HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab.12 Perubahan sikap Aryan


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


" Apa kau belum ngerti juga, Nada istriku dan...jangan pernah menemuinya lagi." ujarnya menekankan kata katanya.


" Bang Aryan egois...abang tega, salah aku apa bang...?"


" Jika seorang gadis masih menyimpan rahasia dari kekasihnya itu berarti dia tidak serius mencintaimu, dengar Ir...Nada punya rahasia besar yang tak kau ketahui dan aku mengetahui itu.Sudah jelaskan...Nada tidak mencintaimu." ujarnya sembari membalikkan badannya inhin beranjak dari sana.


" Lupakan Nada, kau gak boleh mengingat ngingat masa lalu...akan terus aku katakan dia istriku, berarti dia iparmu pahami itu...!" ujarnya kemudian sebelum beranjak namun lagi lagi langkahnya harus terhenti saat Irsyan mencegahnya.


Bugh...


Bogeman mentah mendarat di pipi tampan itu dan berhasil membuat nya jatuh tersungkur karena tidak punya persiapan sebelumnya.


" Aku udah cukup sabar bang...!Aku...tetap akan mencintainya dan abang gak berhak mengatur ngatur hidupku." ujarnya sembari menatapi abangnya yang meringis kesakitan.


" Karena wanita itu...Irsyan...! kau sadar gak aku ini abangmu, dimana ot*k kamu Ir...wanita yang kau bilang kau cintai itu, yang kau bela itu rela kau menonjokku gara gara dia, dia hanyalah wanita mal*m gak lebih dari itu.Sudah bagus ku bawa dia dari sana begini kah balasan mu.Pikir Ir...pantes gak kau ginikan aku karenanya...?" ujarnya yang sudah tersulut emosi saat sudah berdiri kembali.


" Maksud mu apa dengan wanita mal*m...?" tanyanya lirih...


Aryan tersadar ucapannya telah melewati batas sampai sudah membuka aib istrinya sendiri


." Aa...i itu.." ujarnya tergagap meraij bibirnya.


" Katakan maksud bang Aryan apa...? " tanya Irsyan kembali namun, Aryan enggan untuk menatapnya karena sudah terlanjur keceplosan.


" Jawab bang...!" bentaknya yang membuat Aryan menghela nafas panjang nan berat.


" Maaf...aku salah ngomong tadi,itu sama sekali gak benar.." ujarnya sembari menyugar rambutnya.


" Bang, kau gak mungkin membohongi ku lagi kan...? katakan yang sejujurnya bang, apa rahasia Nada terhadapku...?" ujarnya mulai lembut.


" Huh...sebagai kekasihnya harusnya kamu sudah tau soal ini sejak lama, tapi entahlah kenapa kamu bisa gak tau, benar Nada pernah menjadi wanita bayaran tapi itu dulu sebelum aku membawanya dari sana.Em...aku harap kamu jangan menemuinya lagi Ir...jaga sikap kamu." ujarnya menjelaskan kemudian pamit pada adiknya itu.


Sementara Aryan berlalu, Irsyan merasakan sakit luar biasa yang tak terjabarkan.Ia bahkan tidak pernah tau masa lalu seperti apa yang Nada jalani.


Bagai tak bertulang tubuhnya sudah lemas lunglai, ia pun akhirnya menangis disana.


***


Aryan masuk kedalam kamarnya dan masih mendapati Nada yang masih enggan untuk berhenti dari tangisnya.

__ADS_1


Aryan menyugar rambutnya berkali kali kemudian mencengkeram tangannya kuat kuat.


Tak tahan melihat sikap istrinya yang masih menangisi sang mantan, akhirnya ia pun pergi meninggalkan gadis itu seorang diri.


***


" Sudahlah...kamu sudah minum banyak Ar...sadar...!" bentaknya pada Aryan yang sudah mabuk.


" Apa...jangan halangi aku, dasar wanita murah*n...cih...bisa bisanya aku sayang sama kamu.." racaunya yang sudah tidak jelas artinya tapi Dinda memahami semua itu tertuju pada Nada istrinya Aryan.


" Udahlah Ar...!" bentaknya kembali sembari merebut botol minuman haram itu.Kemudian ia pun memapah Aryan keluar dari sana dan membawanya masuk kedalam mobil.


" Irsyan...br*ngs*k kau...!" racau nya lagi.


Adinda benar benar bingung harus membawa Aryan kemana, mana dia gak tau alamat rumah Aryan kecuali rumah orang tua Aryan dan hal itu tidak mungkin ia lakukan.Bisa bisa Aryan akan dapat makian dari papanya saat mengetahui dirinya mabuk mabukan.


Setelah cukup lama berfikir Adinda, pun memapahnya ke dalam rumahnya.Rumah minimalis yang hanya ia tinggali seorang diri.


" Aa..." racaunya kembali saat sudah terletak di atas kasur milik Adinda.


" Aku harus gimana...? apa aku telpon Nada...?" tanyanya menatap Aryan yang masih meracau gak jelas.


Tut....


Tut...


Ia pun menghampiri dan menatap wajah tampan milik Aryan, sembari mengelus pipi itu.


" Sabar Aryan...berapa besar pun masalahmu harusnya bukan ini jalan keluarnya...kenapa kamu seperti ini...? Jika terus begini aku ikut sakit melihatnya Ar...aku gak bisa lihat keadaan kamu yang kek gini.." ujarnya sedih yang sudah meneteskan air matanya.


Setelahnya ia mencium kening Aryan, kemudian ia pun keluar dari kamar itu.


***


Nada terbangun dari tidurnya dan tersadar jika Aryan suaminya tidak berada disampingnya.Ia pun mulai panik khawatir tiba tiba.


" Ya allah...jam berapa ini...? kemana kamu Ar...?" ujarnya sembari meraih hp nya dan melihat notif panggilan tak terjawab dari Adinda yang sudah 6 kali.


" Adinda...? apa Aryan bersamanya...?" tanyanya bermonolog sendiri.


Ia bahkan tidak menyadari saat Aryan masuk kamar tadi, sehingga sekarang timbul pertanyaan pertanyaan kenapa Aryan pergi gak bilang bilang? dan mengapa Aryan belum pulang tengah malam begini...?

__ADS_1


Karena khawatir ia akhirnya tetap menghubungi no Adinda meski sudah tengah malam.Namun...sepertinya Dinda tengah pulas sekarang.Ia pun mencoba menghubungi no Aryan namun hasilnya sama saja, tidak ada jawaban.


***


Paginya.


" Ar...kemana kamu tadi malam...?" tanyanya saat Aryan baru saja memasuki rumah.


" Apa urusannya denganmu...?" ujarnya sembari berlalu tanpa menoleh sedikitpun.


" Ada apa dengannya...? apa aku salah bicara...?" tanyanya menatap heran.


" Aryan...apa aku ada salah sama kamu...?" tanyanya lagi saat mereka sudah berada di kamar.


" Apa kamu tidak menyadarinya...?" tanyanya balik tanpa menoleh ia hanya pokus membuka kaosnya di depan cermin besar itu.


" Tapi salah aku apa Ar...? aku minta maaf..." lirihnya sedih.


" Huh...minta maaf bukanlah jalan satu satunya, tinggalkan aku, aku mau ganti pakaian." ujarnya sembari memeriksa wajahnya bekas bogeman Irsyan.


" Ar...aku benar benar minta masf jika aku ada salah...tapi kamu jangan cuekin aku." ujarnya sembari meraih tangan Aryan namun segera ditepiskan olehnya dengan kasar.


" Gak usah sentuh aku...!" bentaknya yang otomatis membuat gadis itu terdiam.


" Keluar...." lirihnya namun gadis itu masih diam di tempat.


" Keluar Nada...!" bentaknya yang kembali membuat Nada terdiam, meski tak percaya ia pun segera keluar sebelum Aryan membentaknya untuk ketiga kalinya.


Sakit, perih sesak dihatinya yang sudah tidak bisa ia sembunyikan.Akhirnya air benung itupun terjatuh dengan derasnya membasahi pipinya.


" Salah aku apa Ar...? apa gak bisa kamu ngomong baik baik...?" lirihnya sembari mengusap dadanya yang terasa panas oleh sakit yang ia rasakan.


***


" Kamu mau kemana...?" tanyanya saat melihat Aryan hendak pergi dengan pakaian yang sudah rapih sekali.


" Bukan urusan mu" ujarnya sembari berlalu dari sana tanpa menoleh sedikitpun.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah 💟💟

__ADS_1


Ada yang pernah mengalami???


__ADS_2