HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrah ku bab.24 Saling Mengiklas kan.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


" Eem..." Aryan menggeliat dan membalikkan badannya kemudian ia memeluk tubuh mungil istrinya.


" Ish apaan sih Aryan" kesal Dinda mengawaskan tangan Aryan.Namun bukannya melepaskan Aryan semakin mempererat pelukannya.


" Dingin." singkatnya, semakin menekankan pelukannya dan menenggelamkan kepalanya tepat di kuduk Dinda.


Hembusan nafas Aryan seketika membuat Dinda meremang,dia mematung terdiam dalam pelukan hangat itu.


" Ar...Ar..Aryan tidur lu?," tanyanya, namun tidak ada jawaban dari pemilik nama.


" Ish, lepasin gak, sesak gak bisa tidur gua," rungutnya, mengawaskan tangan Aryan dari atas perutnya yang kian erat.


" Gua kedinginan Dinda, tega amat lu.," kesalnya, setelah ia terpaksa melepaskan pelukannya karena dapat cubitan dari Dinda.


" Ck...biasa juga meluk guling,tuh gulingnya peluk jangan gua" lanjutnya menyodorkan guling pada suaminya.


" Ish...gua bukan anak kostan lah Din, jadi guna bini tuh apa coba?, " ujarnya, menyerigai memeluk Dinda lagi dari belakang saat Dinda sendiri sudah duduk di sisi ranjang.


" Ish...lebay, awas awas awas." ujarnya, memilih berdiri demi menjauhi Aryan.


" Gua ngantuk lah Din, lu mau kemana lagi sih?," tanyanya menatap sang istri malas.


" Tidur aja lagi.Gua gak bisa tidur." ujarnya, sembari menghela nafas berat.


" Kenapa? insomnia kambuh lagi?"


" Apa semua orang yang sudah menjadi ibu, mengalami yang kamu alami Din?" lanjutnya bertanya, sembari menarik tangan sang istri agar berbaring di sampingnya.


Seketika Dinda terjatuh tepat di samping Aryan, tak menyia nyiakan waktu Aryan segera memeluk istrinya lagi.


Glek


Dinda meneguk air liurnya sendiri dan membulatkan matanya saat tangan kekar Aryan mendarat lagi di perutnya.


" Lu mau ngapain?," tanyanya, saat melihat Aryan bangkit dari tidurnya.


" Ish lu," gelaknya mengusap wajah sang istri.


" Takut bangat gua apa apain." ujarnya, terkekeh melihat raut wajah tegang istrinya.


" Ya sapa tahu, kali aja lu.." ujarnya, terpotong melihat wajah Aryan yang semakin dejat dengan wajahnya.


" Em...gak jadi, kampret lu, hoby bangat godain gua" lanjutnya, sembari mendorong tubuh Aryan, kemudian ia pun duduk.

__ADS_1


Sementara Aryan semakin tergelak dengan gelagat sang istri yang menurutnya sangat lucu.


" Ish...gua mau tidur Aryan, bisa gak lu jangan gangguin gua, pokonya gua mau tidur!" ujarnya, seraya membaringkan badannya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.


" Berani lu ngapa ngapain gua, gua timpuk lu!" lanjutnya, yang seketika menjadi tantangan buat Aryan.


Aryan tersenyum menyerigai dan segera menindih tubuh mungil istrinya.


" Aryan...!," kagetnya tiba tiba.


" Larangan adalah perintah!"


***


Adinda terbangun dari tidurnya, dan mendapati Aryan yang masih tertidur di sampingnya. Ia menggerakkan tangannya dan ingin mengusap wajah suaminya itu.Namun tanpa di sangka Aryan menangkap tangannya.


" Kenapa lu? ketahuan memperhatikan wajah gua baru nyadar gua ganteng?" tanyanya,menyampingkan tubuhnya kemudian mempermainkan anak rambut istrinya.


" Ish, ni orang pd nya gak ketulungan" ujarnya, di sela sela senyumnya.


Cup


Aryan mengecup kening istrinya kemudian bangkit dari ranjangnya.


" Gua mandi dulu ya, lupa gua ada hal penting yang harus gua urus hari ini." ujarnya, kemudian berlari ke kamar mandi.


Adinda meregangkan otot otot tangannya, kemudian meraih handphone nya di atas nakas.Ia pun menyempatkan untuk membuka sosmed terlebih dulu.


"Hah...Nada akan menikah?, wah kok aku ketinggalan berita sih, dengan siapa? kok nama calonnya gak disebut disini sih?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Tak lama setelahnya, Aryan sudah keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang masih basah.


Kemudian ia memilih bajunya dan memasangnya.Sementara Dinda masih asyik scrol hp nya.


Oe...Oe...


" Anak Ar..."


" Ck, lu yang punya anak, lah gua di suruh momong." ujarnya berdecih..


" Apa lu kata?"


" Gak, bercanda gua, udah mandi sana, maen hp mulu" ujarnya, sembari mengambil hp dari tangan Dinda, kemudian mencium pucuk kepala istrinya.


" Udah buru." ujarnya, sebelum benar benar meninggalkan Dinda disana.

__ADS_1


***


"Saya terima nikah dan kawinnya Nada Aulia Alzahra dengan mahar dan mas kawin emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai..."


" Gimana para saksi?"


" SAH"


" Alhamdulillah."


" Doa untuk kedua mempelai alfatiha..."


"Aamiin..."


" Selamat ya Nada," ujarnya, mengulurkan tangannya ,namun Nada tak membalasnya dan menangkupkan kedua tangannya.


" Hehe lupa.Kebiasaan nih memang tangan." ujarnya, menampol tangannya sendiri.Tentu hal itu membuat Nada tergelak.


" Ehemk..." deheman suami Nada membuat Aryan menatapnya.


" Jangan salah faham bro, kita sudah sama sama melepaskan dan mengiklaskan, iya kan Nad." ujarnya.


" Iya bang Aryan, Makasih banyak sudah hadir di acara pernikahan Nada, dan makasih bang Aryan sudah bersedia jadi saksi."


" Em..sudah sehatusnya kan.Selamat ya kalian berdua semoga langgeng dan samawa sedunia bersama sampai syurga." ujarnya, sembari menualami tangan suami Nada.


" Aamiin..." jawab keduanya bersamaan.


" Oh ya lupa, kadonya ada di depan yah." ujarnya, sembari memberikan kunci mobil pada suami Nada.


" Tapi ini terlalu berlebihan. "


" Gak papah bro, namanya juga hadiah.Oh ya gua harus manggil lu apa sih, gak enak kalo manggil nama dan lu gak mesti manggil gua abang juga kali kan?" tanyanya, menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


" Hehe...soal itu aku juga bingung, jujur kalau secara umur situ abangan saya"


" Jangan gitu lah" ujarnya, tertawa kecil menyenggol lengan suami Nada sedikit.


Mereka pun akhirnya tertawa bersama.


Iklas, dengan kata iklas Nada maupun Aryan mampu mencapai puncak kebahagiaan mereka masing masing.


Mereka bukan berarti melupakan, tapi mereka lebih mau berdamai dengan keadaan dan mengiklaskan yang sudah terjadi di kehidupan silam.


Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕


Hayoo tebak, siapa Nama suami Nada????😅😅


__ADS_2