HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab. 09 Menyadari Kesalahan


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


"Emangnya...jika gua minta, apa lu mau...?" tanyanya menatap Nada tajam.


" Hem...?" ujarnya tak percaya Aryan akan bicara seperti itu.Kemudian ia tampak berfikir jika harus mengiyakannya apa Aryan akan memperlakukannya dengan baik atau malah sebaliknya dan jika tidak...dia bingung yang jelas Aryan adalah suaminya.


" Hahaha...udah gak usah dibawa serius" ujarnya tergelak saat melihat wajah tegang Nada yang sangat lucu baginya.


" Lu kok hoby bangat bikin jantungan sih...?" rungut Nada pelan tetapi masih bisa didengar oleh lelaki yang berstatus suaminya itu.


" Emangnya gimana tadi jantungnya...? dag dig dug...? atau gimana...?" tanyanya menggoda Nada yang kemudian mendapat geplakan Nada dilengannya.


" Sakit tau...ii kdrt lu, gua aduin papa gua lu..." ujarnya sembari tergelak.


"Ishh lu, kapan lu bisa diajak serius sih...? asal lu ngomong ngasal aja kagak pernah serius." kesal Nada mengerucutkan bibirnya.


" Tapi bikin kangen kan...?" godanya kembali kemudian mencubit pipi chubby gadis itu.


" Ii...Aryan." ujarnya meringis sakit.


" Sory sory...abisnya gua gemas sih." ujarnya sembari mengusap lembut pipi sang gadis.


Mendapatkan perlakuan seperti itu semakin membuat Nada tidak bisa mengatakan jika ia tidak suka dengan Aryan.


Jantungnya bahkan sudah berdegup lebih kencang dari biasanya, hingga tanpa ia sadari ia tengah tersenyum memandangi wajah Aryan yang sangat dekat dengannya.


Sekilas menyadari sang istri tengah tersenyum, Aryan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah gadis itu yang sudah memerah bak kepiting kejepit...haha...salah tulis..kepiting rebus maksudnya.


Hingga didetik berikutnya ia menyambar bibir ranum sang gadis. (Kek gabus nyambar kodok wkwk..)


***


Nada menyentuh bibirnya perlahan, kemudian mengingat kejadian semalam.


" Hum...Aryan Aryan...aneh tapi nyata, kayaknya gua udah mulai terbiasa dengan sikapmu, hehe...aku gak pernah ngira akan ada lelaki sepertimu didunia ini." ujarnya sembari tersenyum memandangi dirinya di bayangan cermin besar yang dihadapannya.


" Lu mau kemana...?" tanyanya pada sang suami yang terlihat rapih sekali.


" Mau sholat jum'at." ujarnya singkat sembari memasang pecinya.


" Sholat...?" tanya Nada mengulanginya takut takut jika ia salah dengar.


" Iya.Apa ada yang salah dengan itu...?" tanyanya menatap sang istri.


" Oh...gak.Enggak kok cuman..." Nada tak melanjutkan ucapannya dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Nada...seburuk buruknya kita, kita masih ada yang sayang...ya itu dia yang menciftakan kita." ujarnya sembari memegangi kedua lengan istrinya.


Nada seakan terpukul oleh ucapan Aryan, Nada sangat tak percaya seorang Aryan bisa berucap sebijak itu.


" Cih...gua bijak amat dah hari ini" ujarnya kemudian tergelak.


" Ya udah pamit yah..." ujarnya kemudian


"Em...hati hati." jawab Nada lirih.


Sebelum pergi Aryan menyempatkan mencium keningnya yang lagi lagi membuat gadis itu melayang.


***


" Dan sungguh Allah tidak menciftakan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya." ujar seorang ustad yang tengah memberi wejangan jum'at diatas mimbar.


***


" Assalamualaikum..." ujarnya sembari membukakan pintu dan tak menemui istrinya disana, ia pun mencari sang istri kekamar namun nihil yang dicari tidak dapat ia temukan.


" Kemana dia...?" tanyanya heran.


" Ah...biar ajalah, palingan pigi keluar bentar" ucapnya seraya merebshkan tubuhnya dikasurnya.


**


" Nad...seberapa susahnya aku, aku gak pernah keberatan kamu tinggal disini.Karena kamu itu sahabat aku...jangan minta maaf lagi yah...aku juga salah terlalu percaya omongan tetangga." jawabnya kemudian memeluk gadis itu.


" Dan jika seandainya itu semua benar adanya , bagaimana Ray...?" tanyanya setelah melepaskan pelukan sahabatnya itu.


" Maksud kamu apa Nad...? ya gak mungkinlah; aku tau kamu orang baik baik kok."


" Enggak Ray...kamu salah menilai aku, aku bukanlah cewek benar.Aku...benar yang orang gosipkan selama ini, aku hanyalah seorang kupu kupu malam pemuas n*fsu lelaki kurang aj*r yang gak pernah tau menahu bagaimana sakitnya menjadi aku." ujarnya lirih menundukkan kepalanya diiringi tangisan pilu.


Rayni tentu saja terkejut ia bahkan tidak bisa berucap apapun.Ia bingung harus berbuat apa sekarang.


Hening


Di sela sela tangisan pilu yang menyayat dari Nada, Rayni pun memeluknya.


" Sabar ya Nad...minta ampun sama Allah...mudah mudahan semia dosa dosa kamu terampuni, Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang Nad.Allah sayang hambanya yang bertaubat dengan taubatan nasuha." ujarnya kemudian sembari menyeka pipi gadis itu, yang telah basah oleh air mata.


***


Nada memikirkan semua ucapan Rayni tadi.Ia bahkan tidak bisa tidur malam ini.

__ADS_1


"Lu udah pulang...? lu darimana tadi....?" tanya Aryan saat ia baru memasuki kamar dan menemui Nada yang sudah terbaring disana.


" Maaf Ar...tadi gua kerumah Ray, karena gua fikir gak ada teman ngobrol juga dan lu masih pergi sholat.Tapi gua...jam 3 tadi udah pulang kok, lah...lu sendiri darimana...?" tanyanya balik.


" Huh...biasa.Cari teman diluar sana" ujarnya tanpa dosa seraya merebahkan tubuhnya dikasur tepatnya disamping Nada.


Di kala Nada tengah ingin berhijrah malah Aryan yang akan semakin menolak kebenaran.


Nada sendiri bingung harus bilang apa...? Bukannya tadi siang ia pergi sholat ...? menunaikan tugasnya sebagai muslim, lalu mengapa malam ini ia bilang pergi ketempat itu lagi...? Bathin Nada bertanya tanya keheranan.


Tak terasa malam semakin larut Nada masih belum bisa menutup matanya.Jika ia mencoba menutup matanya yang pertama terngiang adalah nasehat Rayni tadi siang.


Jam dinding menunjukkan 01.12 gadis itu masih saja terjaga.Matanya masih enggan untuk ditutup dan bayangan Rayni masih enggan untuk menghilang.


Akhirnya gadis itu memutuskan untukpergi berwhudu kemudian ia pun melaksanakan sholat tahajjud.


" Ya Allah....ampuni Nada ya Allah...." lirihnya berlinang air mata bahkan ia tak mampu melanjutkan doanya, ia hanya menangis dan menangis sendu pilu.


Dan mungkin jika ada orang yang melihatnya akan ikut merasakan sakit yang ia rasakan.Nada memegangi dadanya yang terasa penuh dan sesak.


" Ya allah..." lirihnya terus menerus sembari beristiqfar.


Aryan terbangun karena hajat yang sudah tidak bisa ia tahan.


Setelah selesai dari kamar mandi barulah ia tersadar jika Nada sang istri tidak berada ditempat tidur.


" Kemana tuh anak...?" tanyanya bermonolog sendiri.Kemudian keluar kamar mencari Nada , Sontak ia terkesima melihat pemandangan luar biasa yang tak pernah ia temui sebelumnya.


Seorang Nada tengah melantunkan doa yang disertai tangisan pilu di pertengahan malam.


Tanpa ia sadari, bibirnya telah tersenyum bangga.


Kemudian ia pun menghampiri istrinya itu.


" Nad...apa kamu baik baik saja...?"


Tanpa menjawab pertanyaan Aryan, Nada hanya memeluknya.


" Tidak apa...menangislah, keluarin semya unek unek yang menyiksa kamu selama ini." ujarnya sembari mengelus lembut pucuk kepala sang istri.


Siapa yang ngiris bawang sih...?


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕

__ADS_1


__ADS_2