HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab.13 Darah lebih kental daripada Air.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Aryan menghela nafas panjang nan berat sebelum ia memasuki arena rumah sang ayah.


" Assalamualaikum..."


" Walaikumsalam tuan" jawab seorang pembantu rumah tangga di rumah mewah itu.


" Mama ada buk...?" tanyanya sembari menimang kunci mobilnya.


" Ada tuan, silahkan masuk, nyonya lagi ditaman belakang." jawabnya.Aryan pun mengangguk lalu kemudian pergi menemui sang ibu, benar Aryan hanyalah seorang pengecut yang jika ada madalah langsung curhat sama mamanya bahkan ia tidak mampu memberikan ketenangan untuk dirinya sendiri..


" Ma...." ujarnya sembari memeluk sang ibu yang masih duduk santai.


" Kenapa kamu....?" tanyanya setelah melepaskan pelukan anaknya.


" Hem...entahlah ma..." lirihnya


Kalau sudah begini Ayesha sudah dapat menebsk apa yang terjadi dengan puta sulungnya itu.


" Kamu ada masalah sama Nada...?" tanyanya meraih tangan sang anak.Aryan pun terdiam mendapatkan pertanyaan seperti itu kemudian ia pun menggeleng kan kepalanya.


" Terus...?" tanyanya kembali namun Aryan hanya tersenyum kosong.


" Berantam lagi sama Irsyan...? kenapa lagi kalian..?" tanyanya yang dapat anggukan dari putranya itu.


" Dia duluan, "


" Irsyan yang salah...?" tanya Ayesha lagi namun Aryan menggeleng kan kepalanya.


" Hem...jika bukan Irsyan yang salah, berarti kamu yang salah" ujar sang ibu.


" Maafin Aryan ma, tapi...Aryan ingin minta tolong sama mama, mama telpon Irsyan yah...mama semangatin dia." ujarnya sembari membalas mengelus punggung tangan ibunya.


" Nak nak...kamu tau Darah lebih kental daripada air dan begitulah persaudaraan itu, mama tau kamu merasakan sakit yang adik kamu rasakan, sekarang jelaskan sama mama kenapa kalian berantam...?" tanyanya menatap putranya dalam.


" Em...itu...terjadi kesalah fahaman diantara kita, Irsyan sudah menaruh dendam terhadap Aryan.Aryan yang salah, tapi ma Aryan akan mencoba untuk menjelaskannta lagi sama dia." ujarnya


" Iya mama mengerti nak" ujarnya sembari mengusek pucuk kepala sang putra.


***


" Apa tadi malam lu gak hubungi Nada...?" tanyanya pada saat baru sampai di kantor dan menemui Adinda sekretaris nya.


" Udah, tapi gak diangkat.Mskanya aku bawa kamu kerumah, ngomong ngomong...lu udah baikan...?" ujarnya sembari meraih kening lelaki itu dan menempelkan nya pada punggung tangannya.


" Gua gak sakit Dinda"


" Iya, gua tau...kali aja lu demam abis mabuk, lu kenapa sih...? Lu ada masalah...kenapa gak cerita sama gua coba, selama ini gua udah jadi teman lu Ar...masa lu mau diem aja gak mau ngomong sama gua." cerocosnya yang dapat membuat senyum dibibir lelaki itu.


" Dinda...Dinda.." ujarnya sembari tersenyum dan mengusek pucuk kepala sang gadis.

__ADS_1


***


Di perjalanan Nada yang ingin menyusul Aryan ke kantor malah harus terhenti gara gara bertemu lagi dengan Irsyan.


" Irsyan lepasin...!" lirihnya saat Irsyan menarik tangannya.


" Kenapa kamu merahasiakan semuanya sama aku...? Kenapa aku harus taunya dari orang lain Nad, apa selama ini aku ada salah sama kamu...?"


" Iya, benar kamu salah...kamu salah besar sudah mencintai orang seperti aku.Plis Ir...mulai sekarang lupain aku dan jangan pernah muncul di hadapanku.Jika pun iya anggap saja kita tidak pernah saling mengenal..." ujarnya sembari beranjak namun lagi lagi Irsyan menariknya dan menenggelamkan gadis itu dipelukannya.


Sesosok mata yang melihatnya dari jauh kini mengepalkan tinjunya, kemudian ia pun berlalu begitu saja dengan dendam dihatinya.


" Lepaskan Irsyan...!Aku bukan muhrimmu." ujarnya sembari melepaskan diri.


" Tolong hargai Aryan..." lirihnya sebelum benar benar pergi dari sana.


***


Hari demi hari keadaan semakin berubah, Aryan yang dulu hangat kini sudah beku oleh sikap dingin dan arogannya.Sementara Nada terus memperkuat imannya dan terus belajar pada Rayni sahabatnya tentang nilai nilai islam.


Irsyan sendiri kini lebih banyak terdiam dan mengasingkan diri dari orang orang ramai.Bahkan Arkha sahabatnya ikut bingung dibuat sikap Irsyan.


Sebulan berlalu....


Hari ini Irsyan dan Arkha akan menjeguk sang ibu yang tengah terbaring sakit dirumahnya.


Tok


Tok


Irsyan dan Arkha pun masuk kedalam ruangan luas yang disebut sebagai kamar mama Ayesha itu.


Sontak Arkha kaget bukan main adiknya berada disana juga tengah bersama dengan mamanya Irsyan.


" Nada..." ujarnya yang membuat pemilik nama menoleh.


" Bang Arkha...Irsyan...kalian...?"


" Kamu ngapain coba disini...? Abang udah tau dari Irsyan, tapi kenapa kamu disini...?" tanyanya menatap lawan bicaranya itu.


" Dia menantu dirumah ini" ujar papa Zain yang baru menggabungkan diri.


" Menantu...? tapi bukannya Nada dan Irsyan sudah putus...?" tanyanya kembali heran.


" Bukan Irsyan melainkan Aryan, abangnya Irsyan."ujarnya


" Lagian...Irsyan dan Nada kan tidak pernah saling mengenal sebelumnya. " lanjutnya.


" Om salah om, adik saya Nada dan dia Irsyan pernah memiliki hubungan om, apa kalian tidak tau...?" tanyanya menatap Nada dan Zain bergantian.


" Ada apa ini ribut ribut...?" tanya Aryan yang baru menampakkan diri.

__ADS_1


" Oh...ada kamu Ir...ini siapa...? teman kamu...?" tanyanya menatap Arkha.


" Perkenalkan aku Arkha abangnya Nada." Sontak hal itu membuat Aryan terkejut.


" Abang...?" tanyanya menatap Nada dan Arkha bergantian.


" Ya sudah, kita bajas di luar...kasihan mama" ujarnya sembari berlalu lebih dulu Arkha, Irsyan dan Nada pun ikut menyusul.Sementara Zain menjagai istrinya.


" Maksudnya tadi apa...? Kamu punya abang Nad...?"


" Iya Ar, dia bang Arkha abang kandung Nada." lirihnya


" Sekarang jelaskan bagaimana kalian bisa menikah...? Apa papa tau soal ini Nada...?" tanyanya menatap Nada.Nada pun menggeleng kan kepalanya.


" Terus siapa wali nikah kamu...?" tanyanya kembali.


" Maafin Nada bang, tapi Nada gak mungkin pulang ke rumah papa apalagi buat mendapatkan restunya jadi...Nada memakai wali nikah waktu itu."


"Astaqfirulloh halazim...Nada...tau gak kamu, pernikahan kalian itu gak akan sah saat wali kandung kamu masih hidup kamu sudah memakai wali nikah."


" Maafin Nada bang..." ujarnya tertunduk.


" Sekarang ada dua pilihan kalian menikah ulang dengan restu papa atau pilihan kedua kalian harus berpisah." ujarnya menanyai Aryan.


Hening


Mereka menunghu jawaban dari Aryan atas pertanyaan itu.


" Aku memilih yang kedua" Sontak hal itu membuat mereka terkejut.Bukan hanya Nada tapi Irsyan dan Arkha juga dibuat bingung oleh Aryan.


" Ar...apa kamu serius...?"


Aryan bahkan tidak menjawabnya ia hanya mengangguk pelan lalu tersenyum kecut.


" Sekarang sudah jelaskan berarti kita gak ada hubungan apa apa lagi, mama lagi sakit...aku gak mau ada masalah lagi." ujarnya sembari tersenyum kecut lalu berlalu dari sana.


" Irsyan...bagaimana ini...?"


"Maaf Arkha...Maaf Nada..., akan kubicarakan dengan nya kembali." ujarnya


***


Bugh


" Maksudmu apa bang, sudah kau rebut sekarang kau campakkan...? Nada itu wanita baik baik bang...!" bentaknya kesal menatapo wajah sang abang yang sudah terjatuh oleh bogemannya.


" Cih...bahkan darah yang kental bisa mencair karena cinta.Secinta itukah kau padanya.Ya sudah aku lepaskan...bukannya itu hal baik untukmu." ujarnya sembari berdiri.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah

__ADS_1


__ADS_2