HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrah ku bab.07 Pernikahan apa ini?


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Setelah berpikir cukup lama Nada,pun akhirnya menelepon Aryan.


" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif...."


" Ishh gimana sih..., katanya kalau aku ada perlu, aku bisa hubungi dia tapi kok malah gak aktif...apa aku coba telpon ke kantornya yah...?" tanyanya bermonolog sendiri.


Kemudian setelah berpikir 2 x ia pun menghubungi no kantor Aryan.


" Pak Aryan...ada telpon nih."


" Dari siapa...?"


" Mana gua tempe apalagi tahu, tanya tahu gih biar segera tau" ujarnya kemudian meledek temannya itu.


" Issh...kau...minta potong gaji yah...?"


" Sory bos..." ujarnya sembari tertawa dan memberikan telpon itu pada Aryan.


" Iya halo..."


" Aryan, ini aku." jawabnya disebrang sana.


" Nada, ada apa...? kok sampe telpon ke kantor segala...?" tanyanya penasaran.


" Huh...no lu gak aktif, jadi gua nelpon kesini.Eh boleh minta tolong gak, tolong pulang dan bawain gua makanan."


" Elah...Nad.Bukannya udah ku kasih uang buat beli makan yah tadi...?"


" Iya.Tapi aku gak bisa keluar rumah...tetangga pada ghibahin gua."


" Eleh...kek gak biasa aja lu dengar orang ghibah, ya udah tunggu gua pulang ini." simpulnya kemudian dan menutup telpon.


" Cie...ada yang nungguin...? siapa tuh...? mangsa baru...?" goda Dinda menyenggol sedikit lengan Aryan.


" Ah...resek lu.Gua udah insyaf jadi buaya...gua mau jadi kadal aja."


" Elah...sama doang..." ujarnya sembari tergelak tawa yang diikuti senyuman dari Aryan.Kemudian mengusek kepala gadis itu dengan kasar lalu meninggalkannya.


***


"Gua ke ambil hp gua dulu kali yah, bentar" ucapnya sembari memarkirkan mobilnya didepan counter handphone.


" Selamat datang mas." sambut seorang gadis.


" Iya.Hp gua yang kemarin dititipin disini, udah bagus kan...?" tanyanya


" Oh...sebentar saya lihat dulu" ujarnya sembari tersenyum dan mengecek semua barang yang sudah selesai di perbaiki.


" Namanya siapa ya mas...?"


" Aryan khan." ujarnya singkat.Setelahnya gadis itu itu pun mencari hp yang dimaksud kemudian setelah mendapatkan nya ia pun memberikan nya pada Aryan.


" Makasih ya mbak"


" Sama sama mas..."

__ADS_1


Setelah mendapatkan hp nta kembali, Aryan pun segera menuju mobilnya dan nerlalu dari sana.


***


" Kok lama amat sih Ar...aku udah kelaparan tau..." lirihnya memijit perutnya yang sudah perih.


" Sory...gua tadi jemput hp gua dulu.Udah nih makan." ujarnya sembari memberikan bungkusan makanan pada Nada.


Karena udah terlanjur telat makan, nafsu makan Nada jadi berkurang bawaannya mual dan mau muntah aja.


" Huek..."


Gadis itu pun mengeluarkan semua isi perutnya yang masih utuh.


" Lu gak papakan...?" tanyanya memijit tengkuk Nada.


" Huek..."


Setelah selesai muntah Aryan pun menggendongnya ke kamar dengan gaya face to face.Keadaan Nada sangat lemas.


" Kamu istiharat yah." ujarnya sembari menyelimuti istrinya itu.


Ia pun ingin berlenggang dari sana tapi Nada menarik tangannya.Dan membuatnya menatap gadis itu.


" Makasih ya..."


" Em..." jawabnya singkat lalu pergi meninggalkan gadis itu.


Siang yang cerah berganti dengan malam gelap yang disertai hujan deras dan petir menyambar nyambar diluar sana.


" Di luar hujan deras.Kamu mau kemana?" tanyanya pada Aryan yang baru saja mengambil jaketnya.


" Ck...perasaan gua gak mau kemana mana elah...lu pikir kalo pake jaket, itu mau pigi keluar yah...?"


" Siapa tau aja." ujarnya sembari mendudukkan diri di kasurnya.


" Gua ke bawah ya" ujarnya sembari berlalu tanpa menunggu jawaban gadis itu.


" Dingin dingin enak bangat kalo dipeluk...hihi...iya kali gua peluk Nada.Ogah..." ujarnya sembari rebahan di sofa ruang tamu.Merasa bosan sendirian akhirnya ia merogoh saku celananya dan bermain hp.


Namun lama lama ia bosan juga main game.Alhasil ia membuka vidio biru 21++.


" Emm...enak bangat idup lo pada.Lah gua...? ishh..." ujarnya sembari mematikan layar hp nya itu.


" Iya kali gua gituan sama Nada...ogah...hihi bekas orang, gua mau yang ori hihi..." ujarnya cengengesan sendiri.Sembari memeluk tubuhnya yang sudah kedinginan.


" Huh...dingin bangat dah..." ujarnya sembari memejamkan matanya.


Tak terasaia pun ketiduran disana.Sementara Nada.


" Hum...dimana tuh Aryan...apa dia gak tidur disini...? gua bingung ini pernikahan seperti apa yang gua jalani...?huh...bodo amatlah, gua ngantuk. " ujarnya sembari menarik selimutnya.


" Sst...ah.Hem...gua ketiduran disini ya...?" tanyanya mengusap wajahnya.


" Issh keknya gua mimpi dah...ini pasti gegara vidio yang gua tonton, mana Nada di kamar lagi.Iya kali gua mandi tengah malam, udah ah...besok aja." ujarnya setelah mendapati dirinya hanis mimpi b*s*h.


Kemudian ia tidur kembali.

__ADS_1


"Sory sory...gua gak tau lu..." ujarnya tanpa melanjutkan ucapannya dan segera menjauhkan pandangannya dari Nada yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang terlilit ditubuhnya.


" Biasa aja kali...udah keluar dulu, mau pasang baju" suruh Nada yang segera ia laksanakan.


***


"Nanti pas hari ultah kamu, papa mau hari itu sekalian untuk resepsi pernikahan kalian yah...?" ucap Zain pada putranya saat mereka tengah asyik mengobrol sambil ngopi di taman belakang rumah mewah keluarga ini.


"Iya deh, terserah papa aja" jawab Aryan mengiyakan.


" Gimana...? Masih itu kan...?" tanya sang ayah setengah berbisik di telinga Aryan, yang membuat Aryan bergedik.


" Ihh...si papa lain bangat pertanyaannya." ujarnya sembari tersenyum.


" Iyakan...papa pengen tau, soalnya ni zaman udah banyak yang kelewatan.Jarang loh...ada gadis peraw*n zaman ini.Jadi gimana...?" tanyanya kembali.


" Cih...apa harus papa tau yah...?" tanyanya berdecih kemudian tertawa kecil.Namun sepertinya sang ayah lagi serius, serius menatapnya tanpa ada senyuman.


" Sebenarnya ya pa, Aryan belom unboxing" ujarnya berbisik di telinga ayahnya.


" Hah..."


" Biasa aja,jangan kuat kuat kagetnya..." ujarnya sembari tergelak.


" Tapi kenapa...? takut kamu...? ah masa iya...playboy seperti kamu mah, harusnya gak usah diragukan." ujar sang ayah menepuk pundaknya.


" Seber*ngs*k br*ngs*k nya Aryan pa, Aryan gak pernah ngelakuin itu.Sumpah...Aryan masih perjaka...!" ujarnya kemudian.


" Hem...berharap papa percaya." ujarnya tak percaya.


"Lagian Nada sepertinya gak akan mau..." ujarnya kemudian membuat sang ayah menatapnya lagi.


" Em...kalo soal itu, kamu harus bawa dia ketempat yang menenangkan, indah tiada tara baru pas honeymoon nya."


" Sip...beres, nanti aku tanya Nada, kemana dia mau"


Tak lama setelahnya Nada dan mama Ayesha ikut bergabung dengan lelaki yang berbeda umur tersebut.


" Gimana Nada...kalian akan honeymoon kemana...?" tanya sang ayah.


" Lah...kok papa yang nanya...?" tanyanya menatap sang ayah tak percaya sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


" Kelamaan nunggu kamu" jawab sang ayah tanpa dosa..


Sementara gadis itu terdiam.Bingung harus menjawab apa.


" Issh si papa nih, malah buat menantunya segan." ujar sang mama sembari menepuk punggung suaminya.


" Gak papah, gak usah malu malu...bilang aja sekarang kalian inginnya kemana...?" sahut Zain sang ayah kembali.


" Pa, nanti aku bicarakan berdua sama Nada, iya kan Nad...?" tanyanya menatap gadis itu.


" Em..iya." ujarnya sembari tersenyum.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah

__ADS_1


__ADS_2