
...🌹Happy Reading 🌹...
Tanpa sepatah kata penjelasan dari Aryan, ia mengusir Nada dari rumahnya.Dengan deraian air mata Nada memnereskan barang barangnya.
" Aku gak ngerti jalan fikiran kamu Ar...aku benar benar tertekan kamu buat..." lirihnya sedih dalam tangisan itu.
" Yakin gak ada yang ketinggalan...?" tanyanya tanpa menoleh sedikitpun.
" Tenang aja Ar...aku tidak akan kembali lagi, sesuai dengan yang kamu mau...maafin aku." ujarnya sembari meraih tangan suaminya itu kemudian menyalaminya dan menciumnya.
" Aku pamit Aryan...maaf..." ujarnya sembari berdiri namun Aryan tak juga menatapnya.Ia hanya pokus menimang nimang kunci mobilnya.
Setelah kepergian gadis itu, ia pun memporak porandakan semua yang ada di atas meja kamarnya bahkan ia meninju cermin rias dengan tangan kosong.
" Kenapa Nada, kenapa aku harus mencintai orang yang salah...? Kenapa kamu gak pernah memikirkan apa yang aku rasakan...?" lirihnya sedih menunduk frustasi kemudian ia menyugar rambutnya dengan tangan yang sudah luka dan berdarah.Ia pun menangis menyandarkan diri di dinding kamar itu.
***
" Nada...kamu yakin akan pergi...?"
" Tentu saja Ir...maafin aku, selama ini aku sudah banyak salah sama kamu.Ingat ya Ir...Aryan itu abang kamu dan tolong kalian jangan musuhan karena aku.Aku benar benar minta maaf ya" lirihnya sedih menunduk.
" Aku juga minta maaf...karena aku, bang Aryan jadi marah sama kamu." ujarnya menyalahkan dirinya.
" Jangan bilang begitu...semua sudah ada yang mengatur, ya sudah aku pamit yah...titip bang Aryan untukku." lirihnya yang kini berlinang air mata.
" Maaf Nada,.."
" Lupakan aku Ir...anggap semua gak pernah ada." lirihnya kemudian tersenyum kosong menatapi jalanan panjang yang akan ia tempuh.
" Hati hati Nad..." ujarnya melepaskan kepergian Nada.
***
Singkat cerita, bulan berikutnya.
__ADS_1
" Baiklah anak anak...cukup sekian untuk hari ini.Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh..."
"Walaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh..." jawab serempak dari anak murid dari Nada.
Kini Nada tinggal di sebuah pesantren milik dari keluarga Rayni sahabatnya.Ia dijadikan sebagai guru pempingbing disana.
Selain itu, Nada juga bisa sekalian melupakan semua kehidupan pahitnya dimasa lalu.
" Bagaimana ukhty...?" tanyanya menatap Nada.
" Haha...kamu ini...? bisa aja bercanda." ujarnya sembari tergelak saat sahabatnya itu memanggilnya uhkty.
Waktu teruslah berjalan dan tak akan pernah bisa kembali ke masa lalu.
Kesepian mungkin itulah kata hati dari seorang Aryan.Namun bukan seperti kebiasaannya dulu kini, ia lebih sering sholat jika teringat dengan Nada istri yang telah ia usir dulu.
Rasa cemburu dan rasa bersalah lah yang pada akhirnya membuat ia berubah derastis dari yang suka minum minuman haram kini, ia berhijrah menjadi lebih baik.
" Masfin saya om, jika bukan karena saya Nada tidak akan pergi seperti ini...?" ujarnya sembari menunduk sedih.
" Harusnya jika kalian ada niat menikah, kalian datang baik baik.Tapi ya sudahlah...semya sudah terjadi,Nada juga menghilang entah kemana." ujarnya kemudian menepuk pundaknya.
" Makasih nak, suami kamu kemana...?" tanyanya menatap sang putri.
" Ada kok pa, bentar lagi datang dia tuh.." ujarnya kemudian lelaki tampan nan gagah itupun menampakkan diri.
" Nah ini dia datang..." ujarnya sembari tersenyum menyambut suaminya.
" Kenapa dek...?" tanyanya menatap sang istri.
" Gak papa bang, papa tadi nanyain."
" Sudah 3 bulan lebih Nada pergi, tapi sampai sekarang tidak satupun yang tau dimana dia, apa kalian maumembantu saya mencari Nada...?" tanyanya menatap ketiga orang itu bergantian.
" Tentu saja pa, sudah seharusnya kita mencarinya." ujar lelaki yang berstatus suami dari Ayra.
__ADS_1
***
" Nad, apa kamu tidak kangen sama orang tua kamu...?" tanyanya sembari merapihkan buku buku dari anak muridnya.
" Kangen, tapi aku gak ada hak buat kembali." lirihnya sedih.
***
" Seperti yang abang kamu mau kita pisah...! pergilah kemanapun kamu mau...aku tidak ada urusan lagi dengan mu" ujarnya menatap Nada tajam.
" Tapi Aryan..."
" Kita pisah Nada...!"
" Astaqfirulloh..." ujarnya sembari mengusap dadanya.
" Semua akan baik baik saja Nada, akan ada pelangi setelah hujan percayalah...Allah tau yang terbaik untukmu." ujarnya menenangkan diri kemudian ia pun pergi bereudu dan melaksanakan sholat tahajjudnya.
Disisi lain....
Aryan terbangun dari tidurnya dan tak tau kenapa ia teringat Nada begitu saja.
" Ya Allah...apa dia baik baik saja...?" tanyanya bermonolog sendiri kemudian ia pun pergi berwhudu dan melaksanakan sholat tahajjud.
" Ya Allah...Ya rohman Ya rohim...jika benar dia adalah jodohku maka dekatkanlah, satuksnlah hatinya dengan hatiku.Dan jija tidak, aku mohin ya Allah lupakanlah aku tentang dia"
" Ampunilah kami ya Allah...ampuni lah hamba yang telah menyakiti hati istri hamba.." lirihnya sedih berlinang air mata.
Penyesalan yang Aryan rasakan sungguh sangat menyiksa bathinnya, dan sayangnta ia hanya bisa berandai andai sekarang.
Sementara Irsyan dan Ayra sudah senang bahagia menempuh kehidupan berumah tangga.Aryan malah gagal membina rumah tangga nya.
Karena sekarang Aryan adalah pria lajang maka, wasiat yang pernah ayahnya berikan kini; di ambil kembali dengan alasan ia tidak mampu menjaga rumah tangga nya.
Bersambung
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian yah
Ngantuk berat...segini aja dulu yah..💟💟