HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab.16 Hanyalah istri yang tak dianggap.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


" Kenapa kamu terlihat murung gitu Nad...?" tanyanya,menautkan alisnya melihat sahabatnya yang enggan untuk tersenyum.


" Aku ketemu bang Aryan semalam dan..."


Nada menghela nagasnya panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


" Dia sudah menikah lagi,harusnya aku bahagia Ray...tapi," belum sempat ia menjelaskan semuanya;air matanya sudah mengalir lagi membasahi pipinya.Rayni yang mengerti perasaan sahabatnya itu, segera memberikan pelukan menenangkan sahabatnya.


" Insha Allah Nad; jika jodoh, kalian pasti akan disatukan lagi." ujarnya, memberi semangat.


***


Hari ini,sesuai permintaan sang ibunda.Aryan dan istrinya Adinda berkunjung ke rumah mewah mama dan papanya.Di depan gerbang pintu mereka sudah disambut dengan pak satpam yang bertugas.


Mereka pun turun dari kenderaan beroda empat itu, dan segera menemui sang ibu yang sudah menunggui kedatangan pasangan ini..


Aryan pun menyalim takjim mamanya yang diikuti oleh Dinda sang istri.


" Mama kenapa...? Ada apa, sampai nyuruh Aryan segera kesini...?" tanyanya saat sudah duduk membelai tangan sang ibu.


" Em...kamu ini, salahkah jika seorang ibu merindukan anak anaknya...?" tanyanya, sedikit murung kemudian tersenyum kembali menatap sang putra.


" Mama ingin, kamu dan Irsyan itu baikan yah, mau sampai kapan kalian saling membenci kayak gini, mama takut...jika suatu saat umur mama sudah selesai, Mama belum bisa melihat kalian akur lagi." lirihnya sendu.Aryan pun segera mendekap sang ibu ke pelukannya.


" Ma...Aryan dan Irsyan tuh baik baik saja, mama gak usah khawatir soal itu.Aryan bukanlah orang yang dendam pada adeknya sendiri." ujarnya, seraya melepaskan pelukan nya.


" Mama tau...selama ini Aryan ataupun Irsyan selalu berusaha untuk berkimunikasi dengan baik kok ma,jadi mama gak usah khawatir...Aryan akan mengalah sama Irsyan soal apa pun itu.Sesuai yang mama minta." lanjutnya, mama Ayesha pun terharu mendengar nya dan membelai rambut putranya yang sudah mulai memanjang itu.


" Mama pokus ke kesehatan mama aja yah...jangan mikir banyak banyak, ntar kalo mama drop gimana...? iya kan.Aryan dengarin mama kok, iya ma." ujarnya, kembali membuat Ayesha membalasnya dengan senyuman.


" Oh ya...sayang, sini." ujarnya, memanggil sang istri yang sedari tadi hanya menyimak.


Adinda pun menghampiri mereka.


" Mama...Aryan ada sesuatu yang belum Aryan ucapkan sama mama, em...itu..." ujarnya, memotong ucapannya yang otomatis membuat sang mama penasaran.

__ADS_1


" Ada apa nak...?" tanya Ayesha sudah tidak sabaran.


" Adinda...aduh, malu ngomong nya."ujarnya, cengingiran sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


" Hem...maksud Aryan, Dinda lagi ngandung cucu mama" Bukan Aryan yang sudah menuturkan nya melainkan sang istri.


" Oh ya...? Ya allah...alhamdulillah" ungkap syukur mama Ayesha dan seraya mencium pucuk kepala menantunya.


" Sudah berapa bulan nak...?" tanya sang mama kembali.


" Alhamdulillah ma, sudah memasuki usia ke 16 minggu ma." jawab nya senang.


Tentu saja kehamilan Adinda adalah hal yang paling membahagiakan keluarga ini, kenapa tidak, mereka sudah lama menunggu momen ini.Menunggu saat adanya bayi mungil yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.


Ayesha sungguh benar benar terharu, bahkan ia sudah bingung harus bilang apa kecuali hanya ucapan syukur yang terus ia lantunkan.


***


"Ck...gak pernah nyangka gua, mama segitunya ingin nimang cucu." lirihnya pelan namun masih bisa didengar dengan baik oleh sang istri.


" Makanya sesekali itu jangan jadi beban orang tua mulu, dan...yang tadi mama ucapin itu di perbuat juga jangan cuma diiyakan doang" omel Dinda setelah meminum segelas susu ibu hamil miliknya.


" Gua gak akan biarin Irsyan bisa bahagia diatas penderitaan gua.Gak akan...!!"lanjutnya, sebelum ia meninggalkan Dinda dikamar mereka.


" Jadi, aku kau anggap apa Ar...? Hanya seorang wanita yang memendam semua rasa cintanya, sampai saat ini aku mampu bertahan, tapi mau sampai kapan Ar...? kapan aku kau anggap sebagai istrimu..." lirihnya, sendu.Tak terasa rasa sesak didadanya yang kian memanas membuncah jadi lautan air mata.( Kok nyesak yah)


" Di depan orang banyak, dengan manisnya kau anggap aku sebagai istri dan memanggil namaku dengan sayang, tapi kenapa saat hanya ada kita berdua yang ada dihati kamu hanya Nada, Nada dan Nada lagi...? Salahkah aku mencintai suamiku sendiri...?" tanyanya lagi bermonolog sendiri.


Sangat sakit yang Adinda rasakan, bahkan ia tidak pernah memimpikan ini sebelumnya.Ia pikir Aryan akan berubah setelah tahu tentang kehamilannya.Namun...keadaan tidak sama dengan yang ia mau.Aryan tetaplah Aryan yang terus dan hanya mencintai Nada, dan menganggap Dinda hanya sebagai sahabatnya saja.


***


Aryan kini menatap photo pernikahannya dengan Nada, mantan istrinya.Ia memeluk photo itu dengan eratnya.


" Aku kangen Nad..." lirihnya, membisikkan suara rindu yang tersimpan dihati.


Sementara Irsyan dan Ayra kini, berada di kediaman Khan.

__ADS_1


" Oh ya Ir...kenapa gak samaan tadi datangnya sama abang kamu kesini...?" tanyanya, menatap putra bungsunya.


" Bang Aryan kesini...?" bukan menjawab Irsyan malah bertanya balik.


" Iya nak, kalian...masih berantam yah...?" selidik mama Ayesha.


" Enggak kok ma, semalam Irsyan yang hubungi bang Aryan agar kesini kok.Mama tenang aja ya...Irsyan sama bang Aryan gak akan berantam berantam lagi kok." ujarnya, sembari membaringkan diri di pangkuan sang ibu.


Replek mama Ayesha, mengelus rambut sang putra dengan lembut.


" Di usia mama yang sekarang ini, mama gak mau dan gak ingin dengar kalian berantam lagi yah..." ujarnya, kembali mengingatkan.


" Mama tenang aja, itu gak akan terjadi lagi.Lagian...kita sudah sama sama berkeluarga gak mungkin lah kita berantamsn lagi.Malu sama bini...haha" ujarnya, tergelak yang membuat mama Ayesha juga ikut tertawa.


" Wah...papa ketinggalan berita ini, apa yang telah terjadi...?" tanyanya menatap sepasang ibu dan anak itu.


" Ada deh...papa gak usah tau." jawab Ursyan tanpa dosa yang dapat geplakan di pahanya oleh papa Zain.


" Kamu ini..." ujar Zain, yang kemudian membuat suasana mencaur dengan gelak tawa mereka.


" Assalamualaikum..."


" Eh...iya." ujarnya seraya duduk kembali dari pangkuan sang mama.


" Walaikumsalam..." jawab mertka serempak.


" Em...mama, papa,ini maaf...Ayra ada tugas dari rumah sakit.Ayra pamit duluan boleh ya...?" tanyanya menatap sepasang suami istri itu bergantian.


"Loh...ada pasien lagi dek...?" tanya Irsyan pada sang istri.


Ayra pun mengangguk, mengiyakannya.


" Ya sudah, gak papah...hati hati ya nak." ujar Ayesha sembari memeluk menantunya sebagai salam perpisahan.


Akhirnya Ayra pun pamit dan meninggalkan keluarga itu, sengaja ia tidak mau diantar sang suami karena ia tau betapa mertuanya masih merindukan putra mereka.


Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian yah


__ADS_2