HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab. 30 Kemunculan pelakor.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Pagi ini Nada membereskan tempat tidurnya.Hingga suara dering ponsel Aryan mengalihkan atensi nya, ia pun menjawab panggilan telepon tersebut.


" Sayang...aku kangen...sayang temui aku malam ini ya, sudah lama kita ketemu" suara seorang gadis di balik telepon mendayu dayu sebelum Nada mengucapkan sepatah kata pun.


" Sayang...kok kamu diam aja sih?" tanya gadis itu lagi di balik sana.


Seketika Nada menutup panggilan tersebut sembari menghela nafasnya panjang.


" Sayang..." ujar Aryan sembari memeluk Nada dari belakang tak ayal hal itu membuat Nada melepaskan tangan Aryan dengan kasar.


" Kenapa sayang? ada apa?" tanya Aryan bingung melihat ekperesi wajah sang istri yang berbeda dari biasanya.


Nada pun mengambil hp yang ada di atas nakas tersebut.


" Ini? dia siapa Bang Ar?" tanya Nada memberikan benda pipih itu ke tangan suaminya.


Meski masih bingung, Aryan memperhatikan ponselnya dan nomor yang sang istri maksud.


"Iiini...ini hanya teman." jawab Aryan singkat.


" Yakin hanya teman?" tanya Nada menatapi wajah suaminya.


" Iya iya dong sayang, aku cuma sayang kamu kok, jangan curigaan gitu sama aku.Ya udah aku siap siap dulu ya, kamu baik baik dirumah ya sayang" ujarnya sembari mengelus rambut sang istri lembut.


" Jika hanya teman, kenapa nada suaranya seperti itu?" tanya Nada mengintrogasi suaminya.Namun bukannya menjelaskan Aryan hanya tersenyum senang dengan pertanyaan Nada.


" Bukannya jawab malah senyum senyum sendiri?" rungut Nada kesal menatap wajah suaminya.


" Jadi ceritanya kamu cemburu nih...?" goda Aryan sedikit tergelak.


" Bukan cemburu Bang, tapi Nada hanya ingin tahu, dia siapa?"


Semakin melihat keseriusan di wajah sang istri malah makin lucu dan gemasin bagi Aryan.


" Aku suka kamu cemburu sama aku hehe, nanti abang jelaskan ya, abang pergi kerja dulu,baik baik di rumah ya sayang" ujarnya sembari mengelus rambut sang istri lembut


kemudian ia pun mencium kening istrinya.

__ADS_1


***


" Kenapa lu nelpon gua?"tanya Aryan saat sudah terhubung dengan panggilan seseorang.


" Aku kangen sayang, wajar dong aku cariin kamu, ketemuan yok"


" Huh oke.Di tempat biasa siang ini" jawab Aryan sebelum akhirnya ia menutup panggilan tersebut.


***


Gadis itu langsung memeluk Aryan erat setelah bertemu.


" Apaan sih? lepasin Rin!," ujar Aryan sembari melepaskan tangan gadis itu dari pinggang nya.


" Kamu kok galak galak gitu sih? aku kan kangen.." ujarnya, mendayu dayu mengelus elus dada Aryan.


" Karin, ingat gua udah nikah dan gua minta lu jangan hubungi gua lagi!," tegas Aryan mengawaskan tangan gadis yang bernama Karin itu.


" Cih, seakan pernikahan mu sama Dinda itu adalah impian mu, Aryan aku kenal kamu, dan mustahil jika kamu benaran suka sama Dinda,"ujarnya, mengelus pipi Aryan yang segera di tepis oleh Aryan.


" Jikapun mustahil nyatanya aku sudah punya istri dan perlu kamu tahu itu bukan Dinda,"


" Gak ada seorangpun yang boleh memilikimu kecuali hanya aku, Ar...aku minta maaf dan plis kamu jangan seperti ini, aku gak bisa Ar" ujarnya kini berurai air mata.


Aryan membalikkan badannya dan menatap Karin, ada perasaan iba di hatinya yang tak bisa ia sembunyikan. Ia pun mengelap air mata itu dengan jempolnya dan memeluk Karin.


" Kamu sendiri yang bilang lebih baik di cintai daripada mencintai bukan? dan itu benar Ar, benar mencintai itu sakit, sakit sekali" ujarnya dalam tangisan nya itu.


Tanpa Aryan sadari ia sudah masuk kedalam drama gadis ini, seakan ia sudah lupa dengan Nada istrinya. Ia malah semakin mempererat pelukannya pada gadis ini.


" Hem, semudah itu meluluhkan kamu kembali" bathin Karin bersorak senang.


" Maafin aku Rin, aku gak bermaksud buat kamu sakit hati karena aku" ujarnya sembari mengelus pipi gadis itu.


" Kamu mau menjadi temanku kan?" tanya Karin menggemgam tangan Aryan.


" Gak papa kalo kamu nolak, aku tahu diri kok.Aku yang sudah menghianati kamu, maafin aku Aryan." ujarnya memasang wajah sedih untuk menarik perhatian dari Aryan dan benar saja Aryan terperangkap oleh dramanya.


" Jangan nangis, aku jadi merasa bersalah jika begini" jawab Aryan sembari membawa Karin kedekapannya lagi.

__ADS_1


" Yes! Kamu menang Karin,seperti kata pepatah sekali dayung dua pulau terlampaui.Aryan kembali, Nada menderita" bathinnya bersorak gembira.


Setelah pertemuan itu tentu Aryan dan Karin semakin sering kontekan, seperti malam ini saat Aryan sedang berbaring di ranjangnya sembari bermanja manja dengan Nada.


Dring dring.


" Siapa telpon malam malam Bang?" tanya Nada menautkan alisnya bingung.


"Teman abang, bentar ya" ujarnya, sembari keluar kamar kemudian menjawab telepon dari Karin.


" Bang Ar, kenapa mencurigakan gitu ya?" tanya Nada kemudian diam diam mengikuti Aryan ke ruang tamu, namun ia hanya sampai di depan anak tangga saja tanpa sepengetahuan dari Aryan.


" Ada apa Rin?"


" Aku kangen kamu Ar"


" Hah, baru tadi siang ketemu gak usah bercanda deh,yang benar saja" jawab Aryan, takut Nada mendengar ucapan nya ia kemudian berjalan keluar rumah.


" Aryan aku boleh tanya sesuatu?" tanya Karin di balik telepon.


" Apa Rin? tanya aja"


" Kamu masih sayang aku kan?"


" Hem.Aku bingung Rin, jujur rasanya aku masih sering mengenangmu tapi itu bukan berarti apa apa kok, aku mencintai istriku dan itu adalah hal yang benar" ujar Aryan menjelaskan.


" Huh...sakit rasanya kamu ngomong gitu Ar, padahal aku sudah jauh jauh kembali buat kamu, hem jika memang benar kamu sudah lupakan aku maka, kubur nama ku dalam dalam Aryan.Tapi..."


Karin sengaja memotong ucapannya agar Aryan penasaran akan ucapannya.


" Tapi kenapa Rin?" tanya Aryan bingung.


" Tapi jika masih ada Karin di hati kamu, temui aku besok malam di tempat biasa. Jujur Aryan aku masih mencintai kamu"


" Ya sudah." jawab Aryan singkat sebelum menutup panggilan tersebut.


Setelah nya Aryan nampak menghela nafasnya panjang seakan kini ia punya beban yang sangat berat.


Nada yang melihat keadaan itu otomatis penasaran apa yang sudah ia tidak ketahui tentang suami nya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2