HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrah ku bab.22 Hari kebahagiaan.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


" Apa...? Lu bilang apa tadi...? tidurin cewek...? Gila lu Ar...lu benar benar yah...gua pikir lu cowok baik baik, nyatanya lu sama aja." ujarnya, kesal memukul mukul lengan Aryan.


" Ish...apaan si, orang bukan lu kok." jawab nya, sembari berdiri dari samping Dinda.


" Gua cewek Ar...seenggaknya lu pikir lah, lu punya otak kan...? kalo misal lu punya adek cewek terus di mainin sama cowok brengs*k kayak lu, apa lu gak emosi...? apa lu bisa sesantai ini...?" tanyanya menatap tajam pada Aryan dengan emosi yang meluap luap.


" Yah...maaf.Gua kebawa suasana soalnya"


" Lu pikir dengan kata maaf, lu bisa kembaliin perawannya tuh cewek.Brengs* k lu Ar...gak nyangka gua."


" Ish...gua cerita sama lu bukan mau dengarin ceramah dari lu Din, tapi mau tanya pendapat lu gimana cara gua minta maaf sama tuh cewek." ujarnya, menyugar rambutnya.


" Lu tanya pendapat gua , iya...? mending lu ilang aja deh dari muka bumi ini.Gak pantas tahu ...lu disini.Pergi gak lu..." bentaknya, sembari mendorong Aryan.


" Gak usah anggap gua teman lu lagi..." ujarnya, kemudian menutup pintu rumah nya.


" Segitunya...orang tanya baik baik juga..." kesalnya, kemudian bergegas pergi dari arena rumah Adinda.


Sementara Dinda kini menangis menyandarkan dirinya di pintu itu.


" Kenapa lu tega Ar...?, Apa lu gak punya hati..." lirihnya sendu sesekali menyugar rambutnya.


Adinda sebagai gadis yang pernah menjadi korban p*lec*han s*ksu*l waktu dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, tentu tahu bagaimana sakitnya menjadi wanita yang sudah menjadi korban.


Dan sekarang, teman terbaiknya, sahabat satu satunya malah bercerita tentang dirinya yang telah menodai seorang wanita.


Tentu hal itu membuat Dinda membenci Aryan dan sangat kesal terhadap lelaki itu.?


" Begitu ceritanya Nad,aku minta maaf atas nama Aryan...plis kamu maafin dia yah, aku ngerti kenapa Aryan seperti itu ya dia anak yang merasa di kucilkan di keluarganya, ia kurang kasih sayang dari orang tuanya, makanya pergaulan bebas adalah akhirnya.


Aku mohon Nad...kamu maafin Aryan yah, aku tahu ini berat buat kamu...tapi, aku juga gak mau Aryan terus menyimpan rahasia ini dari kamu Nad.Jika tidak sekarang, aku gak tahu kapan lagi aku punya waktu buat jelasin sama kamu.Belum tentu aku masih punya waktu." lirihnya sendu memelas maaf dari Nada.


" Kak Dinda...kak jangan patah semangat kek gitu, insha allah kak akan baik baik saja...dan untuk itu...Nada akan maafkan." ujarnya, sembari menepuk punggung tangan Dinda dan kemudian tersenyum.


" Makasih banyak Nad, dan tolong...kamu jagain dia yah." pintanya dan dibalas anggukan dari Nada.


" Sudah siap untuk operasi buk Adinda....?" tanya seorang dokter.


" Iya dok.Saya siap" jawab nya kemudian mengangguk.


" Berdoa terus kak..." ujarnya, menyemangati Dinda sebelum akhirnya Dinda di bawa ke ruang operasi.


***

__ADS_1


" Ya allah...aku benar benar gak nyangka, orang yang selama ini aku benci adalah orang orang yang aku cintai, orang yang selalu ada di depan mata.


Kenapa bang, kenapa kamu harus memberikan harapan pada Nada kalau akhirnya kamu lah orang yang membuat Nada terpuruk...?


Ya allah....kenapa mencintai begitu sakit...?


Di balik semua kebaikan yang kamu berikan hanyalah alasan menutupi semua kesalahan kamu.


Kamu tega bang Aryan..., Nada kira kamu penyelamat ku dari tante Imer, nyatanya...kamu adalah musuh Nada yang sebenarnya.


Tega kamu bohongi Nada selama ini..., untuk apa...? hanya untuk membuat luka Nada semakin dalam...


Berpura pura menjadi pahlawan, menjadi orang baik yang penyayang, akhirnya kamu bosan dan mencampakkan Nada.


Seakan kamu lupa, aku gadis yang tlah kau hancurkan.Air mata dan teriakanku bahkan tidak kamu dengarkan sedikitpun.


Sekarang apa...apa hanya dengan maaf, Nada bisa kembali menjadi orang yang lebih baik lagi...? Hah...Nada terlalu rapuh untuk ini.


Nada belum siap untuk memaafkan, maafin Nada bang Aryan....." lirihnya, panjang lebar menatapi wajah Aryan yang masih enggan membuka matanya.


Nada kehabisan kata kata,rasa sesak di dadanya kian membuncah dan menjadi tangisan.Air matanya terus saja mengalir dengan deras.


Di menit berikutnya ia kembali mengusap wajahnya. " Ampuni aku ya Allah..."


***


" Rileks ya buk...agar semuanya lancar, bismillah dulu buk." ujar dokter wanita yang menangani Dinda.


Dinda berulang kali mengucap bismillah dan mengatur nafasnya.


Sementara di tempat lain....


Aryan perlahan membuka matanya dan mengendarkan pandangannya. Terlihat lah ia langit langit dari ruangan itu.


Perlahan namun pasti, Aryan terus mengendarkan pandangannya dan tersadar jika ia tengah berada di sebuah ruangan yang nuansa putih.


Oe...oe...


" Alhamdulillah..."


Adinda menghela nafas lega, setelah mendengar tangis bayinya.


" Apa aku di rumah sakit...?" tanyanya, pada dirinya sendiri.


" Bang Aryan...? kamu sudah sadar...?" tanyanya ,menatap Aryan tak percaya.

__ADS_1


" Tunggu ya bang, Nada panggilkan dokter...." ujarnya, seraya pergi bergegas.


" Alhamdulillah...keadaannya sudah membaik." ujar dokter itu setelah selesai memeriksa keadaan Aryan.


" Alhamdulillah ya allah..." puji syukur Nada.


" Mbak Nada...Buk Dinda mencari Anda, bayinya sudah lahir dengan selamat." ucap seorang suster yang tiba tiba masuk ke ruangan rawat Aryan.


" Bayi....? Dinda...?" tanyanya, pelan masih memproses setiap kata itu.


" Alhamdulillah...bilang ke kak Dinda, saya segeea kesana ya sus." jawab Nada pada suster itu yang segera diiyakan olehnya.


" Pak Aryan sebaiknya istirahat dulu ya, nanti saya kesini lagi buat chek kondisinya.Oh ya mbak saya permisi dulu..."


" Iya dokter, makasih banyak." ujarnya, menundukkan kepalanya.


Rasa syukur yang double Nada dapatkan hari ini.


" Nada..." lirihnya masih dengan suara yang sangat pelan.


" Iya, bang Aryan mau minum...? atau mau apa...?" tanyanya mendekati Aryan.


" Bawa aku ke tempat Dinda."


" Em...gak mungkin bang, keadaan kamu masih kek gini, insha allah besok bang Aryan bisa kesana yah..." jawab nya menenangkan Aryan.


" Dinda kenapa Nad...?" tanyanya lagi menatap Nada.


" Alhamdulillah...anak bang Aryan sudah lahir, kak Dinda juga selamat.Hem...ini suatu pertanda baik insha allah bang.Bang Aryan sadar saat anak bang Ar juga lahir ke dunia ini." ujarnya, menjelaskan.


Namun Aryan terlihat bingung,dalam ingatan dia Dinda masih hamil 5 bulan dan dangat mustahil jika Dinda melahirkan di udia kandungan yang masih belia.


" Kenapa bang...?" tanyanya, melihat wajah Aryan yang terlihat keheranan.


" Em...gak papah, aku hanya bingung kenapa aku di rumah sakit dan kenapa Dinda lahiran sekarang, sedang yang aku tahu usia kandungan nya masih 5 bulanan." lirihnya, yang dengan baik di dengarkan oleh Nada.


" Hem...wajar bang Ar gak ingat, bang masih belum pulih sepenuhnya. Istirahat yah...Nada mau lihatin kak Dinda dulu."


" Aku sudah capek istirahat Nad, aku ikut ketemu Dinda ya..."


" Hem...besok baru ya, sehat dulu baru kita sama sama jenguk kak Dinda.Istirahat ya bang..." ujarnya, mengusap pipi Aryan.


Meskipun dalam hatinya masih ada luka yang sangat dalam, Nada mampu menutupi semua itu dengan senyuman.


Ia bersyukur hari ini, Aryan dan Dinda selamat dari maut dan yang lebih membahagiakan lagi keluarga Khan bertambah anggota.

__ADS_1


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕


__ADS_2