HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrah ku bab.28 Sebuah Fakta.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


" Iya Nad,aku ingin kamu balikan sama Aryan,Aryan itu cinta sama kamu bagaimana kamu mencintai dia,Faiz...dia bukan anak Aryan,aku yang sudah memilih jalan hidupku Nad,Faiz itu anak Andre,dan..."


" Kalian tidak pernah menikah sebelum nya,iya kan kak?"


Sintak Dinda terkejut,bagaimana bisa Nada mengetahui hal itu sebelum dia jelaskan.


" Nada sudah tahu kak,waktu di rumah sakit kemaren."


Flash back on


" Apa dok? mereka bukan suami istri?"tanyanya heran menatap dokter yang akan menangani Dinda.


" Benar mbak,dari data yang kami terima begitu," lanjut dokter itu.


" Kami mohon mbak segera meminta tanda tangan keluarganya ,takutnya air ketubannya pecah duluan."


" Bagaimana dengan tanda tangan saya dok ,saya akan terima segala resikonya nanti."


" Baiklah,mari ikut saya."


Meski masih bingung Nada ,tetap mengikuti langkah dokter itu.


Flash back off.


" Nada sudah tahu dari awal kak."


" Terus,kenapa kamu diam saja?dan bagaimana dengan Alfin?"


Nada menghela nafas nya ,kemudian ia membuka cadarnya dan tersenyum menatap Dinda.


" Bang Alfin menikahi Nada atas dasar suruhan dari bang Aryan,Nada tahu itu dan atas kemauan bang Aryan sendiri makanya,Bang Alfin menyuruh Nada untuk tetap diam dan mengikuti semua kemauan bang Aryan.


Hem...aneh memang,tapi pernikahan Nada dan bang Alfin itu hanya pernikahan palsu kak,pernikahan muhallil yang tak pernah halal dalam agama kita.


Dan orang tua dari bang Alfin,ikut berperan dalam hal ini.Maaf kak Nada sudah membuat drama tapi ini Nada lakukan atas keinginan bang Aryan sendiri,dan pertanyaan nya bang Aryan itu gak tulus mencintai Nada.


Mungkin dia hanya merasa bersalah pada Nada atas yang sudah terjadi kemaren kemaren.itu saja kak..maafin Nada dan Nafa mohon kak Dinda jangan cerita ini pada bang Aryan." ujarnya menjelaskan detailnya.


Sementara Dinda dan Rayni hanya bisa diam menyimaknya.


" Hem...kenapa kalian begitu egois? jika kalian saling mencintai ?kenapa kalian harus membentengi diri dengan ego? gak kamu,gak Aryan,kalian sama aja. Terus mau kalian kedepannya bagaimana?"


Nada terdiam mendapatkan pertanyaan seperti itu.


" Aku akan lanjutkan kehidupan ku di Istambul ,dan aku mohon Nad...buka hati kamu kembali untuk Aryan,begitu juga Aryan aku sudah bilang sama dia untuk membuang ego nya itu.


Nad,cinta itu butuh kepastian bukan butuh drama kek apa yang kalian buat.Aku percaya kamu dan Aryan akan bahagia andai kalian membuang ego kalian masing masing.

__ADS_1


Aku kesini hanya untuk ini Nad,aku pamit...mudah mudahan Allah mudahkan hubungan kalian..begitu juga aku dan Andre nantinya." ujarnya ,sembari berdiri yang diikuti oleh Nada.


Dinda pun memeluknya.


" Makasih doanya kak,hati hati ya kak.."


****


" Saran gua lu temui Nada Ar,minta maaf dan lu ngomong sama dia semia kesalahan yang pernah lu biat ke dia.Dan minta dia baik baik ke orang tua nya,nikahin Nada Ar."


" Lu mah enak ngomong doang,gua takut Nada akan membenci gua kalau tahu gua orang yang paling dia benci di dunia ini" jawab Aryan di balik telepon sembari merebahkan tubuhnya di sofa.


" Belum lu coba kan,makanya belum tahu...apa perlu gua yang ngomong ke Nada."


" Enggak,enggak masalah ini masa lu juga yang bantuin gua.Enggak,biar gua sendiri." sela Aryan.


" Gak yakin gua...udah bentar gua telepon Nada." ujarnya sembari menutup panggilan.


" Dinda! ish...nih anak yah.." rungutnya kesal.


" Assalamualaikum Nad..."


" Walaikumsalam kak Din,apa kabar?"


" Alhamdulillah Nad,baik.Em..tho the point ya Nad,kakak dapat pesan dari Aryan,dia ingin menemui kamu,tapi berdua doang iya?"


" Sudah temui aja.Nanti kamu juga akan tahu."


***


" Sudah lama nunggu?" tanyanya ,menatap Nada saat ia baru saja sampai di sebuah cafe.


" Enggak kok,baru sampe.Ada apa ya bang?"


" Ck...kamu ini,huh..." lirihnya sembari duduk di depan Nada yang di batasi meja.


" Kamu benaran sendirian? " Nada pun membalasnya dengan anggukan.


" Emang Alfin gak marah kamu nemuin aku kek gini?," tanyanya lagi.


" Tho the point bang,sebenarnya apa yang mau kamu ngomongin sama Nada." jawab Nada tanpa basa basi.


Aryan pun menghela nafas panjang nan berat.


" Em...itu.Em...aku gak tahu mau ngomong apa,Dinda yang resek pake acara temuin aku dan kamu kek gini."


" Hem...yang jujur aja kali bang Ar,bang Aryan mau ngomong apa sama Nada?," tanya ulang Nada menatap Aryan.


" Hem...soal...gua yang ...sebenarnya gua adalah orang yang telah merusak semua kebahagiaan kamu Nad.Aku minta maaf..." lirihnya dengan rasa bersalahnya.

__ADS_1


" Oh...soal itu, Nada sudah tahu dari kak Dinda,dan maaf Nada belum bisa melupakan hal itu.Maafkan Nada bang Ar..." ujarnya ,sembari berdiri dan pergi meninggalkan Aryan disana.


" Dinda...kalau lu udah ngomong ,kenapa lu nyuruh gua ngomong,kan jadi rumit lagi masalahnya." lirihnya.


****


Waktu terus berputar setiap harinya. Aryan terus berusaha meminta maaf pada Nada sampai pada akhirnya Nada memaafkannya.


1 Tahun kemudian....


Nada dan Aryan resmi menikah,Sah sebagai suami istri baik itu agama dan negara.


Aryan benar benar mengikuti pesan dari Dinda.Sementara Dinda sendiri kini sudah bahagia menjalani hari harinya berdua dengan Faiz sang anak.


" Makasih ya Nad..." ujarnya ,setelah membuka cadar Nada.


" Em...soal apa bang?" tanyanya menatap Aryan yang kini menjadi imam nya.


" Soal semuanya,aku minta maaf dan aku berterimakasih kamu sudah ada disini bersamaku,dan mau menikah dengan ku." ujarnya sembari mengelus rambut Nada.


Nada tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu.


" Kita sholat dulu yuk bang," jawabnya kemudian ,ia pun berdiri dan menarik tangan Aryan.


Akhirnya Nada dan Aryan pun sholat isya berjemaah di dalam kamar mereka.Setelahnya Aryan terlebih dulu berdiri dan berjalan menuju kasurnya.


Nada terdiam sejenak menatapi wajah Aryan yang terlihat menatapi sejak tadi.


" Em....anu.Sini..." ujarnya ,sembari menarik tangan Nada dan membawanya ke dekapannya.


Nada diam diam memperhatikan wajah suaminya dari jarak sedekat ini,ia bahkan tersipu malu berada dalam dekapan sang suami.


" Kamu kenapa senyam senyum sendiri Nad?, baru nyadar aku ganteng?,"tanyanya menyerigai.


" Hah?,em..," semakin malu Nada di buatnya saat Aryan sadar ia tengah memperhatikan wajah suaminya itu.


" Bang Ar...ada yang mau Nada omongin..." ujarnya ,mendongak menatap wajah suaminya.


" Apa sayang?," jawab Aryan seadanya seraya menatap wajah istrinya.


" Huh..." Nada menghela nafas panjang nan berat sembari ia duduk disamping Aryan.


" Maafin Nada bang Ar,Nada gak akan bisa menjadi istri yang kamu idamkan," lirihnya sendu ,sembari duduk disamping Aryan.


" Kamu ngomong apa sih ?," jawab Aryan seadanya seraya memeluk Nada dari belakang.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah 💕

__ADS_1


__ADS_2