HIJRAH KU

HIJRAH KU
Bab.36 Hijrahku


__ADS_3

...🕊Happy Reading🕊...


" Assalamualaikum..." ucap Aryan dan Faiz bersamaan,


" Walaikumsalam," jawab Nada segera menyambut keduanya.


" Ya allah nak, pagi pagi udah makan ice cream,"ucap Nada yang melihat Faiz dengan santainya memakan ice creamnya.


" Nanti mama kamu marah loh..., " lanjut Nada, tapi Faiz hanya menatap Aryan saja.


" Kata papa, papa udah tangung jawab Bun..," ucap Faiz yang sudah celemotan dengan ice cream di wajahnya.


" Papa kamu ini memang yah..., ayok Bunda bersihkan celemotnya," ucap Nada membawa Faiz ke kamar mandi, Nada pun membersihkan bekas ice cream dari wajah mungil Faiz dan kemudian Nada pun mengelapnya dengan handuk.


" Bunda...tadi hidung papa...,"


" Abang Iz...," ucap Aryan memotong ucapan Faiz, ia takut jika Faiz mengatakannya pada Nada.


" Ih papa bikin ketaget saja," ucap Faiz mengusap dadanya tapi justru membuat Aryan dan Nada tertawa.


" Terkaget sayang...," ucap Nada sembari mengelus rambut Faiz dan kembali mengelap tangan Faiz, setelah selesai Nada meraih kedua tangan mungil itu." Hidung papanya kenapa tadi sayang?," tanya Nada menatapi wajah Faiz.


" Hem...kenapa ya?," ucap Faiz nampak berpikir, ia menaruh tangannya di jidatnya seakan tengah berpikir keras tentang ini yang lagi lagi membuat Nada dan Aryan tak bisa menahan tawanya.


" Ish...Bunda, papa ...jangan teltawa telus kenapa?, Abang kan jadi lupa...," ucap Faiz yang begitu menggemaskan bagi Aryan dan Nada.


"Haduh, kecil kecil pikun Bang...," ucap Aryan seraya menggelitiki perut Faiz, tentu saja Faiz jadi tertawa terbahak bahak dan melupakan soal darah tadi.


***


" Emang tadi hidung Abang kenapa?," tanya Nada saat mereka hanya berdua di taman.


" Hem, masih kepikiran?, hehe biasa tadi Faiz nyuapkan ice cream tapi dengan sengaja dia taruh ke hidung Abang." ucap Aryan berbohong menutupi pakta yang sebenarnya.

__ADS_1


" Oh...,Nada kira apa tadi," ucap Nada membelai lembut rambut Aryan yang sudah mulai memanjang dan seketika ia terkejut mendapati rambut Aryan begitu banyak rontok, tapi itu hanya sekilas, ia segera tersenyum kembali saat Aryan membuka matanya.


" Abang, pangkas lah Bang, rambut Abang sudah mulai panjang ini," ucap Nada, alih alih agar mereka tak diam saja.


" Nantilah dek," singkat Aryan.


" Hem, yang pengantin baru disini rupanya, seisi tumah dicariin baru jumpa disini." ucap Dinda sembari meletakkan cemilan diatas meja.


" Ngapain lu cariin gua?," tanya Aryan masih di pangkuan sang istri.


" Aku mau ngomong serius sama kamu Ar, aku mau minta tolong sama kamu," ucap Dinda, Aryan mengernyit bingung kemudian ia pun segera duduk.


" Minta tolong soal apa?,"


" Kamu mau gak temuin Andre , terus minta tanda tangan dia, aku mau sekolahkan Faiz,tapi karena Faiz belum ada akte kelahiran jadi di gak diterima disana," ucap Dinda panjang lebar menjelaskan.


" Loh...bukannya udah sekolah dia ya?," tanya Aryan yang segera dapat gelengan kepala dari Dinda.


" Pake tanda tangan gua emang gak bisa?, malas gua ketemu Andre soalnya, bawaannya pengen marah terus." jawab Aryan lagi, kemudian mencomot cemilan diatas meja itu.


" Bisanya sih bisa, cuman kan Faiz bukan anak kandung kamu Aryan,"


" Biarin, yang penting kan cuman data doang, lagian Faiz udah kek anak aku sendiri kok." lanjut Aryan kemudian berbaring kembali dan meraih tangan sang istri untuk memijit kepalanya.


" Eh Din, ambilkan gua minum, lu kasih makanan gak ada minumnya keselek nih gua...," ucap Aryan seraya mengelus tenggorokannya yang sudah terasa kering.


" Enak aja, nyuruh orang tanpa kata tolong," ucap Dinda ketus seraya berlalu dari sana, Nada justru tertawa dibuatnya.


" Mau Nada ambilkan minumnya Bang," ucap Nada kemudian.


" Gak usah, tadi biar dia cepat pergi aja, ngeganggu soalnya." ucap Aryan kemudian mencium pipi Nada istrinya.


****

__ADS_1


" Bang, kok tiba- tiba aku kepengen makan gulali ya?," tanya Nada heran pada dirinya sendiri yang tiba- tiba pengen makanan manis itu di malam hari ini.


" Hah?,gulali?,"sontak Aryan terkejut dan bertanya Aryan ulangi ucapan Nada tak percaya, kemudian ia segera duduk dari pangkuan sang istri dan segera mengelus- elus perut Nada.


" Permintaan kamu ada- ada saja sih nak, besok ya, sekarang sudah malam gak bakal ada yang jual," ucap Aryan kemudian mencium perut Nada yang mulai terlihat buncit itu.


Aryan ingin segera merebahkan tubuhnya kembali dan bermanja- manja pada Nada, namun Nada kembali mengatakan hal yang sama." Meski malam ini ya?," tanya Aryan yang segera diangguki oleh Nada.


" Ya udah, ya udah, Abang usahain,tapi kalau gak ada jangan ngambek ya," ucap Aryan seraya berdiri dari duduknya dan meraih kunci mobilnya, ia pun mencium kening Nada sebelum pergi.


" Hati- hati Bang," ucap Nada sembari menyalim tangan suaminya itu.


Sepeninggal Aryan, Nada pun mencoba untuk rileks sembari mendengar lantunan sholawat dari ponselnya.


****


Dari toko satu ke toko satu, Aryan terus berjalan mencari pedagang gul


li, demi Nada dan sang buah hati, ia rela jauh- jauh bela- belain mencari pedagang gulali malam- malam seperti saat ini.


" Besok mah Bang kalau mau, biasanya mereka itu buka, sore tapi," ucap seorang bapak pedagang seblak yang sudah mau menutup warungnya.


" Istri saya maunya sekarang pak, lagi ngidam soalnya," ucap Aryan seraya tersenyum.


" Owalah,orang ngidam to ya, aneh- aneh permintaannya, istri saya dulu juga gitu, masa tengah malam saya disuruh cari nanas muda," ucap si Bapak menceritakan pengalamannya.


" Hem," singkat Aryan sembari tersenyum." Eh si bapak malah curhat, etdah," ucap Aryan membathin.


" Ya udah, mari pak...," ucap Aryan pamit kemudian.


Sejauh Aryan berjalan, Aryan tak menemukan satupun penjual gulali yang Nada maksud,akhirnya Aryan capek dan tiba- tiba merasakan sakit dibagian kepalanya, Aryan memengangi kepalanya dan segera meraih ponselnya dari saku celananya, ia menghubungi Nada namun tak ada jawaban, alhasil ia kembali menghubungi Nada namun lagi- lagi Nada tak menjawab panggilan telepon tersebut.Aryan pun akhirnya pasrah dan ingin segera pulang saja, ia pun berjalan lagi kearah mobilnya terparkir tapi baru beberapa langkah tubuhnya abruk jatuh ketanah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2