalipun tapi aku tetap butuh persetujuan mereka...tapi benar kata Aryan, aku gak mungkin kesana.Yang ada papa akan semakin marah sama aku." lirihnya sedih menunduk kemudian mengusap wajahnya.
***
Akhirnya tanpa restu dari orang tuanya; gadis itu kini telah sah menjadi istri dari Aryan khan.
" Maafin Nada pa...maafin Nada ma..." lirihnya dalam tangisnya yang sudah sesenggukan.
" Nada...lu kenapa...? lu nangis yah...?" tanyanya sembari meraih wajah gadis itu.
" Udah gak papah kok..." ujarnya menyeka air matanya kemudian meraup oksigen banyak banyak.
" Kenapa sih lu...? kalo lu ada masalah cerita sama gua, gua dengarin kok."
" Gak papah Ar...udah ah, capek mau tidur." ujarnya sembari berbaring menyamping membelakangi Aryan.
" Kenapa sih dia...?" tanyanya membathin dan ikut membaringkan diri disamping Nada.
***
" Lu udah bangun...?" tanyanya melihat Aryan yang sudah bersiap dengan pakaian yang rapih.
" He'em.Gua mau ada urusan, lu beliin sarapan sendiri yah...soalnya gua buru buru." ujarnya menaruh beberapa lembaran rupiah di atas meja.Kemudian beranjak pergi sembari mengancingi tangan kemejanya.
__ADS_1
" Duh...ada yang lupa." ujarnya kembali ke kamar dimana Nada masih setia duduk diranjangnya.
Cup
Tiba tiba Nada menatapnya tak percaya, namun lelaki itu kini tersenyum memandanginya.
" Biasakan yah...dari sekarang pokoknya harus terbiasa" ujarnya sembari menoel hidung sang istri.
Nada sungguh diam mematung dengan mata yang masih membola tak percaya.
" Apa katanya....? biasakan...? iii...kok Aryan jadi romantis gitu sih...?" tanyanya pada diri sendiri setelah menyadari perlakuan Aryan padanya.
***
" Iii...seram amat dah.Sadar Ar...dia itu pacar adek kamu.Bisa bisanya kamu cium dia ishh...gak kebayang betapa b*gonya gua tadi.Pasti tuh cewek mikir yang enggak enggak tentang gua...huh.Biar aja dah, biar dia jauhin gua...haha..auto gak bisa nafas gua" ujarnya bermonolog sendiri menyadari perlakuannya pada Nada.
" Hai...tumben ceria keliatannya.Ada apa...? aku kepo nih"
" Basi pertanyaan lu...sana lu ah..." kesalnya saat Adinda temannya menggodanya.
" Cie...yang senyum senyum mulu...?" goda Dinda lagi saat melihat Aryan yang masih menggembangkan senyumnya saat sudah mulai bekerja.
" Resek lu; kerja yang benar..." jawabnya yang digelaki oleh Dinda.
***
" Saya terima nikah dan kawinnya Nada aulia alzahra binti Muhammad Ilham Syahputra dengan alat seperangkat sholat dibayar tunai..."
" SAH..."
" Kok gua jadi kepikiran yah...sebenarnya sah gak sih pernikan gua sama Aryan, secara kan gak ada restu dari orang tua...?" tanyanya bermonolog sendiri mengingat saat mereka ijab kabul semalam.
" Ah...bodo amat, lagian cuma kontrak kan." lanjutnya dan pergi keluar rumah kemudian menghirup udara segar.
" Tuh liat...dia itu siapa yah...?" ucap seorang ibu.
" Kalau zaman sekarang mah, gak usah heran buk..." lanjut ibu satunya.
" Ho'oh...makin merajalela .Meresahkan bangat..." ujar satunya lagi.
Mendengar gibahan itu, Nada kembali kedalam rumah dan mengabaikan perutnya yang sudah lapar.
" Ck...dasar ibu ibu tukang ghibah; gua udah nikah keles..." lirihnya kesal.Namun ia tak bisa bohong perutnya benar benar butuh asupan sekarang.
" Aduh...mana laper bangat lagi." ujarnya memengangi perutnya.
" Kalau telpon Aryan gimana yah...?
Bersambung
Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕
__ADS_1