HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab. 27 Perpisahan.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


"Aryan! ish Aryan, pindah gak lu," kesal Dinda terus memukul mukul lengan Aryan.


" Dinda,sakit tahu,sini sini gua peluk" ujarnya, menarik Dinda kedekapannya.


" Lu lama lama mesum juga ya Ar,lepasin gak?" kesal Dinda mencubit tangan Aryan yang mendarat di atas perutnya.


" Aw...sakit Dinda!" ujarnya ,setengah berteriak menahan sakit.


" Rasakan! sedap tak! pindah gak lu!" ancam Dinda mengepalkan tinjunya tepat di depan wajah Aryan.


" Uuu...takutt.." ujarnya tertawa geli melihat tingkah Dinda.


Ia pun keluar dari kamar itu,dan tak lupa menutup pintu kamar itu.


" Di kunci Din! Entar gua masuk lagi haha.."


***


" Ya allah...sejahat jahatnya manusia,kayaknya aku yang paling jahat.Maafin aku Nad,aku cuman ingin kamu bahagia..." lirihnya ,sebelum akhirnya dia tertidur.


Pagi harinya,ia masuk ke kamar Dinda .


" Hai...pagi nak,um..kangen." ujarnya ,mengambil Faiz dari box bayi ,kemudian ia mencium dan memeluk bayi itu.


" Ish Aryan! lu benar benar yah...bikin orang jantungan aja," ujarnya ,terkejut setelah memasuki kamarnya dan mendapati Aryan disana.


" Hem...biasa aja kali." ujarnya tanpa dosa.


" Letakin Faiz nya,dia mau susu" pinta Dinda sembari mengambil handuk kecil di lemari baju Faiz.


" Siniin botolnya biar gua yang ngasih" ujarnya ,seadanya.


" Oh.Ya udah,nah" sembari memberikan botol susu Faiz pada Aryan.


" Gua mau mandi dulu," lanjutnya ,setelah Aryan menerima botol susu itu.


" Bau nya kok gini? Basi kali Din,ganti gih." protesnya saat sudah mencium bau susu dalam botol itu.


" Ish..lu,itu asi makanya rada amisnya,kasih aja udah ribet amat lu," rungut Dinda sembari mencari baju gantinya.


" Asi? gimana rasanya? penasaran gua,boleh cicip gak nih?" tanyanya menatap botol susu yang di tangannya.


Plak


Dinda menggeplak punggungnya.


" Gila lu ya,asi gua mau lu minum? bego apa lu?" kesal Dinda .


" Tapi gua penasaran rasanya gimana?," ujarnya ,dan tanpa pikir panjang lagi,saat Dinda lengah ia benar benar mencicipi asi tersebut.


" Uwek..." Aryan segera memuntahkan nya kembali di kamar mandi.


" Astaqfirullohalazim...Aryan lu..."

__ADS_1


" Amis bangat..." ujarnya ,sembari menutup hidungnya.


Sementara Dinda kini terdiam geleng geleng kepala tak percaya.


" Bisa bisanya lu yah.."


" Iya kan,daripada penasaran.Kek gitu rasanya ternyata."


" Gimana? enak?," tanyanya ,menatap Aryan.


" Gak,amis...kok Faiz suka yah? ih.."


" Aneh lu Ar.." ujarnya ,sembari berlalu ke kamar mandi.


Sementara Aryan kini memomong baby Faiz kembali.


***


" Lu mau kemana?," tanyanya ,saat melihat Dinda yang sudah rapih dan juga membawa kopernya.


" Hem...seperti yang gua bilang tadi malam,gua akan pergi sama Faiz Ar,"


" Maksud lu?;" tanyanya mengkerut kan keningnya.


" Gua akan tetap pergi Ar,dan gua harap lu balikan sama Nada,gua gak mau terus terusan menjadi beban hidup lu Ar."


" Iya.tapi lu mau kemana Din?,"


" Nih,lihat Wa nya, Andre udah nungguin gua,dan gua akan pergi hari ini juga." ujarnya ,sembari memberikan hanphone nya pada Aryan.


" Harus yakin Ar,semua orang itu ada salah dan khilaf nya Ar,dan gua yakin,Andre sudah menyadari kesalahan nya jadi,apa salahnya gua coba untuk memberikan dia kesempatan kedua.Dan untuk menjelaskan ke mama dan mama Ayesha gua yang akan turun tangan sendiri,lu cuma gua minta jelasin sama Nada iya."


"Hem...jika berat,gua yang akan jelasin ke Nada juga," lanjutnya.


" Gak usah Dinda,gak ada yang perlu di jelasin juga.Nih hp lu" memberikan benda pipih itu ke tangan Dinda.


" Gua gak yakin Andre bisa berubah,tapi itu terserah lu juga sih,gua minta tolong kalau lu ada apa apa ,langsung hubungi gua yah,dan tolong...jagain Faiz dengan baik,jangan karena lu udah baikan sama Andre, lu lupa menjaga Faiz."


" Tenang aja,pasti gua jagain...makasih ya lu udah menjadi papa yang baik buat Faiz." ujarnya,kemudian memeluk Aryan.


" Em,hati hati,ingat loh...kalau ada apa apa telpon gua."


Dinda melepaskan pelukannya.


" Oke bos, gak cium anaknya dulu nih,sebelum gua bawa." ujarnya ,saat melihat Aryan menjauhi dan membelakanginya.


" Lu ngapa dah,Aryan...?, astaqfirulloh...lu nangis?, cengeng lu Ar," ejeknya melihat sudut mata Aryan yang sudah basah oleh air mata.


Tanpa menjawab pertanyaan itu,Aryan memeluk nya kembali.


" Gua gak punya teman berdebat lagi,hati hati yah...gua pasti akan kangen sama lu dan Faiz." lirihnya sendu.


" Ck...lu apaan si,kan gua jadi nangis kampret." ujarnya ,mengelap air matanya setelah melepaskan pelukan nya.


" Katanya lebih sakit perkenalan daripada perpisahan ya Din,tapi kok nyesak yah?"

__ADS_1


" Udah ah,jangan lebay,ntar juga gua akan sering sering telepon lu,dan gua mau lu bawa Nada kembali kesini ya."


Aryan menngangguk,ia menciumi pipi dan kening bayi mungil itu. " Papa akan selalu merindukan kan mu nak..baik baik yah..jangan nakal sama mama kamu" pesannya lirih di kecupan terakhirnya.


" Ingat loh Din...telepon gua!" peringatnya saat Dinda sudah berada di dalam mobil taxi.


" Iya, bawel lu ah..udah sono masuk..."


" Yakin gak gua antar?" tanyanya lagi menatap Dinda.


" Enggak,udah deh tenang aja...udah masuk sana,dadah..." ujarnya ,sembari melambaikan tangannya.Kemudian mobil itu pun melaju.


Barulah Aryan membalas lambaian tangan itu.


" Maafin gua Ar,gua harus bohong .Kalau gak dengan cara ini,lu gak akan bisa membawa Nada kembali ,dan maaf sudah menyusahkan mu." Lirihnya,kemudian menghela nafas panjang nan berat.


***


" Maaf, apa betul ini rumah nya Nada?"


" Benar mbak,mbak ini..istrinya bang Aryan kan? masuk dulu mbak." ujarnya ,mempersilahkan tamunya masuk.


" Nada belum pulang mbak,dia masih ngajar.Ada perlu apa ya mbak?" tanyanya ,memperhatikan wajah Dinda.


" Apa biasanya Nada akan pulang kesini?" tanyanya balik.


" Biasanya mbak,dia selalu kesini kok."


" Bagaimana dengan Alfin suami Nada?"


" Aduh...soal itu..baik Nada yang menjelaskan mbak,soalnta itu bukan urusan saya mbak." jawabnya sedikit canggung.


"Assalamualaikum..."


" Nah tuh,kebetulan datang orangnya,walaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh...." ujarnya ,sembari membuka kan pintu untuk Nada.


" Ada tamu ya Ray?" tanyanya menatap sahabatnya itu.Rayni pun membalasnya dengan anggukan.


" Hem...siapa?"


" Itu..."


" Kak Dinda? " Nada pun segera menghampiri Adinda di sofa ruang tamu mereka.


" Halo nak,apa kabar?" tanyanya ,saat mencium pipi baby Faiz.


" Baik,Alhamdulillah Nad.Maksud kedatangan kak kesini..."


" Ada apa kak?" tanyanya menatap lawan bicaranya. sembari duduk disamping Dinda.


" Kakak ingin kamu kembali sama Aryan"


" Hah? maksud kak Dinda apa?"


Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕


__ADS_2