
🕊Happy Reading 🕊
" Allah...," lirih Nada terus menerus mengucap saat rasa sakit kian menyiksanya.
" Sabar ya Nad," ucap Ayra menyemangati sembari menggemgam tangan Nada.
Air mata dan keringat sudah bercampur mengucur wajah Nada,bahkan seringkali Nada mengeluhkan sakitnya dan segera dibimbing oleh Ayra agar terus beristiqfar.
" Sabar ya Mbak, sebentar lagi kita operasi,ruang operasinya masih dipake," ucap Dokter Maya sembari mengecek infus Nada.
" Sakit dok...,"lirih Nada.
" Iya Mbak, sabar ya Mbak, semua ibu merasakan hal itu kok Mbak," ucap Dokter Maya kemudian keluar dari ruangan itu.
" Sakit Ay, sakit...," lirih Nada menggemgam erat tangan Ayra.
" Sabar Nad,sabar,istiqfar...," ucap Ayra mengingatkan." Bang Aryan kok datang datang sih?," rungut kesal Ayra dalam hatinya.
**
" Dokter tolong dokter...," ucap Dinda sembari membuka pintu mobil dan membantu Aryan keluar dari sana, beberapa perawat pun datang membantu Dinda dan segera meletakkan Aryan di atas brankar.Mereka pun segera mendorong brankar Aryan melewati koridor panjang itu.Irsyan yang baru saja selesai dari ruangannya sekilas melihat Aryan.
" Bang Aryan?," tanya Irsyan mengernyit, kemudian ia pun berlari menghampiri Aryan yang kini masih diantar oleh perawat.
**
" Ir,aku titip Nada dan anak anak," lirih Aryan meneteskan air matanya. Irsyan yang masih pokus mengecek infus Aryan tak begitu mendengar ucapan abangnya, sehingga ia mendekatkan wajahnya dengan Aryan.
" Kenapa Bang?," tanya Irsyan.
" Tolong jaga Nada dan anakku," lirih Aryan dalam tangisannya dan hal itu berhasil membuat Irsyan ikut menangis.
" Abang ngomong apa?, Bang pasti sembuh kok," ucap Irsyan sembari mengelus rambut sang abang.
**
" Dok, aku udah gak tahan Dok," lirih Nada yang sudah terus menerus menangis, bahkan Ayra yang melihatnya saja sudah ikut menangis.
Kemudian para perawat pun membawa Nada keruang operasi, sedang Ayra dengan cemas terus menerus mondar mandir bak setrikaan menunggui operasi Nada.
Oek oek....
__ADS_1
Terdengar suara tangis bayi dari ruangan operasi tersebut membuat Ayra bersyukur dan menangis haru." Alhamdulillah...," ucap Ayra penuh syukur.
" Ir...," panggil Aryan dengan napas tersenggal senggal yang membuat Irsyan menangis sejadi jadinya.
" Bang, bang,allah...allah...," ucap Irsyan membesikkan kalimat allah ditelinga Aryan seraya menggemgam erat tangan Aryan.Air mata kian tumpah ruah saat gemgaman itu terlepas begitu saja, Irsyan terus menciumi kening abangnya itu dan Dinda yang menyaksikan semua itu kini ikut menangis dan terjatuh tak berdaya.
" Selamat Mbak, bayinya perempuan tapi...," ucap Dokter Maya memotong ucapannya.
" Tapi apa dok, Nada gak papa kan?," tanya Ayra namun tak dijawab oleh Dokter Maya, karena merasakan hal yang tak beres Ayra pun segera masuk keruang operasi dan menemukan tubuh Nada yang terbaring kaku dan sudah tak bernyawa lagi,tangis Ayra pecah seketika menggelegar ruang operasi itu.
****
" Begitulah ceritanya, Ayah dan bunda kalian adalah cinta sejati, mereka memilih bersama hingga ke surga nya allah," ucap Ayra menggemgam tangan kedua putrinya.
" Jangan nangis," ucap Ayra lagi sembari menyeka air mata Winda putrinya.
" Ayah, bunda kalian inshaallah sudah tenang di surga, kalian berdua sebagai anak, jangan lupa selalu doain ayah dan bunda ya," ucap Ayra dan diangguki oleh kedua bocah perempuan itu.
" Nah, kita sudah sampai, gak terasa ya," ucap Irsyan sembari memarkirkan mobilnya.
" Putri-putri papa, hapus air matanya, ilang cantiknya soalnya," ucap Irsyan mengajak keduanya bercanda agar suasana tak semakin sedih.Ia pun membantu Andin dan Winda keluar dari mobil.
" Masyaallah,kedua bidadari ini sudah pada besar ya," ucap Dinda menyambut kedatangan tamunya.
" Maaf lahir bathin kak," ucap Ayra sembari memeluk Dinda.
" Ya sudah,ayok masuk," ucap Dinda mempersilahkan tamunya masuk.
" Faiz,ini Winda dan Andin sudah sampe," panggil Dinda pada putranya yang masih dikamarnya.
" Iya ma,sebentar," jawab Faiz dari dalam kamarnya.
Faiz pun tersenyum saat menuruni anak tangga ketika ia sudah melihat kedua sahabatnya itu.
Berbeda dengan Winda yang begitu agresif menyambut Faiz, Andin justru diam saja dan tetap dalam duduknya.
" Kenapa nak?," tanya Irsyan pada putrinya itu, melihat putrinya malas untuk pergi bermain.
"Gak papa pa," ucap Andin seraya tersenyum.Sebenarnya Andin masih sedih akan cerita yang mamanya tadi ceritakan selama diperjalanan, ia masih memikirkan keadaan ayah dan bundanya tapi ia enggan untuk menceritakannya pada papanya.
Sementara Winda nampak begitu senang bermain bersama Faiz dengan suka ria.
__ADS_1
" Aku tahu, kamu masih sedih nak, maafin mama yang sudah menceritakan kisah pilu itu di hari fitri ini,tapi cepat lambatnya, kalian juga akan tahu nantinya, mama dan papa bukanlah orang tua kandung kalian, makanya mama cerita, maafin mama Andin...," ucap lirih Ayra membathin, saat ia terys memperhatikan wajah Andin yang tidak ceria seperti biasanya.
" Aryan, Nada,putri kalian tumbuh dengan baik, mereka tumbuh menjadi bidadari yang sangat cantik dan aku menemukan sikap kalian pada kedua putri kalian,nenar benar, buah tidak akan jatuh dari pohonnya, Andin dan Winda mewarisi sifat kalian berdua,smoga kalian sudah tenang ya,bersama allah, aamiin...," bathin Dinda menatapi wajah Andin dan Winda bergantian.
***************THE END**************
Assalamualaikum gays...
Terimakasih atas dukungan dan support kalian,Alhamdulillah akhirnya kisah Nada dan Aryan berakhir sampai disini,tak terkecuali kisah cinta mereka setelah kematian yaitu kisah cinta mereka yang abadi.
Untuk para ibu, bapak dan semua orangtua, dari sini kita dapat belajar agar kita tidak sampai los kontrol terhadap putra putri kita, agar tidak ada Nada Dan Aryan lagi dimasa mendatang.
Untuk semua readersku yang terkasih, semoga kita bisa dijauhkan dari segala maksiat dan kita nisa bertaubat atas segala salah dan dosa kita seperti Nada dan Aryan, Aamiin..
Dan,kita dapat belajar, seberapa besar pun dosa manusia inshaallah, allah penerima taubat.Maka,kita sama sama bertaubat ya,
caption: Hijrah yuk.
Terimakasih dan sampai ketemu di cerita selanjutnya : v
Love sekarung mangga...
eh asam itu ya.salah, salah
love sekebon bunga...
by: evidayanti nur nayna rizky asyari bt Ali.
*************
Selanjutnya, baca kisah Arham dan Arvitha dalam
" MENITIP BENIH DI RAHIM PEMBANTUKU"
dan
baca juga kisah, Gabby dan Erick dalam...
" BERAWAL DARI DENDAM ( ANTARA CINTA DAN BENCI )
by karya: evidayanti ali
__ADS_1