HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrah ku bab.25 Berkunjung.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Irsyan mengemudi mobilnya dengan laju ,rasa tak sabar ingin ketemu ponakan yang belum sempat ia lihat sejak lahir dua bulan lalu dikarenakan kesibukannya di rumah sakit, membuat ia sedikit mempercepat kecepatan laju mobilnya.


" Astaqfirulloh..." ujarnya, seketika mengerem mendadak saat seseorang menyebrang tiba tiba.


Ia pun keluar dari mobilnya takut jika orang itu tertabrk olehnya.


" Maaf maaf..aku buru buru soalnya, maaf..." ujarnya,menunduk meminta maaf.


" Nada..."lirihnya, memperhatikan orang yang di hadapan nya itu.


Orang yang tak lain Nada itu kemudian menatapnya." Irsyan.Hehe...kita ketemu disini, maaf ya tadi aku buru buru."


"Nada..." ujar Ayra sembari menuruni kenderaan itu.


" Ayra...?" tanyanya, menatap Ayra dan Irsyan bergantian.


" Kalian...?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari Nada, Ayra memeluk nya." Kamu kemana aja sih, papa sama mama kangen bangat sama kamu," kemudian melepaskan pelukannya.


" Maafin aku ya Ay, aku hanya tidak mau papa mama semakin membenciku."


" Kamu ngomong apa, papa sangat meeindukanmu Nad, papa tahu dia yang salah.Plis kamu pulang yah, kasihan mereka nungguin kamu terus," lanjutnya, menggemgam kedua tangan saudara kembarnya itu.


" Kamu sudah banyak berybah sekarang, alhamdulillah dan aku yakin papa pasti bangga bangat sama kamu Nad, sebagai kakak harusnya kamu yang lebih dewasa daripada aku, gak mungkin kamu gak ngerti gimana perasaan mama dan papa sejak kamu tinggal.Maafin papa, hari itu papa khilaf...Ay mohon yah sebagai adik tersayangmu aku yakin kamu pasti mengabulkan keinginanku plis...pulang yah," ujarnya, panjang kali lebar dengan nada memelas pada saudaranya itu.


" Hehe...Ay Ay...kamu ini,memaksa bangat, iya, aku akan pulang jika sudah waktunya."


" Sayang..." ujar seseorang menghampiri, mereka pun menoleh pada suara itu dan anehnya Nada menyalimnya.Yentu saja Irsyan dan Ayra saling bertatapan cengo.


" Aku udah nungguin kamu dari tadi, tapi ternyata kamu disini" ujarnya, sembari merangkul tangan Nada.Dan hal itu semakin membuat Ayra dan Irsyan bertanya tanya.


" Dia...siapa Nad?," tanyanya, hati hati.


" Oh ya, kamu pasti adik Nada kan, kalian sangat mirip sudah pasti adiknya, dan kamu pasti Irsyan kan, adiknya bang Aryan." ujarnya, menatap keduanya bergantian.


"Lah...kok bisa kenal bang Aryan juga?"


" Hehe...Bang Aryan itu teman ku, tentu saja aku kenal.Oh ya kenalkan nama ku Alfin." ujarnya, sembari mengulurkan tangannya pada Irsyan dan segera di balas oleh Irsyan.


" Pertanyaan nya kalian mau kemana bersama?," tanya Nada.

__ADS_1


" Bersama? maksud kamu Nad, sudah seharusnya kan suami istri itu bersama kemana mana dan kebetulan kita mau ke rumah bang Aryan." ujar Ayra menjelaskan.


" Suami istri? kalian menikah? kapan? kok aku gak tahu?" tanyanya, bertanya tanya.


" Iya, karena kamu kan memang gak ada kabar dari kita, dan kamu juga menikah tanpa pengetahuan aku, berarti kita impas." sela Ayra memasang wajah cemberutnya.


" Hehe, kamu ketularan somplak Irsyan, Ay..iya iya impas."


***


" Aryan! ish...lepasin gak!,"kesal Dinda saat ia baru saja menuruni anak tangga yang tiba tiba dengan manjanya Aryan memeluknya dari samping dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.


" Bentar," ujarnya, memeramkan matanya.


Tok


Tok...


" Ish Aryan, lepasin.Ada tamu itu;" meski gak suka Aryan pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Adinda berlalu.Sementara ia menggendong baby Faiz dan mengajaknya mengoceh.


" Assalamualaikum..."


" Walaikumsalam..." jawabnya, swraya menoleh pada tamunya.


" Iya, tadi gak sengaja ketemu di jalan." jawab Irsyan seadanya seraya melangkahkan kakinya ke arah Aryan dan segera mengambil baby Faiz dari gendongan Aryan.


" Namanya sapa bang...?," tanyanya, yang kini menciumi pipi dan kening bayi mungil itu.


" Faiz, Ikshan Faiz, abang kamu yang buat nama" Bukan Aryan yang menjawab melainkan Dinda.


" Oh ya, aku buatin minum dulu yah,"Dinda. pun beranjak dari duduknya.


" Gak usah repot repot kak Din, kita bentar kok."


" Gak papah Nad."


Akhirnya Dinda pun berlalu dan tak tahunya Nada mengikutinya dari belakang.


" Gak usah Nad, kamu kan tamu, santai aja kakak bisa sendiri kok."


" Iya kak Din, tapi Nada tetap ngotot membantu nih." ujarnya, Mereka kini membuatkan teh.


" Em...Nad, kok kamu gak undang aku ke acara pernikahan kamu, kenapa?,"tanyanya, menatap Nada.

__ADS_1


" Loh...bukannya bang Aryan sudah bilang ya kak, bang Aryan bilang kak Dinda sibuk ngurusin anak, jadi gak bisa ikut." jujur Nada menjelaskan.


" Hem, Aryan bahkan tidak mengatakannya padaku.Ah ya sudahlah...hem selamat yah." Meski sebenarnya masih bingung Nada membalas senyuman Adinda.


" Lebih mirip ke kak Din dianya kan bang?,"


" Iya, namanya anak cowok ya gitu...kebantakan mirip mamanya.Adeknya Faiz kapan nyusul nih?," tanyanya menatap sang istri.


" Ish...kamu ini." Mereka malah tergelak berdua , lupa dengan keadaan sekarang.


" Hemk...lama amat si Dinda ngambilin minum, serat nih leher gua, et dah..." ujarnya, seraya mengelus elus lehernya.


" Apa sih, gak jelas lu bang!," rungut Irsyan, kemudian melanjutkan cerita cita cita mereka yang ingin segera punya momongan.Irsyan dan Ayra malah asyik dengan dunianya sendiri.


" Lama lama gua geplak juga nih bocah," rungut Aryan membathin.Sementara Al hanya menyimak pembicaraan mereka.


" Jadi tuh, tadi kita mau ke rumah mama kak."


" Oh gitu, bagus dong, kalian kan sudah sah sekarang masa gak kerumah prang tua dulu iya kan?,"


" Makanya itu kak Din, kita gak bisa lama lama, " jawab Nada kembali.


" Gimana?"


" Apanya yang gimana?"tanyanya, menernyitkan keningnya.


" Lu sama Nada?,"


" Hem, soal itu, kita baik baik aja bro, gua heran dah sama lu, lu yang masih punya perasaan kenapa lu yang mau gua nikahin Nada." ujarnya, mengantongi kedua tangannya dan menatap wajah Aryan penuh pertanyaan.


" Hem,udah deh.Gak usah mulai, pokoknya lu baik baik sama Nada, itu udah cukup buat gua,sudah gak memungkinkan jika aku yang ingin balik sama dia.Apalagi sudah ada Gaiz sekarang.Tugas lu ya...mencintai Nada, biar gimana pun sekarang kalian udah nikah dan hal yang wajar jika lu berusaha mencintai Nada, begitu juga dengan gua, gua ajan berusaha melupakan Nada dan mencintai Dinda.


Hem...jangan lu sia sia in Nada yah, gua gak mau dengar lu nyakitin dia." lanjutnya, kemudian menepuk bahu Alfin.


" Kalau lu masih cinta, kenapa bukan lu aja yang jagain dia, kenapa gak lu aja balikan sama dia, aneh lu Ar, lu yang masih cinta lu nyuruh gua buat cinta sama dia. "


" Hal itu sudah gak mungkin Al, dan gua mohon sama lu , berusaha buat cintai Nada!," lanjutnya tersenyum kecil.


" Ck...segininya menjadi bawahan lu Ar, gua merasa kek di permainkan tahu gak.Di paksa nikahi Nada dan sekarang lu paksa gua buat cinta sama dia, huh...udah kelewatan dari perjanjian Ar." kesalnya , bertolak pinggang menatapi wajah Aryan yang terlihat menatap ke arah lain.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah..💕💕

__ADS_1


__ADS_2