HIJRAH KU

HIJRAH KU
Bab.38 Hijrahku


__ADS_3

...🕊Happy Reading 🕊...


Aryan, Nada, Ayra, Irsyan, dan Dinda bergantian menyalami tangan Mama Ayesha dan Papa Zain.


" Anak papa gak salim kakek, neneknya?," ujar Aryan sembari berjongkok didepan Faiz menyesuaikan tinggi Faiz dengan nya.Faiz pun akhirnya menurut dan segera menyalim mama dan papa Aryan.


Setelahnya, Aryan tersenyum senang dan mengusek pucuk kepala sang anak, mereka pun masuk kedalam rumah bersama.


" Mama sengaja undang kalian semua,mama ingin melihat anak- anak mama bersama mama disini, apalagi besok sudah mau puasa, mama minta maaf ya pada kalian semua, Apalagi kamu Yan, mama sering merasa bersalah sama kamu." ucap Mama Ayesha saat mereka sudah berkumpul di ruang keluarga.


" Kok Aryan sih ma, harusnya Aryan yang minta maaf sama mama, sampai sekarang masih nyusahin mama terus," ucap Aryan menghampiri sang ibu.


Aryan pun segera berjongkok didepan sang ibu," Aryan punya sesuatu untuk mama," ucap Aryan seraya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya." Tapi sebelumnya, aku minta maaf ya ma," ucap Aryan yang segera di peluk oleh Mama Ayesha dan mereka pun berdiri.


Aryan pun segera mengeluarkan sebuah kalung dari gemgamannya, kemudian ia pun memasang kan kalung itu pada mamanya.


" Maaf terlambat ya ma,itu kado ulang tahun mama yang kemarin," ucap Aryan kemudian memeluk mamanya.


" Um, anak mama memang romantis bangat," ucap mama Ayesha gemas kemudian ia pun mencium pucuk kepala putranya.


" Bang Ar, gak keren gak ngajak- ngajak kalau mau buat surprise...," celetuk Irsyan nampak kesal, kemudian ia pun ikut memeluk sang ibu.


***


Selesai makan malam, mereka memilih bersantai di taman belakang rumah mewah itu.Seperti biasa, kedua anak Mama Ayesha bergelayut manja padanya.Aryan tiduran di pangkuan sang ibu sedang Irsyan menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu.

__ADS_1


" Lihatlah, kelakuan suami kalian kalau sedang bersama mamanya hey...seakan lupa umur," ucap Papa Zain saat membantu ketiga perempuan yang sedang memanggang steak disana.


" Hem, Aryan, Irsyan sih sudah gak diragukan lagi,hampirin lh Nad, Ay...," jawab Dinda kesal melihat tingkah Aryan dan Irsyan disana.


Sementara Nada dan Ayra justru tertawa senang, saat suami mereka masih mau bermanja- manja dengan mamanya meski sudah berkeluarga.


" Mama...," ucap Faiz menarik- narik tangan Dinda, Dinda pun segera menoleh padanya.


" Kenapa sayang?,sudah bangun?" tanya Dinda mengelus rambut sang anak lembut.


" Mungkin cariin papanya kali kak," ucap Nada nimbrung dan segera diangguki oleh Faiz.Dinda pun menunjuk ke arah beradanya Aryan yang segera dihampiri oleh Faiz.


" Gak sekalian gabung? papa mau kesana, ayok...," ucap Papa Zain saat panggangan mereka sudah matang.Mereka pun bergabung dengan Aryan, Irsyan dan mama Ayesha.


" Eh, sini nak," panggil Aryan pada Faiz dan menyuruhnya duduk disamping Aryan.


" Eh, adik orang, situ juga gitu, gak tahu umur masih juga manja," celetuk Aryan tak terima yang tentu saja membuat semuanya tertawa.


" Duduk dulu tuh Bang, makan...," ucap Nada sembari duduk disamping Aryan.


" Hilang selera dek, gegara tuh orang satu," kesal Aryan memanyunkan bibirnya, Mama Ayesha pun mengusek pucuk kepala putranya dan tiba- tiba saja mama Ayesha terdiam melihat banyaknya rambut Aryan yang rontok.Irsyan yang melihat wajah sedih mamanya kemudian tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebagai kode agar mamanya tak bersedih di depan Aryan.


" Lambut papa...," ucap Faiz dan segera diberi kode oleh Irsyan agar Faiz tak memberi tahukan Aryan.


" Kenapa Bang Iz?," tanya Aryan menatapi putranya.

__ADS_1


" Em, lambut papa sudah panjang, udah kek pleman." jawab Faiz yang diajari oleh Dinda.


" Iya kan, makanya bunda juga udah suruh papa pangkas, tapi papanya belum mau," ucap Nada kemudian membuat Faiz tertawa.


" Hemk, jadi bahas rambut dah,"ucap Aryan seraya menghembus napasnya malas.


Kemudian, mereka pun akhirnya kembali menggelar acara makan- makan tak terkecuali Aryan yang masih enggan untuk duduk dari tidurnya.


" Ma...Aryan boleh minta doa dari mama gak?," tanya Aryan yang membuat Mama Ayesha tersenyum sembari mengelus rambut sang putra.


" Tolong doakan Aryan, agar masuk surga - Nya ya ma, katakanya doa seorang ibu itu, doa yang paling mustajab, jujur saja Aryan takut ma, dosa Aryan terlalu banyak, Aryan takut Aryan tak dapat ampunan allah ma," ucap Aryan sudah berderai air mata, begitu juga dengan mereka semua yang mendengarnya ikut sedih dan terharu.


Karena hal itu, Papa Zain pun segera ikut menggabungkan diri dan memeluk putranya itu." Inshaallah kamu pasti sembuh nak...,"


" Iya Bang, kita sama- sama berusaha ya," ucap Irsyan ikut duduk di samping mamanya.


" Maafin Aryan ma...pa...," ucap Aryan lirih dalam tangisannya yang membuat pilu dihati siapapun yang melihatnya,bahkan Faiz yang masih kecil saja ikut merasakan kesedihan itu,Faiz kemudian ikut memeluk sang papa dan menyeka air mata Aryan.


" Papa jangan tengeng ya, Abang kan ada, kata papa laki- laki itu gak boleh nangis kan?," ucap bocah mungil itu sembari tersenyum dan mengelus pipi Aryan dengan lembut, Aryan pun segera memeluk Faiz kembali.


" Maafin papa ya, papa melanggar ucapan papa sendiri," jawab Aryan menciumi pucuk kepala sang putra.


Acara yang seharusnya acara berbahagia kini menjadi haru gegara ucapan Aryan tadi, mereka semua jadi malas dan segera menyelesaikan acara tersebut.


Dengan berakhirnya acara, Irsyan pun mengantar Aryan dan Nada pulang.

__ADS_1


" Kalau ada apa- apa, segera telpon ya Bang," pesan Irsyan seperti biasa, sebelum ia bergegas meninggalkan Aryan dan Nada.


__ADS_2