
Seorang gadis cantik baru pulang dari sekolahannya,ia merasa senang hari ini, karena nanti malam ia akan pergi ke pesta ulang tahun sahabatnya yang bernama Indah permata sari.
Gadis berusia 16 tahunan yang masih memakai seraham putih abu- abu itu terus tersenyum memancarkan raut wajah kesenangan sing ini.
Namanya adalah Andini Dyah Khan,keturunan dari keluarga konglomerat berdarah melayu- india,dia sekolah di SMA tunas bangsa di sebuah kota di daerah bagian jabodetabek.
Siang yang cerah kini berganti dengan pekatnya malam.Hingar bingar suara pesta pun begitu menggema di sebuah gedung tempat pesta.
" Hai In, selamat ultah ya, maaf telat," ujar Andin seraya memeluk bestienya itu.
" Gak papa kok,yang penting kamu datang, aku udah senang bangat," jawab Indah saat pelukan itu berakhir.
Tak lama setelahnya,Difky pacarnya Indah datang menghampiri keduanya dan memeluk Indah." Sehat selalu ya beb," ujar Difky seraya melepaskan pelukannya dan memberikan sebuah kado pada Indah, dengan senang hati, Indah pun menerimanya.
Tak lupa juga, Indah memperkenalkan Difky pada Andin bestienya." Ky,kenalin ini Andin bestieku dan Din,ini Iky pacar aku," ucap Indah.
" Sebang mengenalmu," ucap Difky saat dia dan Andin berjabat tangan,Andin hanya membalasnya dengan senyuman tanpa menjawab ucapan Difky.Dan anehnya terbesit dihati Andin ingin memiliki pacar bestienya itu.
" Ganteng juga,baik lagi, bukan Andin namanya, kalau aku tidak dapat memiliki yang ku mau," bathin Andin.
Sementara Indah pergi menyapa teman temannya yang lain, hal itu justru menjadi kesempatan buat Andin untuk mendekati Difky." Ky,duduk disana yuk, daripada sendirian disini," ucap Andin mengajak Difky pergi ke bangku taman.Tanpa menolak,Difky hanya mengiyakannya saja, mereka pun akhirnya duduk berduaan di bangku taman.
Disini,mereka pun berbagi cerita dari hal hal kecil sampai pada alamat juga mereka ceritakan.
__ADS_1
***
" Darimana kamu?,jam segini baru pulang?," tanya sang ayah menunjukkan jam tangannyayang sudah menunjukkan angka 11.15 malam pada saat Andin baru saja memasuki rumah.
" Em...,papa pikun bangat dah,tadi kan Andin udah pamit mau ke pesta ultahnya Indah,papa lupa?," rungutnya mengerucutkan bibirnya,selang beberapa detik ia baru tersadar akan ucapannya itu sehingga membuatnya cengengesan tak jelas." Sory pa," ucap Andin kemudian sembari menyalim tangan sang ayah, kemudian ia pergi berlari ngibrit menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Ayra nampak mengkerut kan keningnya heran melihat suaminya yang terlihat memijit pelipis nya yang mungkin terasa berdenyut. " Kenapa Bang?," tanya Ayra,sembari duduk disamping suaminya.
" Anak kamu itu,bikin sakit kepala mulu," jawab Irsyan singkat masih memijit pelipis nya.
" Hem,kenapa lagi?," tanya Ayra sedikit tersenyum.
" Masa aku dibilang papa pikun sama tuh bocah," rungut Irsyan kesal tapi justru membuat Ayra tersenyum menahan tawa.
" Hehe,itu sih bukan salah Andin Bang,tapi memang udah dari sononyo,satu turunan, gesrek semua,apalagi Bang Aryan papanya Andin kan luar biasa somplaknya,makanya nurun keanaknya juga," jawab Ayra tanpa dosa yang malah membuat Irsyan menatapnya kesal.Semakin Irsyan kesal semakin pecah ketawa Ayra melihatnya.
***
" Sayang,kamu lihat,burung pun cemburu lihat kemesraan kita," ucap Difky seraya menunjukkan burung kutilang diatas pohon yang terus berkicau.Difky dengan mesranya pun menggandeng tangan Andin.
" Andiiiiiiinnnnn....!,"
" Ish mama,ilang deh lamunanku hum," kesal Andin saat khayalan nya berakhir karena teriakan sang mama.
__ADS_1
Dengan wajah ditekuk Andin pun menuruni anak tangga,sesekali ia juga masih menguap tapi karena gak mau mamanya teruak kedua kalinya memaksanya agar terlihat bugar.
" Kamu udah mandi?," tanya Ayra saat mereka sudah di meja makan.
" Udah ma,tapi masih ngantuk juga," ucap Andin menidurkan kepalanya di meja makan.
" Yang bilangin papa pikun tadi malam siapa?," tanya Irsyan sembari membetulkan posisi dasinya saat ia baru saja ikut bergabung,Andin pun senyum senyum cengengesan tak jelas.
" Hari ini uang jajannya bolong,karena sudah ngatain papa pikun," ucap Irsyan segera duduk dan mengambil piringnya.
" Papa...," ucap Andin manja.
**
" Itu namanya papa gak adil,papa kalau gak kasih Andin jajan harus adil juga dengan Winda dong," rungut Andin kesal saat sang ayah mencium pucuk kepala Winda kembarannya.
" Udah lah Bang,kasihan, Bang abaikan gitu," ucap Ayra saat Irsyan masuk kedalam mobilnya dan terus mengabaikan Andin.
Sedang Andin kini kesal dengan dang ayah yang terus mengabaikannya hanya karena perkara mengatai saja.
" Andin...," panggil Irsyan,dengan senangnya Andin pun menghampiri sang ayah.
" Maafin Andin ya pa," ucap Andin seraya tersenyum dan menyalim tangan sang ayah,Irsyan pun mencium pucuk kepala putrinya itu.
__ADS_1
" Papa juga ya," ucap Irsyan kemudian memberikan uang jajan pada Andin.
***