
...🌹Happy Reading 🌹...
Setelah mendapatkan mimpi buruk yang panjang itu, Nada pun terbangun dari tidurnya kemudian ia pergi ke kamar mandi guna membersihkan diri dan berwhudu.
Waktu tlah menunjukkan angka 02.13 pada jam dinding yang menggantung di dinding kamarnya.Ia pun memutuskan untuk sholat tahajjud.
"Allahu akbar....
Assalamualaikum warohmatulloh...."
Setelah menunaikan sholat sunah tahajjud, ia pun menoleh kanan kiri dan mengucapkan salam.
Tak lupa Nada juga beristiqfar memohon ampun pada yang kuasa atas segala dosa dosanya.Tak terasa air matanya telah membasahi pipinya, ia masih enggan untuk berdiri dari duduknya.
Di lantunan doa yang ia ucapkan masih terbesit nama mantan suaminya Aryan.
" Ya allah...jika memang dia masih jodohku, maka dejatkanlah hatinya untukku dan jika bukan maka ....ya allah...engkau yang maha tau segalanya, engkau maha pembolak balikkan hati manusia.Meski ku tau dia milik orang lain...aku masih berharap bisa kembali dengannya ya allah...
Ampuni hamba, hamba tidak bermaksud menjadi orang ketiga dirumah tangganya.Ampuni hamba ya allah...." lirihnya sendu mengusap wajahnya.
Setelah nya ia kembali ke tempat tidurnya , namun ia belum juga bisa kembali tidur.Melihat pantulan bulan purnama dari jendela kaca kamar nya membuatnya berjalan ke arah balkon.
Ia pun memandangi langit terang bersinar kan rembulan malam itu.Terbesit senyuman manis dibibirnya.
" Insha Allah...jika berjodoh pasti akan bertemu lagi" ujarnya kemudian mengulas senyum lagi.
***
" Nada..." ujarnya menarik tangan seorang gadis, saat ia baru saja selesai membayar belanjaannya di mal.
" Tolong tanganmu Bang." ujarnya membalas dan benar dia adalah Nada.
" Em...maaf." jawabnya melepaskan tangannya dari pergelangan gadis itu.
" Kamu kemana aja...? kenapa kamu menghilang tanpa kabar...?" tanyanya antusias ingin segera mendapatkan jawaban dari mantan istrinya itu.
Apa tidak salah Aryan...dia adalah istri yang kau usir dulu, sekarang kamu malah bertanya dia kemana...?
Ah...sungguh tidak bisa di tebak isi hatimu Aryan, apalagi sekarang kamu itu suami Adinda dan calon ayah dari anak Adinda.
Nada terdiam sejenak dengan semua pertanyaan yang Aryan lontarkan padanya.
" Hem...aku baik baik saja bang, alhamdulillah Allah memberiku jalan agar menjadi orang yang lebih baik.Bagaimana kabar bang Aryan...?" tanyanya menatap Aryan sekilas lalu menundukkan pandangannya ke lantai.
" Dan.Istri...?" lanjutnya bertanya.
" Aku baik baik saja, Dinda juga...? Tapi...apa kamu dengar aku menelponnya waktu itu...?" lanjutnya balik bertanya dan hanya mendapatkan anggukan dari Nada.
" Maafin aku Nad...aku menyesal menyuruh kamu pergi, jujur..."
" Stop bang...! Masa lalu biarlah masa lalu, sekarang yang penting itu bang Aryan mencintai kak Dinda dengan tulus dan jangan sampai kalian berpisah." ujarnya menghentikan ucapan Aryan sebelum ucapan itu selesai.
__ADS_1
Aryan menunduk, ada rasa bersalah yang sangat besar yang tengah menyiksanya kini.Bahkan untuk mengungkapkan nya ia begitu malu.
" Nad...aku minta maaf..." lirihnya lagi.
Nada pun membalasnya dengan senyuman.Meski tidak dapat Aryan lihat dengan pasti;tapi dari tatapan mata Nada, Aryan tahu jika Nada tengah senyum.
" Em...Nada juga minta maaf ya bang, ya udah...Nada pergi dulu, soalnya tadi Nada sama anak murid Nada,bang."
" Anak murid...?"
" Iya bang." singkatnya dan segera pamit pada Aryan.Lagi lagi Aryan menarik tangannya, yang membuatnya segera menoleh.
" Em...ada apa bang...?" tanyanya menatap Aryan.
Tanpa menjawab pertanyaan Nada, Aryan hanya menariknya kedalam dekapannya.Dan tentu saja hal itu membuat Nada ingin segera melepaskan nya.
" Sebentar saja." lirihnya yang kini berurai air mata.Nada terdiam seribu bahasa ia bahkan mematung saat ia merasakan air yang terkena bahunya.
" Maafin aku Nad, Aku sayang sama kamu. " lanjutnya.
" Maaf bang Ar, kita bukan muhrim, tolong lepaskan aku." ujarnya, berusaha melepaskan pelukan Aryan.
"Aku gak pernah menceraikan kamu, aku hanya menyuruh kamu pergi tapi bukan berarti aku mentalak kamu Nad,jadi bukan muhrim itu bukan alasan...biarkan aku sebentar saja.Aku kangen kamu..." ujarnya yang masih memeluk Nada dengan erat.
Tak bisa dipungkiri ucapannya membuat Nada tersenyum senang, jika Aryan masih menganggap dirinya sebagai istri.
" Bang Aryan...lepaskan, malu diliatin orang.." lanjut Nada saat menyadari kini mereka menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disana.
" Nad...aku minta maaf ya" ujarnya, menundukkan kepalanya.
" Iya bang, Udah gak papah.Udah Nada maafin sejak kemaren kemaren...Nada juga salah kok.Dan Nada minta gak usah minta maaf lagi" ujarnya, kemudian mengulas senyum.
" Em...makasih, ngomong ngomong kamu kok bisa bercadar gini...?" tanyanya menatap Nada.
" Alhamdulillah...iya kan...? dan kenapa bang Aryan masih kenal aku...?" tanyanya balik menatap Aryan.
" Hati gak bisa dibohongi kali Nad"
" Maksudnya...?"
" Ck...pura pura gak tahu lagi tuh...hati aku yang bilang kalau ini kamu." ujarnya setengah kesal menatap Nada.
" Hehe...maaf.Aku pikir...bang Aryan sudah lupa sama aku.Oh ya...kak Dinda...kok kalian bisa nikah...?"
" Em...maksud Nada kenapa tiba tiba...gitu loh." ujarnya lagi setelah menyadari pertanyaan konyol nya.
Mendapat pertanyaan seperti itu dari Nada, Aryan malah tertawa.
" Kenapa emang...? hem." tanyanya, menggoda Nada, seraya mengendikkan dagunya.
" Ish...maksud Nada bukan gitu.Nanya aja kok." ujarnya, menundukkan kepalanya yang sudah tersipu malu.
__ADS_1
" Kalau pengen tahu juga gak papah kali, wajar si kamu nanya.Ck...hem...gimana bilangnya yah...Adinda terlalu kasihan sama aku, makanya dia mau nikah sama aku."
" Kasihan...kenapa...?" tanyanya menatap Aryan penasaran.
" Ah...kepo Nada, hihi...ini bukan Nada yang ku kenal." ujarnya, sembari tergelak.
Sementara Nada jadi salah tingkah atas pertanyaan pertanyaan nya sendiri yang dapat dipastikan jika ia cemburu sama Adinda.
" Buk..." ujar seseorang menyapa Nada,dan menghampiri mereka.
Gadis itupun menyalam takjim pada Nada.
" Udah selesai...?" tanya Nada pada gadis itu.
" Udah dari buk, malah Putri udah capek cariin buk Nada...ibuk kok gak bilang nungguin di parkiran si." ujarnya mengerucutkan bibirnya setelah selesai merungut.
" Hehe...maafin ibuk ya Put, lupa." ujarnya seraya mencubit pipi chubby gadis itu.
" Em...si ibuk mah.Oh ya buk ini siapa...?" tanyanya menatap ke arah Aryan.
" Em...dia...teman ibuk." ujarnya menjawab pertanyaan dari gadis itu.
Tapi hal itu justru membuat Aryan cemberut.
" Oh...Putri om" ujarnya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya, Aryan pun membalas uluran tangan itu dan Putri menyalaminya takjim.Seperti anak yang menyalami tangan orang tua nya.
" Em...iya." jawab singkat Aryan.
" Ya udah, kita pamit dulu ya bang." ujarnya, sembari merangkul tangan Putri.
" Gak salim dulu nih...?" tanyanya menatap Nada.Nada pun tersenyum kemudian menangkupkan kedua tangannya.
" Ck...udah ku bilang masih sah ya masih..." ujarnya kesal melihat tingkah Nada.
" Hehe...itu dulu bang, gak sekarang.Ya udah Nada sama Putri pamit yah..."
" Ya, hati hati..." ujarnya.Nada pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, mereka pun berjalan menjauhi Aryan yang masih setia menatap kepergian mereka.
" Bentar ya Put." ujarnya, kemudian berlari ke arah Aryan.
" Kenapa Nad...?"
" Untuk terakhir kalinya hem..." ujarnya, mengulurkan tangannya.Meski belum faham maksud Nada, tapi Aryan segera membalas uluran tangan itu.
Nada pun menyalami tangan nya seraya mencium telapak dan punggung tangan nya.Kemudian ia tersenyum menatap Aryan.
" Assalamualaikum..."
" Walaikumsalam.." ujarnya masih bingung dengan sikap Nada.
Bersambung
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian yah..💕💕