HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab.08 Ultah Aryan.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Semua tamu undangan terlihat asyik dengan permainan musik yang sangat merdu.


Malam ini perayaan ultah Aryan yang ke 28 tahun dimana, malam ini juga malam penyerahan wasiat yang telah papa Zain janjikan.


" Selamat ultah ya Aryan..." ujar seorang gadis sembari memeluk Aryan kemudian memberikan kado buat Aryan.


" Makasih...lain kali kasih gua kado yang gede ya" ujarnya kemudian tergelak yang mendapat cubitan dari gadis itu diperutnya.


" Rasa...sakit kan, gak tau syukur sih lu." ujarnya kemudian tergelak diatas sakitnya Aryan.


" Oh ya...bini lu mana...? kenalin ke gua napa...?" ujarnya sembari celingukan mencari cari siapakah gerangan yang sudah diperistri bos buaya nya ini.


" Segitu amat penisirinnya."


" Ah...lu, kek bocah.Kapan lu dewasanya sih...? ingat Aryan...umur lu udah 28 bentar lagi udah ubanan." ujarnya sembari menepuk pipi Aryan geram.


" Ishh...lu kata, gua akik akik." ujarnya yang kemudian membuat mereka berdua tergelak, sampai pada gadis lain menghampiri mereka yang membuat mereka terdiam.


" Wau...Nada cantik bangat hari ini." lirihnya pelan yang masih bisa didengar gadis didekatnya.


" Oh...itu bini lo." ujarnya kemudian menghampiri sang gadis.


" Halo..."


" Iya, halo..." jawab Nada seadanya.


" Nama gue Adinda, teman suami lu." ujarnya sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya yang segera dibalas oleh gadis itu.


" Nada.Salam kenal yah kak" jawabnya.


Setelah perkenalan singkat itu.Nada maupun Aryan harus berada di pelaminan yang sudah tersedia.


Seperti keinginan sang ayah, malam ini adalah acara ultah Aryan dan resepsi pernikahan mereka.


Para tamu undangan pun menyalami mereka satu persatu hingga selesai.


***


" Aryan...mulai hari ini papa percayakan seluruhnya sama kamu, papa harap kamu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk semua anggotamu dan sebagai kepala rumah tangga papa harap...kamu merubah segala sikap buruk kamu." nasehat sang ayah panjang lebar namun hanya dapat anggukan kecil dari Aryan.


" Dengarin tuh papa kamu ngomong." sela sang mama menyenggol lengan putranya.


" Iya ma, didengarin kok.Tenang e..." jawabnya santai seakan tak ada masalah.


" Apa Aryan selalu bersikap seperti ini ma...?" tanya Nada setengah berbisik di telinga Ayesha.


" Iya.Dia selalu saja kekanakan..." ujarnya berbisik juga.

__ADS_1


Nada pun tersenyum mendengarnya, ia tidak mengira lelaki gagah seperti Aryan yang sudah berumur masih saja punya kelakuan bocah.


Jauh hal nya dengan dia yang masih berumur belia yang sudah berpikir dewasa.Dewasa atau dipaksa dewasa...?


Akhirnya Zain sang ayah pun mengakhiri acara dengan pelukan hangat pada putranya itu.


" Pa, apa Irsyan gak datang....?" tanyanya pada sang ayah setelah melepaskan pelukan ayahnya.


" Tidak Aryan...adek kamu itu,kan rajin sekali bekerja jadi, dapat papa pastikan saat ini ia pasti tengah menangani pasiennya.Gak papa kan gak ada Irsyan, lagian...papa lihat kalian sering berantem." ujarnya


" Yalah....sering berantem,namanya juga sodara ya gitu.Semua orang pasti ngalamin kali pa." jawabnya seadanya.


Akhirnya merekapun pamit pulang untuk beristirahat kerumah mereka.


Saat diperjalanan hening, tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara.Tak berselang lama mereka pun sampai kerumah.


Nada segera turun dari mobil dan segera beranjak ke kamarnya.Sementara Aryan memilih untuk berdiam diri sebentar di ruang tamu.


Setelah merasa bosan ia pun memasuki kamar untuk menemui Nada.


" Nad..."


" Em..." ujarnya sembari menoleh pada suaminya yang baru saja memasuki kamar.


" Lihatin apaan sih...?" tanyanya yang melihat Nada berdiri menatapi keluar jendela.


" Gak ada.Kenapa tadi...?" tanyanya sembari mendudukkan diri di kasurnya.


" Oh...ya udah, baring sini." ujarnya seadanya sembari menepuk kasur.Meski sebenarnya ragu Aryan pun membaringkan badannya di kasur itu dengan keadaan telungkup.


" Sakit bangat badan gua semua...remuk rasanya.Capek.." lirihnya


" Iya. Udah tua ya gitu, udah buka bajumu." ujar Nada yang dapat tatapan tajam dari Aryan.


"Apa...? mau dipijit kan...?" tanyanya mengendikkan dagunya.Aryan pun segera membuka kaosnya kemudian telungkup kembali.


Nada pun segera memijiti punggung suaminya.


" Nad...."


" Apa...?"


" Pijitin plus plus yah..." Nada pun menggeplak lengannya.


" Hihi...gak usah marah lagi, gua bercanda." ujarnya sembari tersenyum nakal.


Kemudian hening.


" Umur gua baru 28 loh...enak benar lu ngomong gua udah tua, emang gua setua apa ..?" tanyanya membuka suara sambil memeramkan matanya.

__ADS_1


" Em...itu namanya kamu menolak tua" singkatnya yang masih memijiti Aryan.


" Umurmu udah berapa Nad...?"


" 19" singkatnya yang enggan berbicara banyak pada Aryan.


" Cuek amat dah...ngomong ngomong...lu kenapa sih bisa kenal mucik*r* seperti tante Imer...?"


Dapat pertanyaan itu Nada menghentikan pergerakan nya.Aryan yang menyadari hal itu pun segera meminta maaf.


" Maaf...gua gak maksud lagi." ujarnya sembari menatap Nada yang sudah tertunduk.


" Em...gak papa.Udah lu diem aja, biar gua pijatin" suruhnya kemudian yang diiyakan oleh Aryan.


Nada kembali memijitinya tapi...


" Iis...sentuhan Nada kok makin aneh rasanya" rungutnya membathin.Nada yang masih pokus tidak tau menahu jika Aryan yang dipijitinnya sudah mengalami rasa sesuatu.


Sesuatu yang aneh dengan setiap sentuhan yang Nada berikan.Sampai pada akhirnya...


" Udah, gua ke kamar mandi " ujarnya mengawaskan tangan gadis itu dari badannya dan segera lari terbirit ke kamar mandi yang masih di dalam kamar itu.


" Kenapa sih dia...? aneh bangat " tanyanya pada dirinya sendiri menatap aneh pada Aryan.


" Iss...lu ngapain pake bangun sih...?Bodo, bodo.Bisa bisanya sentuhan Nada bikin lu bangun...sekarang ape.Paksa dah gua maen solo " rungutnya kemudian meraih hp nya dari saku celananya dan menonton flim 21 ++.


" Ahk..." ujarnya lega setelah permainannya selesai.


" Ar...lu ngapain dikamar mandi sih...? lama benar dah...buru ..gua kebelet pip*s" teriaknya dibalik pintu.


" Sst...ganggu aja lu, gak tau apa orang lagi asyik juga." rungutnya pelan sehingga Nada tidak dapat mendengarnya.


" Lu ngapain sih...? lama benar..?" tanya Nada saat Aryan telah membuka pintu kamar mandi tersebut, bukannya menjawab ia hanya tersenyum manis bak orang gil* tanpa ada alasan yang jelas bisa membuatnya tertawa.


Nada menggeleng geleng kan kepalanya dan segera masuk ke kamar mandi.


" Hem..." lirihnya saat bercermin di cermin besar yang ada didalam kamar mandi tersebut yang ia sendiri gak tau pungsinya apa.Tiba tiba atensinya beralih kesebuah benda pipih yang masih nyala disana.


" Oh...em.Jadi gegara ini lu dari tadi disini.Em...dasar lelaki mes*m , apa kehidupan kalian itu cuma hanya n* fs* doang...?" lirihnya kemudian menggeleng.


" Nih...hp lu." ujarnya memberikan benda pipih itu pada pemiliknya.


" Lu..."


" Serah sih, gak ada masalahnya sama gua." singkatnya.


" Emangnya...jika gua minta, apa kamu mau...?" tanyanya menatap Nada tajam.


Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕


__ADS_2